Monday, September 01, 2014

Roller Coaster Feeling (AGAIN)

Assalamualaikum. wr.wb.

Sebelumnya saya pernah posting tentang gimana rasanya diangkat tinggi-tinggi trus tanpa aba-aba 1,2,3 cheers (eh?), langsung dihempas kebumi tanpa ampun. Ya gitu deh, sekarang ini saya mengalami itu lagi. Kemaren (beberapa bulan lalu maksudnya), saya mengirim berkas aplikasi AAS untuk batch tahun 2015/2016. Sebelumnya saya dinominasikan oleh Anne Marrie (austrainer yang bertugas di kampus saya), sebagai salah satu Ph.D candidate. Saya pun sebelumnya telah diundang (dan saya dengan senang hati datang) untuk mengikuti workshop penulisan proposal penelitian di Jakarta. Workshop ini bertujuan untuk menambah ilmu kanuragan dalam "menjerat" calon supervisor, hehhehe. Overall, workshopnya sangat worth it lah, selain segala sesuatunya mulai dari tiket dan akomodasi yang diatas standar saya ditanggung pihak AusAid, ilmunya juga OK pake banget, plus banyak obat mata (baca: abang2 ganteng berkacamata, berkemeja rapi namun lengan digulung, berlensungpipit, dan bersuara syahdu, pokoknya sebelas duabelas dengan AFgaan, #eaaaaa).

My room at Morrisey Hotel

Breakfast


Naaah, pulang dari workshop, perburuan supervisor pun dimulai. Jalannya ga mulus sama sekali, karena kerjaan yang datang silih berganti, belum lagi kena Lee Min Ho syndrom, dan penyakit MALAS. SIngkat cerita, tinggal seminngu sebelum deadline, dan saya masih belum berhasil mendapatkan supervisor. Saya mulai panik cantik. Pasalnya, K Rahma, dan P Ali sudah pada dapat dan saya masih tangan kosooong,, hiks. Parahnya, saya mulai bersoud'zon sama mama yang sedari awal kayaknya ga relaaaaa bgt melepas anak menawannya ini (yang mo gampar, kulo nuwuuun, :P) ke negeri orang sebelum berstatus istri dari seorang lelaki baik hati, tidak sombong dan ramah lingkungan, hehhehe. IYa, akhirnya tiap pulang kantor dan bertemu beliau, tanpa tedeng aling-aling saya "menuduh": "Ma, pasti mama yang doakan nda lulus ttooh?" yang selalu dijawab beliau dengan jawaban diplomasi yang intinya, biarpun mama doakan nda lulus kalo takdirmu di sono, lulus ji itu, huaaaaaaaaa berarti benaaar, mengapaaa ohh mengapaaa (gampar miyyy).....

Ketika saya sudah hampir putus asa, megap-megap ditengah lautan harapan, tetiba saya merasakan "tangan-tangan ajaib" kembali menolong saya. Adalah seorang teman atas nama P Patta yang ketika saya berkeluh kesah perihal supervisor ini, memotivasi saya agar tidak menyerah. Dia menceritakan pengalamannya melamar ke hampir 50 supervisor dan ditolak sampai akhirnya dia menemukan satu yang khilaf, hehehhe. AKhirnya dengan semangat yang sudah sampai diubun-ubun, saya dengan kalapnya mengirim permohonan ke hampir 20 supervisor pada waktu yang bersamaan. ALhamdulillah, dalam waktu 2 hari, saya berhasil mendapatkan 4, sau dari University of Tasmania, Uni of SOuth AUstralia, Griffith Uni dan Uni of Victoria. Ketika mendapat email-email positif itu, hati saya penuh dengan perasaan positif. Bahagiaaaa banget. Sekali lagi, saya bersyukur karena memutuskan tidak menyerah pada detik-detik terakhir.

