Monday, March 06, 2017

Still falling for you.
Ellie Goulding yang nyanyikan
Hatiku yang mengiyakan.
Kebodohan purba. 

Thursday, March 02, 2017

Is it ok to cry now? 
Tap tap tap
Ketergesagesaan berderap datang dan pergi. Masing-masing memikul diam yang ribut. Ada waktu yang tak berhenti mengejek. Ada gumam sayup yang mengintimidasi. Ada aku bertoleh tak henti. Ada aku jadi pecundang. Menunggu pada tangga di pojokan. 

Wednesday, February 01, 2017

&*%$£@

Kursor yang berkedap-kedip ini seakan mengejekku. "Mau menambah daftar draft lagi, Jeng?' ejeknya. "We'll see" kataku pendek. Entahlah aku malas menghitung sudah berapa tulisan yang kubiarkan tetap berstatus draft di blog ini. Terakhir ketika aku ingin membuat refleksi di hari bertambahnya umurku menjadi 32 tahun. Sudah ada beberapa paragraf sebenarnya tapi apa daya, swinging-moodku memang sudah berada pada level akut. Tiba-tiba saja aku kehilangan minat untuk melanjutkan menulis. Entah apa sebabnya. 

Lalu aku pun mulai mencari-cari alasan. Essay lah, reading list lah. Walau ku tahu pasti bukan itu alasannya. Kalau mau jujur, mungkin aku sudah kehilangan muse untuk menulis. Aku mulai berfikir hidupku mungkin terlalu biasa untuk diceritakan. Itu alasan mati sebenarnya. Karena aku tahu beberapa orang dengan terang-terangan ingin menjalani hidup yang kujalani sekarang dan akan dengan bahagia menuliskannya untuk kemudian dikenang dan dibanggakan kepada anak cucu kalau umur panjang. 

Hufftttt... bahkan untuk melanjutkan postingan ini pun rasanya aku kehilangan minat. setiap selesai satu paragraf, kursor kubiarkan berkedap-kedip sendiri beberapa menit lalu kutinggal sendiri untuk membuat teh dan main game. Salah satu resolusi ulang tahun untuk mulai menulis lagi kayaknya akan menjadi sekedar resolusi lagi kalau begini ceritanya. 

No. Tulisan ini tak akan kubiarkan bergabung menambah panjangnya draft di blog ini. Kuposting sajalah siapa tahu bisa membuka saluran minat menulisku yang sudah lama sekali tersumbat. Sangat berharap bakal sering lagi menulis seperti dulu. Semoga.

Monday, October 03, 2016

Homesick

Assalamualaikum wr. wb.

Harusnya aku tau dari awal kalau salah ngomong itu bisa bahaya. Apalagi kalau ucapan itu ada unsur sombongnya.

Jadi, malam kemaren,  geng Dean's plus geng Langford lagi kumpul buat dinner bareng di dapurku. Seperti biasa, kami ngobrol apa aja,  lompat dari topik satu ke topik yang lain tanpa jelas transisional signalnya, sampai akhirnya tetiba kami sudah membahas tentang homesick.

Risna, Teh Diah,  Mb Khaya, sampe Rifki dan Arief ternyata sudah ngalamin homesick sejak kurang dari sebulan tinggal di sini. Hanya aku dan Yeyes aja yang dengan sombongnya ngaku kalau belum kena homesick sama sekali. Kami bahkan berhigh-five dengan tanpa dosanya di depan teman-teman kami.

Lalu,  hari ini pun berjalan seperti biasa. Langit biru cerah membuatku semangat keluar flat untuk menikmati hari sekaligus jadi guide buat Mb Mury yang mau ke kampus buat ngurus ini itu terkait registrasi ulangnya di kampus. Sebelum keluar,  aku pun sudah sarapan sehat,  mandi,  dan dandan cantik jadi sepertinya tidak ada alasan untuk tetiba baper rindu rumah.

