Showing posts with label Sepiring GAdo-Gado. Show all posts
Showing posts with label Sepiring GAdo-Gado. Show all posts

Monday, March 10, 2014

Tok tok tok

Assalamualaikum wr. Wb

Sudah lama sekali.  Berapa bulan? Enam? Tujuh? Ah ya,  sudah lama sekali.  Ya!  Memang!  Banyak sekali peristiwa yang tak terekam.  Yang membahagiakan,  yang mencucurkan keringat kecemasan,  dan yang mengalirkan air mata.  Banyak! Memang!

Dan,  saking lelahnya berdebat dengan isi kepala ini tentang mana yang akan atau harus diposting lebih dulu,  aku memilih menyerahkan segala keputusan pada ujung-ujung jemari tombol2 mana saja yang akan dia tekan lebih dulu.  Jadi,  silahkan ikuti saja jalinan huruf yang merajut kata,  menjelma kalimat dan mengabadi dalam paragraf ini ya temans. ..

Tahun 2013 adalah tahunku.  Aku mengalami banyak hal luar biasa dalam tahun ini.  Aku ingin menyebut 2013 sebagai tahun yang sangat dermawan menjelmakan ingin2ku yang dulu hanya sebatas mimpi.  Di tahun ini,  mimpi2ku akhirnya punya ruang untuk mengejewantah,  mewujud.  Dibuka dengan jalan2 ke Singapura dan Malaysia bersama kawan2 yang mengayakan hatiku,  lalu ada ekspedisi Bromo yang membuka pintu2 pemahaman baru dan menambah lapis2 iman dalam jiwaku. 

Lalu,  pada July,  setelah sempat sangsi bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, akhirnya aku ujian thesis juga.  Bersamaan dengan teman2 yang telah lebih dulu berlari merampungkan thesis.  Sungguh,  ini sedikit menambah percaya diriku.  Aku yang terseok2 di awal ternyata bisa melesat mengejar mereka,  hehhehe.  Yang menambah manis perjuangan adalah ketika segala doa dan usaha yang telah dijalani selama ini diganjar dengan sertifikat sebagai salah satu lulusan terbaik. 

Aku bahagia dan terharu,  tentu saja. Meski pada akhirnya penasbihan cum laude itu tidak bisa ku terima secara langsung karena pada saat yang bersamaan aku harus berangkat ke Belanda,  mengecap janji manis mimpi yang lain.  Ya,  seperti yang ku posting sebelumnya,  aku lulus beasiswa short course StuNed.  Memang, aku sempat sedikit sedih, betapa melangkah perlahan menuju altar ilmu di mana gelar masterku diberikan adalah doa yang dan janji yang ku ucapkan persis ketika wisuda S1 dulu.  Alhamdulillah,  waktu itu aku lulusan trbaik juga.  Aku ingat sekali,  dalam balutan keharuan saat namaku disebut,  aku berdoa dan berjanji,  tidak akan hanya berhenti disini.  Aku akan melalui sesuatu seperti ini lagi,  maju ke altar dengan penuh kebanggaan,  kembali menjadi salah satu lulusan terbaik.

Yah,  2 tahun dari itu akhirnya aku berhasil memenuhi janji itu. Aku merayakannya dalam perjalanan seorang diri ke Belanda.  Aku tak henti mencubit pipi,  tangan,  apapun itu yang bia meyakinkaku bahwaaku tak sedang bermimpi.  Ku pandangi lekat-lekat tiket dan passportku,  seakan jika berkedip sedikit saja aku akan trbangun bahwa ini hanya mimpi.  Alhamdulillah,  ketika panggilan naik pesawat berkumandang,  aku tersenyum.  Ini bukan mimpi.  Ini perwujudan mimpi.

Maka,  terimakasih 2013 untuk ruang2 yang kau berikan untukku menjelmakan mimpi.  Maaf baru mengabadikanmu saat ini,  kau tau aku orangnya sangat moody,  hehehe. Dan,  hey,  2014! Berbaik2lah padaku,  aku memiliki banyak mimpi tahun ini.  Tak muluk2kok,  'hanya' bertemu my Mr.  Right,  lulus salah satu beasiswa untuk ambil P.hD (melirik formnya AAS,  New Zealand,  USAID,  HEHEHEHE).