Tetapi, perjuangan tidak berhenti sampai disitu, pengisian form aplikasi ternyata juga menguras tenaga dan fikiran. Bukannya tidak pernah mengisi form sebelumnya, tetapi entah mengapa, kali ini terasa beda. Ada gemuruh dan ekspektasi yang lebih pada program ini. Entahlah, saya hanya merasa HARUS LULUS, at least sampe wawancara dan tes IELTS. Karenanya, saya meminta bantuan Anne Marie untuk menjadi proofreader untuk aplikasiku ini. It was really frustrated, to be honest. Anne insisted that I had to give my best on it. Yet, in the end, I feel it was really worth it deed. Dan dengan ucapan bismillah, aplikasi itu ku kirim.

Pengumuman kelulusan seleksi berkas dan pemangilan wawancara dan tes IELTS dijadwalkan pada bulan Desember. Tetapi, beberapa minggu yang lalu, saya mendapat telepon dari Mba Devina yang menanyakan berkas saya apakah sudah dikirim atau belum (hal ini hanya berlaku bagi PHD candidate yang dinominasi dari Austrainer, kalau pelamar biasa pasti langsung didiskualifikasi). Saya bilang sudah, dan beliau minta nomor resi. Saya pun mengirim resi itu via email yang dijawab beliau bahwa berkas saya sudah diterima, dan statusnya complete eligible untuk mengikuti proses selanjutnya dari proses seleksi AAS.

Email dari Mb Devina


Sontak, saya bersorak gembira. Yang saya yakini adalah bahwa itu artinya saya lulus berkas dan berhak mengikuti wawancara dan tes IELTS. Saya pun segera ember kepada saudara dan sahabat terdekat saya. Berita itu pun menyebar perlahan namun pasti ke keluarga dan kolega saya. Ucapan selamat baik dilayangkan via sms, telepon mapun secara langsung ketika cipika cipiki. Saya pun mulai mebayangkan BALI. bagaimana saya akan mehabiskan beberapa hari disana, pokonya, intinya, saya dilambung keatasssss... wuataawwww....

Namun..... email dari Anne Marie yang dia forward dari Mba Nindya (staf AUsAid) dalam sekejab menghmepas saya kembali kebumi dengan kejamnya (LEBAY). Di email itu saya menyadari bahwa saya dan mba Devina sebelumnya telah "beda keyakinan" dimana saya yakin tahap selanjutnya adalah wawancara, sedangkan maksud mb Devina adalah seleksi apakah saya berhak ikut  wawancara  atau tidak, hiks...

Email yang menghempaskanku kembali ke bumi


Saya seakan terkena syndrom lumpuh-layu. Perasaan seperti habis nak roller coaster. Naik Turun secara ekstrim. Yang terburuk adalah menimbang-nimbang bagaimana saya harus menjelaskan kepada teman-dan saudara saya????? saya dilanda galau selama 2 hari sebelum akhirnya memutuskan jujur saja, hajar sajalah pokoknya. Dan begitulah, sekali lagi saya patut bersyukur karna dianugerahi saudara dan keluaga yang top markotop dah. Awalnya saya kira mereka akan mengasihani saya atau apa, tapi ternyata, mereka hanya tertawa seolah itu bukan masalah dan meyakinkan saya bahwa memang itu bukan masalah. I really love how they say: "Anggap saja doa, Rin".. Begitu saja dan masalah pun selesai.

Yeaaah, saya sudah curcol cukup panjang, pals. Intinya, saya tidak menyesali segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya, kecewa, senang, semua ada tujuannya semua ada hikmahnya. Ada beberapa butir pelajaran berharga yang saya petik dan akan saya tanam dari pengalaman ini : Baca email baik2, pahami dan renungkan, pahami dan renungkan lagi.. jangan langsung ditelan mentah-mentah, dan jangan EMBER dulu sebelum semuanya jelas, hahahaha

Wassalaaaammm... mohon maap atas segala typo yang bertebaran... :P





Tuesday, March 25, 2014

Pagi yang Menakjubkan

Assalamualaikum. Wr. Wb

Hari ini pagi mengikutkan hujan dalam hadirnya.  Aku menatap takjub dari balik jendela.  Kehangatan dalam selimut dan perasaan relax membuat semuanya indah.  Hari ini tak ada kelas. Alhamdulillah seharian bisa istirahat juga akhirnya.  Sejak kemarin-kemarin rasanya seperti penyiksaan.  Meler yang berkepanjangan disertai batuk ketika harus berdiri cantik di depan kelas,  dengan tatapan haus ilmu dari mahasiswa itu sama sekali bukan hal yang membahagiakan.

