Showing posts with label album hidupku. Show all posts
Showing posts with label album hidupku. Show all posts

Wednesday, April 24, 2013

Alhamdulillah diterima beasiswa Stuned, Nuffic Nesso

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Alhamdulillah, ya Allah, nikmatmu tiada terkira. Hatiku masih berbunga-bunga, wanginya semerbak memenuhi semesta. Hari ini ada email menggembirakan dari NufficNesso yang mengabarkan diterimanya diriku pada suatu short course scholarship program. Jika tak ada halangan, kursusunya akan dilaksanakan pada bulan November 2013 di Ede, Netherland  selama dua minggu. Lampiran email tersebut bisa dilihat disini

Dalam email tersebut disebutkan bahwa aku harus melakukan konfirmasi tidak lebih dari satu minggu dari hari ini. Sebenarnya, seandainya saja saya juga tidak sedang menunggu pengumuman dari beasiswa ke University of Minnesota di US, yang kalau saya diterima, akan diberangkatkan pada bulan September 2013, akan sangat mudah untuk mengatakan ya, saya bersedia. Akan tetapi, saya dihadapkan pada pilihan yang menurutku cukup sulit. Disatu sisi, untuk beasiswa ke Belanda ini saya sudah pasti diterima, dan sekali saya bilang "ya" maka saya wajib untuk mengikuti semua konsekuensinya.  Tetapi, jika saya mengonfirmasinya, dan kemudian beasiswa ke MInnesota juga lulus, maka saya dihadapkan pada resiko lainnya. Membatalkannya setelah saya mengiyakan artinya saya harus membayar denda yang tidak sedikit.

Namun, jika saya menyatakan tidak dan ternyata beasiswa ke Minnesota tidak lulus, maka saya akan rugu dua kali, tidak berangkat ke Belanda dan juga ke Minnesota. Yah, saya paham, hidup adalah pilihan. Untuk itu, padamu, ya Rab, saya meminta petunjuk dan pesrah sebulat-bulatnya. Tolong jawab istikharahku ya Allah, tunjukkan pilihan terbaik untukku, amen...

Thursday, February 07, 2013

Another Promise from Pak Muslich...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Ini sudah hari Jum'at, dan dua hari lagi, saya kan kembali ke tanah Jawa untuk menuntaskan apa yang telah  dengan nekat berani saya mulai sat setengah tahun yang lalu. Maka agenda saya hari ini adalah menuntaskan semua cucian untuk dibawa serta, setelah itu ke kantor imigrasi untuk ngecek pasport sudah kelar atau belum (mudah-mudahan sudaaah), memastikan semua dokumen penelitian sudah lengkap semua, dan beli oleh-oleh buat teman-teman di Solo.

Seperti yang telah beberapa kali saya ceritakan di blog ini, saat ini saya sedang mengambil master

Wednesday, January 16, 2013

Malam Kemarin yang Sangat Hits

Asalamualaikum. Wr. Wb.
Yeeeeyeeeeyeeee... umurku bertambah lagi, sudah 28 per 15 Januari kemarin. Rasanya campur aduk. Senang, karena masih dikasih kepercayaan berjalan di bumi Allah ini dan masih dikasih kesempatan untuk bisa berbuat lebih bagi orang lain. Saya bersyukur kiranya hadirku di dunia ini mungkin masih  punya tujuan yang dapat melegakan beban orang lain.

Tetapi, ada juga galau yang membayang-bayang. Yeahh!!! apa lagi kalau bukan masalah status JOMBLO yang rupanya dianggap memprihatinkan pada usia ini. Ditambah lagi, baru 2 hari sebelumnya, seorang teman seperjuangan di kampus, yang diketahui selalu bersama-sama denganku, finally met her Mr. Right and decided to get married. ALhasil, kemana-mana saya ditanya: Tuh, ur soulmate, si Titin dah merid, dirimu kapan? walaaaahh...