Pulang dari kampus,  setelah maksi dan solat, kok tiba-tiba ngantuk. Jadilah, aku ijin Mb Mury mo bobo cantik sejenak. Gak ada mimpi aneh-aneh juga tapi kok pas bangun-bangun kok langsung sedih aja. Ingat orang rumah, ingat kamar, ingin manja-manja sama mama, ingin gigit ponakan, ingin ngasih makan ikannya bapak, ingin ngeteh di teras sambil makan gorengan.. Hwaaaaaa...  I am feeling blueeee.. Air mataku kok jadi sangat down to earth gini yak..? Hiks hiks hiks

Oh ya,  ada satu hal lagi yang menyiksa,  aku gak bisa melampiaskannya dengan meraung-raung atau sesenggukan seperti biasanya. Ada Mb Mury lagi ngetik. Mana kalau nangis kan pasti idung banjir kan? Tapi demi gengsi ku tahan juga dan itu sangat tidaaaak menyenangkan. O God,  aku rindu rumah.

Okelah, pelajarannya adalah,  nanti ga boleh takabur lagi bahkan untuk hal yang keliatannya sepele. Bersyukur karena Allah masih mau mengingatkan sehingga tidak keterusan.. Well,  Mama, Papa,  Amam,  dan semuanya sehat2 dan habagia terus di sana ya... Nanti kalo video callan kita bahas yang senang2 dan yang lucu 2 aja. Melihat senyum dan tawa kalian itu bisa mengisi energiku selama seminggu,  lho..

From Bristol with love..



Thursday, September 15, 2016

Transit

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Saya di Schiphol International Airport sekarang, menanti flight selanjutnya menunu Bristol, dan saya sedih.  Lagi baper ingat keluarga tersayang di Kendari

Semoga cepat pulih. Aamiin. Sekian.

Monday, January 11, 2016

Damai

Assalaualaikum.wr.wb.

Waah, sudah ganti tahun aja ya, tau-tau mama sudah meyingkirkan kalender tahun 2015 menjadi 2016. Time flies for sure. Tak seperti biasa, tahun ini saya tidak membuat resolusi, setahun kemarin emosi dan tenaga saya terkuras dengan perburuan beasiswa yang ujung-ujungnya terhambat waktu pengurusan visa. Eh, tunggu, cerita tentang ini sebenarnya ada di draft, tapi belum selese-selese soalnya tiap kali mau cerita bawaannya baper mulu sayah, hehehehe

Ya begitulah, karena sudah jor-joran setahun kemarin, saya berniat selow aja tahun ini. Menjalani hidup sesuai alur yang ditetapkan. Ini berlaku untuk semuanya, baik itu urusan sekolah, karir dan jodoh. Well, bicara tentang jodoh, pertengahan 2015 kemaren doa saya terkabul dong. Jadi setelah berabad-abad tenggelam dalam drama he loves me, he loves me not?, yang membuat saya stuck tidak bisa melihat orang lain selain dia, saya akhirnya capek dan menyerahkan semuanya ke Tuhan. Saya berdoa siang malam, kalo bukan dia orangnya, please, please, please singkirkan dia dari hatiku yang suci ini, *tsaaah....  tapi kalau dia memang untuk saya, maka mudahkan dan perjelas semuanya. Doa ini memang klasik, tapi kalo dipanjatkan dengan sunguh-sunguh, dari hati yang terdalam, bisa sangat menenangkan, lho. Artinya, kalau pun memang tidak seperti yang diharapkan, kita tidak akan terlalu kecewa, karena ini Tuhan loh yang menjawab, so pasti yang terbaik.

Nah, makanya ketika orang ini akhirnya tiba-tiba menghilang, literally... saya bukannya sedih ato duduk tergugu di pojok kamar, yang ada malah perasaan legaaaaa... Secara yaaa, capek kali bertanya-tanya sendiri tanpa kejelasan. Sepertinya perasaan saya menjadi rngan tanpa beban. Sejak itu, saya menjadi lebih santai dan nrimo menjalani hidup. Apapun yang terjadi itulah yang harus dijalani sebaik-baiknya. Benarlah para tetua pernah berkata, ikhlaskan urusanmu pada Allah, dan hatimu akan tenang. Sekian

Wednesday, December 02, 2015

G

Assalamualaikum.wr.wb.


Beberapa waktu yang lalu, iseng buka FB, lalu, di timeline nemu status seseorang dari jaman SMA yang sempat sedikit dekat. Bukan statusnya yang bikin penasaran, tapi lebih kepada penampakannya yang menurutku tiba-tiba (atau mungkin sayanya saja yang memang jarang intip FB lagi, :P). Jadi, secara otomatis, saya mengklik nama seseorang itu dan menuju wallnya dia.
Entahlah, tapi kok kepoin semua statusnya plus ngulik foto-fotonya bikin saya jadi baper, hehehehe. Dia, sejauh ini ternyata telah bermetarmofosis, dari pemuda yang agak “badung” menjadi pria yang jauh lebih dewasa dan berkharisma. Saya sampai pangling. Disini, saya semakin menyadari, jangan pernah menjudge seseorang dengan kejam, karena kita semua butuh proses untuk menjadi semakin baik dari hari ke hari. 