Well,  menuruti hukum keseimbangan (ini beneran ada gak ya?  Hehheh), sejatinya semua hal mendapati porsi yang seimbang.  Antara kerja dan istirahat juga harusnya begitu.  Ku akui beberpa bulan terakhir,  aku agak menyepelekan istirahat.  Bukan sok sibuk,  sih. Banyak juga yang lebih padat jadwalnya dariku,  kan?  Tapi begitulah,  mungkin aku tak setangguh mereka dalam hal fisik.  Tidak heran karena kebiasaan pilih2 makananku berdampak pada kurang sehatnya fisik.  Yeah,  tambah lagi daftar 'things must done'ku tahun ini,  usahakan makan sayur,  buah dan ikan lebih banyak dari sebelumnya.

Karena hari ini tak ada kelas,  aku memutuskan memanjakan diri dengan istirahat seharian dan memastikan asupan gizi yang manusiawi. Semoga aku bisa lekas pulih sebelum tanggal 1 april nanti.  Alhamdulillah,  beberapa hari yang lalu,  dapat email dari Ibu Diwya,  yang kerja di AusAid,  yang mengundang para nominated phd candidates untuk ikut workshop penulisan proposal research di hotel Morrissey,  Jakarta.  Thanks to Anne Marrie,  who has nominated me to the AAS selection commitee.  Kesempatan ini tentu saja tidak boleh dilewatkan begitu saja.  Selain ilmunya sangat penting bagi saya yang notabene seorang dosen,  urusan akomodasi dan tiket perjalanan pulang pergi juga akan sepenuhnya ditanggung oleh AusAid.  Jadi,  sayang banget kalau harus gagal karena sakit.

Hmm. .. Awan telah tuntas menurunkan tetes terakhirnya.  Aroma ikan bakar dari dapur sukses membangunkan cacing2 di perutku.  Saatnya melempar selimut dan menyerbu ruang makan,  hehehhe.  Well,  semoga hariku dan harimu menyenangkan,  pals. ...

Nb: to my Garuda,  thx for coming in my dream again.. That's enough to make my day :)

Sunday, March 23, 2014

Masih Tentang My Garuda

Dalam tidurku pada seharian ini,  aku memimpikanmu.
Begitu membahagiakannya sehingga membuatku ingin memaki siapapun itu yang tadi menelponku.

Wednesday, March 19, 2014

Dreamer

Banyak yang menganggap bahwa lagu atau musik tertentu adalah sebuah pensieve yang dapat membuat kita dapat melihat kembali kenangan dengan sangat jelas. Ada juga yan mengibaratkannya seperti mesin waktu,  yang dapat membawa kita kembali ke masa lalu.  Saya trmasuk salah satu yang mempercayai itu.  Makanya,  saya tidak pernah bisa lepas dari musik.  Saya merawat file lagu2 saya dengan sangat baik.  Kapan pun saya ingin kembali ke memori masa lalu,  saya tinggal memutarnya,  dan haaap! !! saya melayang ke masa dulu.

Sekarang ini,  sang pemimpinya gigi sedang menghentak ruang dengarku.  Tanpa terantisipasi,  sosok garudaku menjelma nyata dihadapanku.  Senyumnya seakan mengejek menantangku.  Tangannya melambai-lambaikan formulir aus aid dan new zealand tepat di depan hidungku.  Yeaah,  kesibukan beberapa hari ini memang sempat membuatku menyingkirkan formulir2 itu hingga ke laci paling bawah.  Kini,  setelah urusan sudah sedikit longgar,  aku malah keenakan mengacuhkan mereka.