Jadilah ultahku kali ini memberikan sensasi seperti naik roller coaster bagiku. Puncaknya adalah hari kemarin dari jam 5 sore sampe jam 10 malam. Sahabat, yang sudah kuangap seperti saudara, membuat acara kejutan yang manis untukku. Sederhana, tetapi sangat istimewa. Di mulai dari datangnya Daniel, lalu Adri, trus Maknyak Diah (the EO), trus Ucul, dan terakhir Mb Gida. Saya sebenarnya agak tak enak hati soalnya di rumah benar-benar lagi tak ada apa-apa. Seandainya saja mereka bilang mau datang, kan setidaknya bisa ada sesuatu yang dipersiapkan untuk sekedar makan-makan kecil.

Adri, Nope, Saya, Ucul, n Daniel


Seperti umumnya, ritual wajib ulang tahun, tiup lilin juga memeriahkan kejutan manisku kemarin itu. Barisan doa yang sudah sejak lama ku kirim kelangit, sekali lagi kurapal sungguh-sungguh dalam hati. Tetapi, baru mau ditiup itu lilin, si Adri malah lebih dulu meniup. Jadiii, OK diulang lagi. Tetapi kali iniiiii,, eeeh si Daniel ikut2an meniup lilin yang seharusnya kutiup. WAduuuuuuuhhhh,,, parah iniiiii,,, hehehehe, makanya pada kali ketiga, kuenya saya bawa jauh-jauh dari dua mahluk itu agar doa minta kemudahan thesisku juga doa minta dipertemukan dengan my Prince Charming bisa terwujud.. :P

Lalu, seperti yang sudah-sudah, bersama mereka tidak pernah membuatku bosan. Selalu adaaaa saja bahan untuk dibicarakan. Selalu ada saja sesuatu untuk di "calla', dan ditertawakan. Tidak terasa tahunan telah berlalu untuk kami, alhamdulillah sekali rasanya masih bisa merasakan kualitas kebersamaan seperti ini, keakraban yang tidak berkurang takarannya seperti masa kuliah dulu. Maka, rasa syukur ku panjatkan padamu, Ya Rabbku sayang. Terimakasih telah mengirim mereka untukku, terimakasih telah memastikan aku tak akan pernah sendiri, bahkan pada saat-saat terputus asa dalam fase hidupku. Setidaknya ketegangan akibat thesisku bisa mereda pada akhirnya.

Well, pantaslah kiranya the biggest appreciation goes to Diah, my dearest maknyak for the hit nite... ^^
I seriously think that you should be the real EO...

Monday, August 23, 2010

Sejumput kisah ketika masih SMP

Hatiku sedikit berdesir ketika membaca salah satu postingan temanku si Diah tentang masa2 SMPnya. tanpa ketok pintu pun kenangan2 itu berebut memenuhi fikiranku, sedikit mengaburkan layar monitor komputer di depanku, dan menyayupkan suara2 disekitarku. Begitu kuatnya desakan itu mengggodaku, hingga hatiku pun menyerah dalam cumbuan indahnya masa SMP. Tanpa buang banyak waktu, kutarik mesin waktuku. ku nyalakan meisnnya, ku ketik password, dan ku masukkan tahun 1996. Yes, kisah ini bermula pada tahun itu... siapkah kalian kawan??? inilah kisahku, here we goooooooooooo.....(semoga kau mendengar deru angin yang melesat cepat...)

1996
"hup!!" kita mendarat dengan selamat, kawan. tepat didepan rumahku yang sederhana itu. Waktu itu masih ada pohon jambu putih disamping rumah yang terus menerus berbuah, terus menerus memanjakan kami, terus menerus mengundang burung2 kecil untuk bernyanyi. Dia tidak keberatan didahannya bergelantung ayunan buatan bapakku yang sering ku kendarai dengan ugal2an. Dia begitu baik hati, kawan. Ah, indahnya...

"Sssstt.. jangan sampe ketahuan, yah.. ntar bisa merubah sejarah.. (wkwkwkwk...)

Tampak si Ririn kecil dengan tas ransel usang warna merah yang bergambar batman berseragam putih merah baru saja pulang dari sekolah. DIa tak bersepatu (bukannya tak punya sepatu, tapi sepatunya dia lepas saat pulang sekolah. Ini kebiasaan yang selalu dilakukan bareng teman2nya ketika musim hujan tiba. Yah, berbecek2 ria adalah hobi mereka saat itu. Boreng2 dikakinya pun menjadi saksi semua itu.