Saya ingat, bagaimana suka duka yang dialami orang ini. Dalam usianya yang sangat muda waktu itu, dia telah mengalami peristiwa yang menurutku lumayan pahit. Dalam beberapa bagian dari part itu, saya ada disana, turut beriringan dan memberi sedikit kekuatan. Kemudian perjalanan hidup menghamparkan jalan kami masing-masing, aku memilih pathku sendiri dia pun begitu. Dia dengan sengaja melanjutkan kuliah di Jawa dan saya tetap di Kendari. Pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya membuatnya memilih untuk tidak kembali ke kota kami dalam waktu yang lama. Seingatku, beberapa tahun dia bahkan tidak pulang untuk merayakan lebaran di Kendari.
 
Begitulah, waktu terus berputar tanpa terasa. Kesibukan dan beragam cerita baru mulai mewarnai lembar-lembar perjalanan hidupku. Kenangan tentang orang ini kian memudar seiring waktu. Sampai beberapa hari kemarin, saya mendapatinya di timeline FB. Ketika menelusuri wallnya, saya sempat tertegun lama. Terharu juga sebenarnya. Yah, dia telah berhasil berdamai dengan dirinya. Dia bangkit dengan gagah berani menjemput masa depan yang lebih baik. Pengalaman hidupnya telah membuat dia menjadi lebih kuat dan lebih dewasa. Dimataku dia telah menjelma menjadi pria yang sangat berkharisma.

Dari wall kamu, saya tahu kamu berada di Kendari saat ini. Let’s see G, apakah hidup akan mengantar kita pada pertemuan yang manis atau tidak… saya sih berharap begitu, bisa menghabiskan sore sebagai seorang sahabat lama, menyeruput teh dan berbagi cerita. Bukan untuk kembali ke masa lalu, tapi sekedar mengingatkan bahwa kita sebenarnya kuat menghadapi apapun.  Seperti kamu yang tidak menyerah.

Nah, terimakasih untuk tidak menyerah saat itu, G. Karena, saat ini entah bagaimana saya seperti dititik terlemah dan terjenuh dalam hidupku. Kehadiranmu yang tidak terduga membatk semangat untuk berjuang lagi…

Thursday, August 27, 2015

Road to Bristol

Assalamualaikum.wr.wb

Suasana di kantorku memanas. Biasalah, politik. Saya, seperti biasa memilih untuk tidak ambil pusing. Malas saja untuk ikut terseret arus debat tak berkesudahan. Masing-masing pihak merasa benar sendiri. Saya muak. Untunglah saya sudah tidak perlu lagi terlalu bersinggungan dengan hal itu sejak saya mengundurkan diri dari posisi sekertaris KUI.

Pada saat bersamaan, saya masih dipusingkan segala macam tetek bengek berangkat ke UK untuk lanjut sekolah. Saat ini saya sementara menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dalam aplikasi visa student (Tier 4). Letter of Sponsorship (LoS) dari LPDP dan CAS dari universitas sudah saya dapatkan. Saya juga sudah apply untuk university accommodation di Bristol. Untuk tes TB, saya berencana ke Jakarta Selasa depan.

Yang membuat saya galau adalah, permohonan pindah universitas saya, dari University of Aberdeen ke University of Bristol, belum diapprove oleh LPDP. Meski kata teman-teman, peluang dikabulkannya lumayan besar karena ranking uni tujuan yang baru jauh diatas uni yang lama. Namun, tetap saja ketidakpastian semacam ini sering membuat sensasi tak menyenangkan di perut. Pertanyaan tentang bagaimana jika saya sudah apply visa, sudah bayar IHS tapi ujung-ujungnya perpindahan ini tidak dikabulkan? Di sisi lain, jika saya harus menunggu persetujuan LPDP dulu, visa saya kemungkinan tidak terkejar. Duh.