Padahal,  si Anne Marrie (AusTrainer dari AusAid) telah mengirimkan nominasinya untukku. Aku beruntung,  walau tidak aa jaminan sama sekali bahwa aku akan pasti lulus dalam penawaran kali ini,  tapi paling tidak,  peluangku sedikit lebih besar dari tahun tahun sebelumnya.  Lalu,  mengapa aku seperti dirundung malas untuk mengisi formnya? Well,  alasan kesibukan yang sempat menguras waktu dan tenaga itu tentu tidak apat dijadikan alasan.  Aku ingat Garudaku pernah,  sambil tersenyum yakin,  mengatakan bahwa mimpi,  kalau tidak diperjuangkan sampai titik darah penghabisan,  bukanlah mimpi.

Aku tidak tahu bagainana semesta bekerja,  tapi rasanya selalu ada tangan2 kasat mata yang trus mengingatkan,  mengarahkan dan membangunkanku dikala malas datang mengikat tanpa ampun. Dalam hal ini,  sang pemimpinya gigi dan sosoj garudaku adalah mercusuar yang mengarahkan jalanku ketika mulai menyimpang.  Dan,  dengan semangat baru,  aku menarik formulir2 itu.  Wish me luck,  pals. ..

#teruslah hidup garudaku,  you wont know how you meant for me

Friday, March 14, 2014

Shadow

Hey,  what is this?
I feel butterflies in my stomach everytime I see you
Dunno when exactly this strange feeling started
But,  I am starting to anticipate meeting with you,

My Garuda,  last time I checked,  was atill there,
O God,  this funny feeling turns me crazy
Should woman falling for more than one man be categorized into bitch?
Well,  it seems nightmare will haunt me this whole night. ..

Tuesday, March 11, 2014

Hey, I Miss You

Assalamualaikum wr wb.

Beberapa minggu terakhir,  aku seperti terkena karma.  Aku mulai menyukai beberapa hal yang dulunya ku benci seengah mati.  Film korea salah satunya.  Dulu,  aku selalu yang paling sewot ketika adikku cengengesan tidak jelas demi melihat Lee Min Ho seharian. Aku selalu memandang sinis film2 korea,  dari bahasanya dari alurnya yang gampang tertebak,  dll dll

Kini,  aku seperti kualat akan serapah yang pernah ku lontarkan.  Giliran aku yang sekarang habis di calla karena doyan korea oleh adikku.  Semua bermula dari serial the heirs. Aku seketika jatuh pangling pada Lee min ho itu.  Lalu,  mulailah aku dengan rakusnya melahap beberapa serialnya yang memang sudah ada dari dulu di hardiskku (adikku banyak menyimpan koleksi film koreanya disitu). Aku ibaratnya sedang mengidap demam Lee min ho,  hehhee.  Apalagi dalam serial City Hunter.

Sosok Lee min hoketika masih di Thailand lah yang membuatku seperti terbius.  Bukan apa2, hanya saja sosokdan gayanya sangat mengingatkanku akan seseorang.  Aku menyebutnya Garuda.  Perawakan yg tinggi dan tegap juga rambut yang sedikit gondrong itu benar2 mirip dengannya. Maka,  makin menjadi cotalah aku pada lee min ho ini karena disaat aku tak bisa lagi sesering dulu menatap Garudaku,  setidaknya kerinduanku padanya sedikit terobati oleh pria korea ini.

Ah ya,  Garudaku,  how are you?  Looooong time no see.  Hari ini,  di kendari hujan datang di sore hari.  Katamu waktu itu kau selalu suka hujan di sore hari.  Aroma tanah basah setelah disengat kering seharian membuatmu selalu ingat rumah,  selalu ingin pulang.  Aku ingat kita sangat senang berbicara mengenai rumah. Rumah impian yang terbuat dari cinta dan kasih sayang. Rumah tempat menghabiskan hari tua dalam damai.   Dan,  membicarakan itu denganmu selalu membuat hatiku hangat meski aku juga tak yakin apakah rumah yang kau impikan melibatkan aku di dalamnya atau tidak. Yang pasti,  sepertinya Kita sedang berbagi rahasia setiap membicarakan itu,  dan aku merasa istimewa karenanya.