"assalamualaikuuuuuuummm" teriaknya dengan suara cempreng
"walaikum salamm" jawab si mama
"ma, saya mau masuk SMP 1, boleh ya?" si Ririn kecil bertanya tanpa pernah tahu SMP 1 itu yang mana dan kayak bagaimana. Yang dia tahu kakak kelasnya pada ingin masuk kesana. (ikut2an mode: ON)
"boleh aja sih, tapi bisa gak kamu masuk kesitu? gag sembarang lho yang bisa masuk kesitu. Lagian kamu kan masih kelas lima, nak. sekolah kamu juga kalo tidak salah bukan rayonnya SMP 1" (waktu itu sistem rayon masih berlaku)
"biar aja, Ma. Yang penting saya mau sekolah disitu. Kalo gag disitu gag mau sekolah"
"MM.. terserah kamu saja deh"

Seminggu setelah itu, sang mama pun membawa kabar yang sempat membuat dunianya yang damai, mengalami gempa. Kata sang mama dia mau dipindahkan ke sekolah baru. Yaitu di SDN 25 Kemaraya Kendari. Dengan panik dia mengingat2 kesalahan apa yah yang sudah dilakukannya Di SDN 2 MAndonga (sekarang namanya jadi SDN 8 MAndonga) sampai harus dikeluarkan dari sekolah. Seingatnya terakhir kali di marahi guru waktu berantem sama teman sekelas, tapi kan itu dah beberapa bulan yang lalu. Lalu dia teringat pr2 yang tak dikerjakan, tapi masa sih karena itu. Kan biasanya kalo gag kerja pr, paling kena jewer guru atau dijemur di tiang bendera. Atau karena kedapatan coret2 tembok? bukan cuma dia kok yang begitu, lalu apa ya?

"kok bisa, ma?"
"lha, kan kamu yang mau"
"saya?" (menunjuk hidungnya yang gag mancung)
"iya, kan katanya kamu mau masuk SMP 1? gimana sih?"
"emang harus pindah sekolah, ya?"
"iya. SD kamu yang sekarang bukan rayonnya SMP 1"
"Kapan pindahnya, Ma?"
"Senin Depan"

WAduh, ini kan hari kamis, berarti.... Tinggal 2 hari lagi waktunya disekolahnya yang sekarang. Si Ririn kecil lalu masuk kekamar, menangis diam2. Tiba2 kok semua teman2nya langsung terlihat baik semua, musuh2 kecilnya berubah jadi gag jahat lagi dimatanya, oh betapa ternyata dia menyayangi segalanya di sdnya yang sekarang. Kok rasanya, masa berantem dengan si Serly begitu tak ingin dia tinggalkan, berbecek2 ria dengan temannya dikala hujan, menangkap berudu2, semuanya begitu indah, semuanya begitu berkesan...

Tapi, si Ririn kecil sudah bertekad untuk sesuatu yang bahkan dia gag kenal. Dia akah hadapi perpisahan itu. Dua hari yang tersisa dia pakai untuk pamit ke temannya dan berusaha menciptakan akhir yang indah... (semua memang terasa indah, karena teman2nya pada gag rela dengan kepindahannya. Itu bukti bahwa mereka telah melalui hari2 bahagia bersama)

Si ririn kecil pun melewati setahun di sekolahnya yang baru, bersama teman2 baru yang sangat jauh berbeda. Kalo di SDnya yang lama teman2nya bersikap layaknya anak2 sd, di sekolahnya yang baru sama sekali lain. Teman2nya pada imut tapi boros di fashion. ANak kelas 6 Sd sama saja dengan anak SMP kelas 3. Mereka pun dah mulai kenal Pacaran, OWEMJEYYY... kalo di SDnya yang dulu mereka megoleksi wayang, baju2, maka disini teman2 barunya mengoleksi kertas surat, stiker2 tweety, winni the pooh yang cantik, dan juga PARFUM! Mereka juga sudah pakai BEHA lho! benar2 potret mini dari SMPN 1 Kendari. Si Ririn kecil yang "anak kampung" itu pun terhenyak, rupanya dia memang belum mengenal apa yang dia mimpikan...