Friday, May 17, 2013

Dan Korrdinator Pemburu Kue Seminar Pun Meninggalkan Tanah Jawa...

Assalamualaikum. wr. wb.

Di kantin Pasca UMS, di meja bundar dekat pintu masuk ruang kuliah, aku pertama kali mengenalnya. Bersama dengan beberapa teman pasca lainnya, krasak krusuk menyusun strategi menghadap pak Dim, dalam rangka menanyakan kabar beasiswa yang belum juga kunjung cair, mengisi atm-atm kami. Dengan logat Bima yang kental, bergabung dengan logat Makssar K Badar, logat Sunda Agus, mereka sahut menyahut melakukan simulasi sebelum bertemu pak Dim. Saya dimana?? Saya ada di meja yang sama, tidak dapat berkata apa-apa karena setengah hidup menahan tawa. Mereka ini lucu sekali.





Selanjutnya, kebersamaan kami dipererat fakta bahwa kami sama-sama datang dari Indonesia bagian yang

Thursday, May 02, 2013

Pesan dari Sekuntum Tulip

Assalamualaikum. Wr. Wb.


Source: Here


Konon, ada sekuntum tulip cantik yang menolak untuk hanya merekah pada April lalu gugur pada dua minggu setelahnya. Tidak mau, katanya. Aku tidak akan menyerah pada musim, janjinya. Jadilah ia sebatangkara setelah ditinggal rontok sekawanannya. Sendirilah ia menggigil menantang angin dan salju. Kelopak-kelopakk ini istimewa, katanya. Ia tidak akan memasrahkan diri untuk merobek pada sayatan angin, tidak juga akan mringkuk tumbang merebah tanah saat selimut salju menguji ketahanan bebannya. Akulah Tulip yang perkasa, janjinya. Akulah yang akan selalu keras kepala tumbuh dan mengakar, mengangkat muka tinggi-tinggi untuk menatapmu wahai langit. Aku akan hidup, aku akan ada, aku akan berjaga saat teman-temanku mnggeliat memunculkan keindahan lagi. Akulah sang penjaga, akulah yang setia.

Friday, February 15, 2013

Dua Hari Tanpa Handphone.

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Deeuhh,, penyakit pikun saya kumat lagi. Kemarin HP saya LAGI-LAGI ketinggalan di suatu tempat. Sempat panik juga awalnya, tetapi lalau saya diberi tahu K titin (yang sampai rela berpayah-payah naik ke lantai 3 dimana kamarku berada) kalau hapeku ketinggalan di kampus dan sekarang ada sama Pak Pur, tapi baru bisa diambil besok karena beliau sudah pulang. Apessnya lagi, setelah terkaget2 karena bangun pada saat khurbah Jum'at berkumandang (yang artinya sudah sangat telaaat), pas mau ke kampus untuk mengambil HP ternyata langit menagis demikian kencangnya, sehingga saya pun batal ke Kampus. Usai hujan reda, saya mati-matian menggenjot si Ijo, tetapi oh tetapi,

Tuesday, February 12, 2013

Another 'Home' in Solo,,,^^



Asalamualaikum. Wr. Wb.

Srettt, pintu kugeser sedikit dan huaaa... langit sudah sangat cerah rupanya. Saya merasa silau. Wajar saja sih, sudah jam setengah sepuluh ini. Tadi, habis bangun tidur, saya menskip agenda sarapan dan langsung tancap gas menghabiskan novel yang baru dua lembar  terbaca semalam. Novel yang baru saya khatamkan ini ditulis oleh Ollie. Judulnya Cinta, tetapi dibawahnya ada tulisan kecil yang berbunyi:  ‘Sebuah rumah untuk hatimu’. Entalah beberapa hari belakangan ini, saya begitu sering memikirkan tentang rumah. Rumah masa depan tepatnya. Makanya, pas melihat ada novel ini tergeletak begitu saja di kamar yang sudah hampir 3 bulan kutinggalkan ini, saya

Friday, February 08, 2013

The Application Form...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Hari kemarin dapat sms dari Pak Muslich, yang membuka gerbang harap untuk Minnesota. Seharian ku tunggu email dari beliau tentang application formnya, tapi tak kunjung ada. Hari kemarin kututup dengan helaan nafas sebelum tidur yang kurang lebih maknyanya seperti ini: "Kayaknya memang ga usah diharapkan lagi deh".