Hal lain yang membuat saya berfikir adalah jarak Kendari-Jakarta yang harus ditempuh via pesawat yang tiketnya tentu tidak murah. Seandainya semuanya sudah jelas, saya akan sangat ringan hati memesan tiket dari sekarang. Yeah so pasti kalau pesan tiketnya sehari sebelumnya pasti akan sangat muahal. Rasanya sayang jika saya sudah memesan tiket untuk hari Selasa misalnya, namun pada hari Senin ternyata pihak LPDP mengirimkan penolakan pindah melalui email. Saya seperti berjudi saja rasanya.


Maka, jadilah sepanjang hari saya kelihatan tidak fokus. Kepala saya sibuk mengkalkulasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan bagaimana dampaknya pada rencana pengurusan visa saya. Teman-teman bertanya, saya jawab asal saja. Saya seolah hilang dalam dunia saya sendiri. Pada saat teman-teman saya sibuk "bergundjing" masalah politik yang terus memanas di kantor, saya hanya sibuk browsing soal akomodasi, dan hal-hal terkait persiapan keberangkatan yang lain. Maaf ya, Kawans, selain karena memang politik tidak pernah menjadi my interest, saat ini fikiran saya memang sedang ruwet, hehehehe.

Finally, saat saya menulis ini, saya sampai pada keputusan untuk tetap melanjutkan aplikasi visa saya apapun kemungkinannya. Saya tentu berharap pihak LPDP berkenan mengabulkan permohonan pindah saya, dengan demikian kemungkinan visa terkejar dalam waktu yang semakin singkat ini semakin besar. Namun, jika pun tidak, setidaknya saya sudah berusaha. Uang bisa dicari lagi, kataku membujuk diri sendiri. Setidaknya pemikiran seperti ini masih bisa saya tolerir dibanding menunda aplikasi karena menunggu keputusan LPDP (kalau akhirnya dikabulkan), yang akhirnya membuat saya tidak bisa mengejar aplikasi visa saya.

Well, kembali lagi saya bismillah sajalah. Maju terus sampai habis semua usaha, insyaallah hasil tidak akan menghianati usaha, katanya. Kalaupun tidak seperti yang saya harapkan, saya percaya Tuhan punya rencana yang terbaik...


Wednesday, August 26, 2015

Being Blue

Assalamualaikum.wr.wb.

Seharusnya saat ini saya sementara menghubungi PPI di Bristol, menyangkut urusan akomodasi saya. Planning keberangkatan tanggal 18 September, namun akomodasi yang cocok belum juga saya dapatkan. Saya lalu mulai menyalahkan mepetnya waktu keluarnya unconditional LoA dan jadwal perkuliahan. Huftness. 

Saya gundah dan gulana. Bingung mau mulai dari mana. Urusan visa sukses bikin puyeng. Waktu yang terbatas lagi-lagi tertuduh utamanya. Kalau sudah begini, mood saya seketika jadi unpredictable. Sebaiknya jangan dekat-dekat deh pada saat-saat ini. Senggol sedikit, bacok,,hehehehe. Kidding.

Untuk meminimalisir setress, saya jadi rajin ikut yoga. Lumayan bisa membantu mengurai kemumetan yang ada. Yoganya sih tiga kali seminggu, tapi tiap pagi saya latihan sendiri di rumah. Selain itu, saya mulai menuruti saran teman untuk mulai hidup sehat ala-ala food combining dsb. Awalnya masih malas-malasan, tetapi setelah beberapa lama, akhirnya malah ketagihan, hehehe.

Oke, menulis ini pun sebenarnya salah satu cara untuk menenangkan diri dari urusan mellow-mellowan sebelum pergi. Seperti subuh pagi ketika tetiba hadis subuh langsung loncat ke tempat tidur pace mace, bermanja-manja seperti jaman SD, ato seperti beberapa hari lalu ketika saya jadi sensi harus meninggalkan rumah.

Well, it is time for yoga now. bye...

Wednesday, July 22, 2015

Melepasmu Kembali, Bukan Sayonara

Assalamualaikum.wr.wb.

Hai, sapamu lewat senyum.
Aku membalas lewat binar mata yang tak bisa sembunyikan sukacita pertemuan.
Kita kembali berbahasa dalam diam yang ribut.

Dan waktu selalu singkat untuk kita.
Sayapmu mengepak kuat menerobos langit.
Membawa serta parsel harapan kepada Penguasa Arsy

Dan Garuda,
Tetaplah berkunjung sesekali
Sampai sayapmu yakin akulah rumahmu.