Setahun berlalu, dan berkat usahanya, dia berhasil masuk di sekolah favorit itu. Ospek pertama pun menyambutnya. Dia terbelalak menyaksikan keganasan senior2nya. sekaligus terpesona pada kepintaran dan kecantikan serta kegantengan mereka. Mereka tampak berwibawa, dan memiliki aura pembunuh (hehehe). Satu persatu disaksikannya teman2 sdnya dibantai habis2an karena kesekolah memakai rok mini, dan di rambutnya bergelayut aneka aksesoris yang bikin iri panitia ospek, di kakinya terpasang sepatu yang harganya cukup buat jajan setahun. Semuanya disita oleh mereka. katanya Kalau kesekolah gag boleh bergaya! Si RIrin kecil terdiam iba melihat derita sekawanannya.
Dia prihatin melihat satu persatu jepitan mickey mouse, winnie the pooh, dan tweety itu terenggut. PAdahal, ketika melakukan hal itu, rambut si kakak kelas pun peuh dengan aksesoris serupa.

Seminggu di ospek ternyata tidak hanya berisi cerita miris, Si RIrin kecil juga mendapati dirinya bahagia dalam masa itu. Matanya dimanjakan oleh wajah2 kakak kelasnya yang kinclong abis. Perpaduan kepintaran, ketajiran, dan kegantengan. Mmm.. si Ririn Kecil naksir salah satu dari mereka, hwhww

Ospek berakhir, kekerasan panitia berakhir, dan saatnya penentuan masuk kelas yang mana. Untuk itu diadakan tes kemampuan. Dari pengumuman di tiap kelasnya si Ririn kecil mengetahui bahwa dia di kelas 1.2, dimana yang jadi kelas unggulan adalah kelas 1.5. DAn itu artinya, dia akan bersama dengan teman2 dari kasta yang termsuk rendah di bidang otak, hehehe tapi tak mengapa, yang penting mimpinya telah terwujud, jadi bagian dari SMP 1 Kendari.

Atmosfir di kelas itu lumayan menyenangkan. Dengan cepat si Ririn kecil mendapatkan teman. Tapi tak semua bisa menjadi teman. Sudah jadi rahasia umum kalau di SMP 1 ini tempatnya anak2 yang ortunya tajir abis. Salah satu teman kelasnya adalah Werika alias OKI yang notabene anak walikota pada waktu itu. Oki orangnya supel, baik, cuek dan cengengesan. Dia juga tak pilih2 teman. lalu apa masalahnya? masalahnya adalah, orang2 yang ingin berteman dengannya itu. Mereka, sesama anak pejabat tak senang jika bergaul dengan orang dari kasta yang tak sepadan. Jadilah terdapat tiga tingkat kasta pada kelas itu, dan juga kelas2 lainnya, high, midle, and lower class. Si Ririn kecil belongs to midle class.

hari2 yang dilalui penuh dengan kisah2 seru. Layaknya sebuah cerita, selalu ada tokoh antagonis dan protagonisnya. Dan karena yang menulis blok ini adalah RIrin yang dah besar, maka semau2nya lah dia menjadikan Si RIrin kecil sebagai tokoh protagonis, dan Si A** sebagai tokoh antagonis (sebenarnya kecil banget kemungkinannya si A** baca postingan ini, tapi biarlah namanya kusamarkan, biar kesannya lebih gimanaaa gitwuu,, hehehe).

jadi dikelas itu memang si A** paling nyebelin sedunia. Suka menghina, suka pamer, padahal ortunya gag tajir2 amat. semua agak takut cari masalah sama dia. Tapi temen2 sering sekali menggosipkan dia dibelakang. Si A** dulu ketahuan suka sama seseorang yang si Ririn kecil juga suka namanya i***. Hanya saja Si Ririn pintar menutupi perasaannya dia. Jadi ceritanya, suatu hari, si A** rupanya nekat mengirim surat sama si I***, dia menaruh suratnya di laci meja sebelum orang2 pada apel, nah si Ririn yang doyang banget telat ini, kebetulan datang belakangan. Dia berlari masuk kelas untuk menyimpan tasnya. Tapi pas nyimpen, ada amplop yang jatuh dilantai. refleks aja dia ngambil, dikiranya surat sakit dari temannya, tapi gambar mickey mouse di amplop itu bbercerita bahwa itu pasti bukan surat sakit. Tidak satupun surat sakit dikirim dengan amplop bergambar mickey and minny mouse sedang berciuman. Karena curiga, Si rirn menyelipkan amplop itu ke dalam saku roknya.