Pagi ini, seperti biasa ritual pagiku setelah bangun adalah cuci muka seadanya, menyalakan NB, Blogwalking, Fbying, Playing my winamp and breakfasting. Dalam blogwalking itu, sampailah saya ke "rumahnya" Om Paulo Coelho, yang entah bagaimana seakan-akan selalu membaca pikiran saya serta sepertinya tahu betul situasi saya saat ini. Postingannya yang terbaru ini tentang

Wednesday, February 06, 2013

My Dreaming Home... ^^



Assalamualaikum. Wr. Wb.

What’s the difference between house and home?
House is made of rock and home is made of love...

Keletihan setelah bantu-bantu persiapan acara dirumah keluarga dari sore tadi, aku memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa selain merebahkan badan sambil memutar lagu kesayanganku. Tak lupa lampu kamar kumatikan dan daun jendela kubuka lebar-lebar. Lalu berbaringlah aku menatap hitamnya langit. Hanya ada satu bintang yang terlihat dari bingkai jendelaku. Semilir angin bermain-main di sela-sela jari kaki yang kugantung pada kosen jendela. Hm.. situasi paling favorit bagiku untuk menghilangkan lelah dan stress.

Kubiarkan simpul-simpul resahku terurai perlahan. Sekali-duakali kupejamkan mata, membebaskan imaji memenuhi ruang benakku. Ada mimpi-mimpiku, ada sekelebat kenangan-kenanganku berhanti-ganti. Gambar-gambar itu terlihat jelas lalu memudar lalu jelas lagi berganti secara acak. Bagiku ini seperti damai yang selalu kupinta. Seperti berpijak ditempat dimana aku memang mesti berada. Home. Dan sampailah aku pada khayalan tentang the dream home of mine.

Kelak aku akan membuat “home”ku sendiri. Surgaku. Tak perlu besar, yang penting cukup buat dihuni aku dan suami serta ketiga anak-anakku. Rumahku akan bercat putih dan bergenteng merah. Kosen-kosennya warna cokelat tua. Halaman depan tidak perlu terlalu luas. Yang harus luas itu adalah halaman belakangnya, tempat aku akan menanam tomat, jeruk nipis, cabai, daun sup, daun bawang, jahe, dan serai. Aku selalu memimpikan setiap saat aku akan memasak, bahannya langsung kupetik dari pohonnya.

Oh iya, di halaman belakangku juga harus ada pohon jambu batunya. Aku suka sekali sama jambu batu. Nanti di dahannya aku akan meminta suamiku membuat ayunan untukku dan untuk anak-anakku di pohon itu. Salah satu ranting jambu akan berfungsi sebagai tempat dua ayamku tidur dimalam hari. Ayam itu akan menyuplai telur ayam kampung tiap harinya untuk diminum suamiku sebelum berangkat kerja. Mereka juga akan jadi media bagi anak-anakku berlatih tentang tanggung jawab dan mencintai hewan. Hal lain yang harus ada adalah kolam ikan kecil, diamana pada malam-malam aku ingin merasakan nuansa romantic, aku akan menaruh lilin lilin apung diatasnya. Di halaman belakang itu juga harus ada gazebo, tempat aku akan mendengar curhatan anak-anak dan suamiku diwaktu senggang, tempat menikmati pisang goreng dan teh manis disore hari, dan tempat mengajari anak-anakku mengaji.