Hey,  Garudaku i miss you. I really do.

Monday, March 10, 2014

The Netherlands, First Day part 1

Dalam aksen melayu yang kental,  kru pesawat Malaysia Airlines mengumumkan bahwa kami akan segera mendarat di Schipol dengan suhu 2 derajat.  Sekilas ku lihat posisi pesawat di layar,  yah posisinya tepat di atas titik merah yang bertuliskan Schipol. Krasak krusuk penumpang mulai merapikan barang bawaannya.  Aku memutuskan duduk manis dan tenang.  Toh barang bawaanku cuman tas kecil dan novel. Waktu itu jam menunjukkan pukul 6 pagi waktu Amsterdam.  Beda 7 jam dengan kendari yang saat itu pasti sudah jam 1 siang.

Aku turun dari pesawat dengan perasaan lega dan gugup.  Lega karena setelah 12 jam akhirnya bisa menapak bumi lagi,  hehhehe.  Bersama dengan ratusan penumpang lain aku bergerak menuju tempat pengambilan bagasi. Namun, ada kendala di bagian imigrasi.  Seorang petugas berbadan tegap dengan tinggi kira2 lebih dari 2 meter memintaku ikut dengannya.  Wah,  hatiku sempat ketar ketir juga.  Aku teringat beberapa cerita teman yang sempat 'nyangkut' di imigrasi ketika di luar negeri.

Celingak celinguk tidak jelas di bangku antrian, I noticed that many Asian citizen were also asked for further confirmation.  Ada sekelompok pelajar dari China yang hampir nangis menjelaskan sesuatu kepada petugas dengan bahasa Inggris yang pas-pasan,  ada seorang remaja (mungkin anak kuliahan)  dari jepang yang tampak cool dengan gadjetnya,  ada orang vietnam yang komat-kamit di telepon kantor imigrasi,  berbicara pada keluarga atau rekannya untuk datang karena ia sama sekali tak bisa bahasa Inggris maupun Belanda.  Daaaan alhamdulillah,  ternyata ada juga ternyata dari Indonesia.  Aku tahu dari namanya ketika di panggil,  Sri handayani.  Horeee aku tak sendiriiii. .

Dari pada bete menunggu panggilan,  aku memanfaatkan koneksi internet di bandara dan menghubungi temanku,  ibu ely yang sudah lebih dulu berangkat ke sini.  Aku menceritakan padanya bahwa aku telah sampai di Belanda namun trrhenti karena masalah imigrasi.  Beliau menyarankan untuk tetap santai,  yang penting surat2 lengkap semua.  Dan begitulah,  karena kartuku otomatis terkena roaming setibaya di sini,  aku memutuskan tidak menghubungi keluargaku. Lagian aku takut hanya akan menambah kekhawatiran ibuku yang memang sedari awal agak seengah hati melepasku ke sini. Hanya dengan sahabatku Aminah,  aku menumpahkan kekhawatiran. Dia dan aku berkomunikasi lewat WA,  jadi bisa gratisan,  hehheh. 

Kegiatan WAku dengan aminah terhenti saat mbak Sri keluar dari ruang introgasi.  Akupun mendekat dan memperkenalkan diri.  Mba Sri ternyata dari Bali.  Dia,  seperti juga aku baru pertamakali ke sini.  Kalau aku dalam rangka belajar,  dia dalam rangka bertemu suami yang notabene kompeni asli.  Kami pun ngobrol-ngobrol sambil menerka-nerka mengapa kami ditahan disini.  Ternyata,  tadi mba Sri juga ga dibeti penjelasan lasti mengapa ia ditahan.  Ia hanya diminta menghubungi keluarga suaminya.  Selang beberapa menit,  datanglah suami dan ibu mertuanya.  Wowww. . aku langsung disuguhi pemandangan romantis dan mengharukan.  Adegan romantisq seperti di film2, di mana mba Sri berlari ke pelukan suaminya,  berputar putar an diakhiri dengan ciuman mesra.  Awwww. . mari tutup mata. ..