Sepulang sekolah, si Ririn kecil dan sahabatnya yang bernama Veby membaca surat tersebut dan menemukan bahwa itu surat cinta dari si nenek sihir A** kepada si Prince Charming I***. Seketika, terciptalah skenario balas dendam. Besoknya si ririn kecil yang jarang sekali bangun pagi, dah nongol di kelas pada jam 6 teng. Masih belum ada satu siswapun dikelas 1.2. dengan sigap si Ririn kecil lalu menempelkan surat cinta monyet tersebut di papan tulis. Ya, di papan tulis, lalu dia meninggalkan kelas tanpa menyimpan tas sekolahnya. Dia tidak mau meninggalkan jejak. Tetapi ketakutan menghantuinya dengan kuat. Tanpa babibu, dia kembali ke kelas dan mencopot kembali surat itu. Diletakkannya surat itu di tempat seharuanya ia berada. Di laci meja I***. Hufff

Apa yang terjadi kemudian adalah si I*** marah sambil membentak2 si A**. Dia marah karena merasa malu, hihihi... seisi kelas menertawakan A**. Tindakan si I*** mengobati luka banyak orang, Si Ririn kecil diantaranya, hehehe... Vebi dan Ririn bertukar pandang bahagia.

Naik dikelas dua. Kelas 2.4. dimana yang jadi kelas unggulan adalah 2.3, disusul 2.6, lalu 2.2, lalu 2.4, lalu 2.5 lalu terakhir 2.1. Ririn rupanya tetap berjodoh dengan A** dan veby, tapi tak lagi berjodoh dengan I***. Dan rupanya cinta monyet ririn untuk I*** memudar seiring waktu. Bersamaan dengan munculnya sosok baru yang diam2 dikaguminya bareng veby. namanya J***

Naik kelas tiga, pun ternyata masih berjodoh lagi sama A** dan masih berjodoh dengan veby. masuk dikelas 3.2 dimana kelas unggulannya 3.6. Tidak banyak cerita yang terlalu menarik perhatian sampai dia datang.kalau sebagian orang merasa prihatin dengan kasus kerusuhan Ambon, tidak bagi Ririn Remaja. Baginya Peristiwa itu membawa berkah untuknya. Yah, karena insiden berdarah itulah yang membawa dia ke kota ini. Dia mengungsi di Kendari bersama keluarganya. Namanya H****. Tinggi menjulang, baik hati, cool, jago main bola, pokoknya dia memenuhi semua kriteria cowok2 dalam komik. Dan, si Ririn Remaja jatuh cinta. Cinta yang sangat dalam dan lama. Bahkan sampai aku masuk universitas pun, belum ada yang mengalahkan kilaunya.

--------------------------------------------------------------

Aku tahu postingan ini panjang kawan, tapi biarlah aku bernostalgia dengan kenangan masa SMP yang mengesankan ini. Yang bisa aku ceritakan adalah hari2 di SMP begitu menyenangkan, penuh warna, dan meskipun ceritanya complicated, endingnya selalu bahagia. Takkan terlupakan hari2 yang selalu di setrap satpam lantaran terlambat, (aku dikenal satpam lantaran seriiiiiiing banget terlambat, hehehe) hari2 menjadi pengagum rahasia, hari2 berebutan jajan di kantin, semuanya bahagia....

thx for diah, atas undangannya mereguk lagi madu kenangan ini, dan maafkan aku yang tak tahu bagaimana caranya mentag dirimu, hehehehe.. you get your new task, teach me tagging people, hehehehe...