Untuk bagian dalam rumah, aku membayangkan punya lima kamar. Satu kamar utama, tiga kamar anak-anak, dan satu kamar untuk tamu. Ruang tamunya tidak usah besar. Aku membayangkan, kursi model jawa yang unik. Pencahayaannya jangan terlalu terang. Ada ornament-ornamen unik di meja sudut ruang tamu itu. Beberapa adalah barang yang kubeli sendiri, dan beberapa adalah oleh-oleh dari teman setelah plesiran sana sini. Aku memimpikan salah satu dinding di ruang keluargaku adalah akuarium. Di dalamnya beberapa jenis ikan akan menari-nari, dan anak-anakku akan selalu memandangi mereka dengan takjub. Mereka akanmengajukan pertanyaan ini itu mengenai species penghuni akuariumku yang selalu dijawab dengan cerdas dan sabar oleh ayahnya.

Tidak perlua ada kursi ataupun sofa di ruang keluargaku. Aku dan suamiku hanya akan menggelar karpet dan menaruh bantalan yang menyerupai kursi hasil huntingan kami diatasnya. Bantalan itu akan sanggup memuat kami berlima. Cukup besar untuk tidak membuat kami sesak. Lalu ada satu set TV yang telah kami tentukan chanelnya sendiri. Tayangan yang kami tonton harus ada unsur pendidikannya. Ada juga beberapa lemari buku. Aku sangat gemar membaca, dan anak-anakkupun akan kutularikegemaran itu.

Untuk dapur, sekali lagi aku tidak mau yang besar. Dapur sederhana dengan meja makan sederhana pula, yang akan selalu mengingatkanku pada meja makan kakekku di kampung. Aku menyukai adanya kulkas berpintu satu yang penuh dengan magnet-magnet cantik dimana kami akan saling menempelkan pesan kasih saying. Ada kartu yang bertuliskan “I love you, Mom” dari anak bungsuku, ada juga sehelai kertas yang bertuliskan “I will be your everlasting fan” dari sang kekasih hati, lalu ada beberapa pesan saling meledek diantara anak-anakku, serta daftar menu requestan suami dan anak-anakku untuk aku masak nanti.

Yeahh,,, tema khayalan tingkat tinggiku kali ini adalah dream house of mine. Semoga seperti yang pernah dikatakan oleh K Yudi, trainer motivasiku, biasanya apa yang terlalu kuat diinginkan hati akan diamini oleh semesta,,, amiiiiinnn...^^

Thursday, January 24, 2013

Seeing the difference...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

"Kita memang melihat objek yang sama
Tapi mugkin sekali kita mendapat pandangan yang sama sekali tak sama"

Mengapa begitu takut akan perbedaan? Bukankah segalanya indah karena berbeda?
Mengapa mesti saling bertatap sinis ketika kita tak punya satu visi yang sama?
Tidak perlu horor akan sesuatu yang berbeda dari isi kepalamu
Disitulah Tuhan sedang mengajarkanmu arti simpati dan empati
Jangan memaksakan orang lain memakai kacamata yang sama denganmu
Karena sebelum kita semua mati, kita bebas berintrepretasi
Jangan sampai lengah dalam magnet merasa diri paling benar


"Kita memang melihat objek yang sama
Tapi mugkin sekali kita mendapat pandangan yang sama sekali tak sama"

Lalu haruskah kita saling menghunus  pedang?
Padahal ada banyak tawa, ada banyak cerita manis, juga ada banyak damai
Saat kita sejenak rela untuk sengaja tak mengulas beda itu

Saturday, January 19, 2013

Bangkit Lagi!!!

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Fabiayyi alaa i rabbikuma tukazziban??
Maka nikmat tuhanmu yang mana lagikah yang kau dustakan?

Alhamdulillah, ya Allah, saya akhirnya bisa mengucap dan mengamini ayat-ayat indahmu ini lagi dengan sepenuh hati. Sejujurnya, beberapa kali saya melafazkannya hanya sekedar untuk menentramkan hati, tetapi gemanya hanya sampai tenggorokan. Gagal mengguncang galau di hati, setidaknya sampai beberapa menit yang lalu.

Benar adanya, Kau memang tak pernah jauh, tak pernah pergi. Bukankah Kau lebih dekat dari urat nadi? Akulah yang terlalu buta dan egois, angkuh untuk meminta. Tetapi kasih sayangmu menyentuh apa yang hatiku mau. Melalui teman-teman blogger yang blognya kuikuti, kau mengirim jawaban pada hatiku yang meminta. Adalah Kang Rizki Pradana dengan postingan Tugas akhir seminarnya, menyuntik semangat, keyakinan bahwa setiap perjuangan akan berakhir manis. Aku suka saat dia bilang "Nikmati semua prosesnya, jatuh bangunnya, karena insyaAllah akan berujung manis". Ada juga postingan dari Pak Yusran Darmawan tentang menulis sajalah, hasilnya urusan nanti. That's what exactly I need now. Just write, Ririn!!! Just finish what you have started!

Begitulah, kembali saya diinsyafkan dari putus asa yang berlarut-larut. Saya bersyukur teramat sangat telah diperkenalkan dengan dunia blog ini. Disini, saya berkelimpahan inspirasi. Blog-blog yang saya ikuti adalah jendela-jendela pengetahuan yang diukir dengan sepenuh hati. Apa yag dibuat dengan hati akan mengena hati juga. Saya tidak mengenal mereka dalam dunia nyata, tetapi apa yang mereka ceritakan dan mereka bekukan dalam tulisan mereka telah menyinari hati saya yang bertaut ribuan kilometer dari mereka, meniupkan bara semangat yang sempat kupikir akan meredup. Sehingga aku sampai pada kesadaran bahwa aku tak pernah berjalan sendiri. Selalu ada pendekar-pendekar yang dikirimNya untuk menjagaku tetap berjalan. Tak perduli itu  tanjakan atau tikungan, selalua ada terang setelah gelap.
 
Baiklah, Allahku sayang, urusan ini saya mulai kembali. Please kawal saya sampai akhir. Bismillah....

Wednesday, January 16, 2013

Malam Kemarin yang Sangat Hits

Asalamualaikum. Wr. Wb.
Yeeeeyeeeeyeeee... umurku bertambah lagi, sudah 28 per 15 Januari kemarin. Rasanya campur aduk. Senang, karena masih dikasih kepercayaan berjalan di bumi Allah ini dan masih dikasih kesempatan untuk bisa berbuat lebih bagi orang lain. Saya bersyukur kiranya hadirku di dunia ini mungkin masih  punya tujuan yang dapat melegakan beban orang lain.

Tetapi, ada juga galau yang membayang-bayang. Yeahh!!! apa lagi kalau bukan masalah status JOMBLO yang rupanya dianggap memprihatinkan pada usia ini. Ditambah lagi, baru 2 hari sebelumnya, seorang teman seperjuangan di kampus, yang diketahui selalu bersama-sama denganku, finally met her Mr. Right and decided to get married. ALhasil, kemana-mana saya ditanya: Tuh, ur soulmate, si Titin dah merid, dirimu kapan? walaaaahh...

Jadilah ultahku kali ini memberikan sensasi seperti naik roller coaster bagiku. Puncaknya adalah hari kemarin dari jam 5 sore sampe jam 10 malam. Sahabat, yang sudah kuangap seperti saudara, membuat acara kejutan yang manis untukku. Sederhana, tetapi sangat istimewa. Di mulai dari datangnya Daniel, lalu Adri, trus Maknyak Diah (the EO), trus Ucul, dan terakhir Mb Gida. Saya sebenarnya agak tak enak hati soalnya di rumah benar-benar lagi tak ada apa-apa. Seandainya saja mereka bilang mau datang, kan setidaknya bisa ada sesuatu yang dipersiapkan untuk sekedar makan-makan kecil.

Adri, Nope, Saya, Ucul, n Daniel


Seperti umumnya, ritual wajib ulang tahun, tiup lilin juga memeriahkan kejutan manisku kemarin itu. Barisan doa yang sudah sejak lama ku kirim kelangit, sekali lagi kurapal sungguh-sungguh dalam hati. Tetapi, baru mau ditiup itu lilin, si Adri malah lebih dulu meniup. Jadiii, OK diulang lagi. Tetapi kali iniiiii,, eeeh si Daniel ikut2an meniup lilin yang seharusnya kutiup. WAduuuuuuuhhhh,,, parah iniiiii,,, hehehehe, makanya pada kali ketiga, kuenya saya bawa jauh-jauh dari dua mahluk itu agar doa minta kemudahan thesisku juga doa minta dipertemukan dengan my Prince Charming bisa terwujud.. :P

Lalu, seperti yang sudah-sudah, bersama mereka tidak pernah membuatku bosan. Selalu adaaaa saja bahan untuk dibicarakan. Selalu ada saja sesuatu untuk di "calla', dan ditertawakan. Tidak terasa tahunan telah berlalu untuk kami, alhamdulillah sekali rasanya masih bisa merasakan kualitas kebersamaan seperti ini, keakraban yang tidak berkurang takarannya seperti masa kuliah dulu. Maka, rasa syukur ku panjatkan padamu, Ya Rabbku sayang. Terimakasih telah mengirim mereka untukku, terimakasih telah memastikan aku tak akan pernah sendiri, bahkan pada saat-saat terputus asa dalam fase hidupku. Setidaknya ketegangan akibat thesisku bisa mereda pada akhirnya.

Well, pantaslah kiranya the biggest appreciation goes to Diah, my dearest maknyak for the hit nite... ^^
I seriously think that you should be the real EO...

Monday, December 10, 2012

Missing Solo Part II

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Postingan ini adalah lanjutan dari Postingan yang lalu, Disitu, saya sempat membuka perasaan saya yang merindukan Solo. Kalau yang lalu, kadarnya mungkin hanya 50% sekarang derajat kekangenan saya bahkan naik sampai 99%. Sedikit banyaknya bisul rindu ini dipicu oleh updatean teman-teman di Facebook, dan situasi di Kendari sendiri, dimana banyak hal-hal yang dengan mudah saya dapatkan di Solo, menjadi sesuatu yang langka disini. Mari kita ulas satu demi satu.

4. Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Mahasiswa UMS di Muhammadiyah Medical Center (MMC)

Monday, December 03, 2012

Jangan Pakai Celana Panjang Ketika Mengajar!!!

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Sudah Desember ternyata, dan baru di hari ketiga saya sempat untuk posting sesuatu. Saya memang sedikit agak sok sibuk sekarang ini. Melakukan penelitian sekaligus juga menghandle 2 kelas in my home university, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Jadilah saya tidak terlalu memikirkan hal lain selain dua hal itu. Saya sadari, kepekaan indra saya untuk memindai fenomena dan menyejarahkannya lewat tulisan sedang melemah. Padahal, ada bayak hal yang menarik untuk diulas, misalnya saja tentang kekalahan Indonesia di AFF yang sukses membuat orang rumahku diam dalam kesedihan.Tetapi hari ini, saya mengalami sesuatu yang telah menggugah saya untuk curhat disini. Sesuatu itu terus menerus memproduksi lapisan-lapisan perasaan tak nyaman, yang meski sudah saya coba jinakkan, tetap menohok-nohok ulu hati. Apakah gerangan itu?

Thursday, November 15, 2012

Teaching Palestine Students (Part II)

Assalamualaikum. Wr. Wb.



Kika: Mustofa, Oday Thaher, Abdullah, me, Bashar, Oday, and Hanani

Senang rasanya diberi satu kesempatan lagi mengisi kelas internasional. Kali ini saya didaulat untuk share what I know about grammar. Dan karena ini adalah Grammar I, jadi yang dibawakan benar-benar dasar, Tenses. Seperti sehari sebelumnya, menghandle kelas ini sangat menyenangkan. Antusiasme diperlihatkan oleh mereka. Mereka tidak malu-malu untuk bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Waaah, jika semua siswa saya seperti mereka, tentu saya akan senaaang sekali.

Dikesempatan kali ini kami memadukan belajar dan sharing. Saya menganut kepercayaan bahwa belajar itu tidak mesti terlalu tegang dan serius.

Monday, November 12, 2012

Teaching Palestine Students

Assalamualaikum. Wr. Wb.


They are Hanani, Abdul Rahman, Oday 1, Oday 2, Qundah, Bashar, Abdullah and Hesen. They are my friends from Palestine that are studying in Indonesia, in UMS. They have been several months here. I always see them in the canteen of Pesma UMS. They are so noticeable with their tall body and really good looking face, hehehe. I only speak with one of them once. It was with Omar.

Happy Graduation Day, Bang Ridwan...

   
Assalamualaikum Wr. Wb.

Seharusnya cerita ini saya posting dua hari yang lalu, Sabtu, 9 November 2012. Hari itu adalah hari istimiewa yang sangat ditunggu-tunggu oleh yang mengaku dirinya mahasiwa. Yup! Graduation day. Mahasiswa mana yang tidak menginginkannya? Hari itu adalah hari dimana manisnya perjuangan selama masa-masa kuliah terbayar. Tak ada warna lain selain haru bahagia yang menghias wajah para wisudawan dan para pendamping. Begitupun, Bang Ridwan and his families...

Bang Ridwan and Mbak Eka

Sunday, October 21, 2012

Bumi, Mahluk Kanibal yang memakan Organ Tubuhnya Sendiri

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Aku memiliki kebiasaan baru yang menambah daftar ritual menjelang tidurku akhir-akhir ini. Membayangkan seperti apa sih rupa setiap tempat yang telah kupijak hari ini, berjuta-juta tahun yang lalu.  Tidak tahu dari mana ini bermula. Aku pun tidak pernah berletih-letih menyusuri arus waktu hanya untuk menemukan hilir kebiasaan baruku ini. Tebakan asalku mengatakan mungkin saja issu ini masuk ke kepalaku dalam perjalanan menuju Grojongan Sewu beberapa hari yang lalu. Kala itu, ketika pikiran kami melayang menembus kaca taksi Avanza itu, ketika imajinasi kami melayang keluar dari celah yang bernama kelopak mata, berkelana, berkeliaran disela-sela hijau pepohonan dan hamparan padi, merekam semua yang ada untuk ditransmisikan dalam layar imaji kami masing-masing, supir taksi yang kami tumpangi itu, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba menyinggung sesuatu tentang Ken Arok, Ken Dedes,

Friday, October 19, 2012

Menuai Inspirasi dari Blog Walking

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Sering, jika indra saya tidak peka menangkap fenomena yang terjadi disekitar saya, atau mungkin saya sebenarnya sadar, tetapi kemalasan membekukan jemari saya untuk menuangkannya dalam suatu tulisan, maka saya akan mengintip dari satu blog ke blog yang lain. Biasanya,

Friday, September 28, 2012

Roommate...

Assalamualaikum. Wr. Wb.



I've watched couples of movies telling 'bout students living in dorm. I remember I ever so damn wanted it. I thought it would be really fun to have friends to share the room together.

I imagined that there would be girls' talk before sleeping,

Saturday, September 22, 2012

Saya Juga Ingin Ketemu Dee

Assalamualaikum. Wr. Wb.

"Saya juga ingin ketemu Dee.."

Well,  mungkin karena terkena demam perahu kertas lagi sehingga tiba-tiba tiba-tiba saja keinginan bertemu Dee, penulis wanita Indonesia favoritku, muncul. Perahu kertas selalu memiliki tempat istimewa dalam hatiku, bukan saja karena Dee begitu terampil meracik kata demi kata yag dipilihnya secara teliti, tetapi juga karena Dee dalam perahu kertasnya, telah mewakili kisahku sendiri. Meminjam kata Mbak Dwi,

Tuesday, May 15, 2012

How Do You See Your Lecturers?


What is your perception on your lecturers or Head of Study Program, Dean or even Rector, Guys? I mean, let's ignore their academic competences. We're not discussing about that. What I mean here is their personal characteristics or behaviors to us as students.