Melihat pertemuan kembali keluarga itu,  akupun tahu diri.  Menjauh sedikit,  memberi ruang bagi mereka.  Dalam hati,  aku sempat sedih juga sih,  karena keluarga si Vietnam juga secara hampir bersamaan datang,  dan brpelukanlah mereka.  Si jepang dan China akhirnya 'dilepas' juga.  Tinggal aku seorang diri dalam sunyi,  tertunduk layu,  meremas jemari,  oooh Mengapah?  Mengapah?  (Lebay,  hahahah). Gag ding,  ga gitu juga kok,  karena ibu mertua mba Sri asli baik banget,  dia menyapaku dan mengajakku minum kopi bareng.  Kopinya didapat dari petugas imigrasi yang dengan ramah menawarkan kami kopi dan roti. Dari pada duduk sendiri,  akupun bergabung dan ga sampai beberapa detik kami telah larut dalam canda tawa,  hmm love is everywhere,  isnt it? Masih larut dalam obtolan hangat dengan mereka, seorang  petugas wanita menghampiriku,  katanya aku sudah bisa pergi.  Sambil merangkulku dengan hangat ia meminta maaf akan adanya ketidaknyamanan ini. Setelah pamitan dengan keluarga Mba Sri,  aku bergegas ke tempat pengambilan bagasi, hanya ada koperku yang berputar2 disitu,  yihuyyyyy aku bebaaaass...

*to be cont. ..

Tok tok tok

Assalamualaikum wr. Wb

Sudah lama sekali.  Berapa bulan? Enam? Tujuh? Ah ya,  sudah lama sekali.  Ya!  Memang!  Banyak sekali peristiwa yang tak terekam.  Yang membahagiakan,  yang mencucurkan keringat kecemasan,  dan yang mengalirkan air mata.  Banyak! Memang!

Dan,  saking lelahnya berdebat dengan isi kepala ini tentang mana yang akan atau harus diposting lebih dulu,  aku memilih menyerahkan segala keputusan pada ujung-ujung jemari tombol2 mana saja yang akan dia tekan lebih dulu.  Jadi,  silahkan ikuti saja jalinan huruf yang merajut kata,  menjelma kalimat dan mengabadi dalam paragraf ini ya temans. ..

Tahun 2013 adalah tahunku.  Aku mengalami banyak hal luar biasa dalam tahun ini.  Aku ingin menyebut 2013 sebagai tahun yang sangat dermawan menjelmakan ingin2ku yang dulu hanya sebatas mimpi.  Di tahun ini,  mimpi2ku akhirnya punya ruang untuk mengejewantah,  mewujud.  Dibuka dengan jalan2 ke Singapura dan Malaysia bersama kawan2 yang mengayakan hatiku,  lalu ada ekspedisi Bromo yang membuka pintu2 pemahaman baru dan menambah lapis2 iman dalam jiwaku. 

Lalu,  pada July,  setelah sempat sangsi bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, akhirnya aku ujian thesis juga.  Bersamaan dengan teman2 yang telah lebih dulu berlari merampungkan thesis.  Sungguh,  ini sedikit menambah percaya diriku.  Aku yang terseok2 di awal ternyata bisa melesat mengejar mereka,  hehhehe.  Yang menambah manis perjuangan adalah ketika segala doa dan usaha yang telah dijalani selama ini diganjar dengan sertifikat sebagai salah satu lulusan terbaik. 

Aku bahagia dan terharu,  tentu saja. Meski pada akhirnya penasbihan cum laude itu tidak bisa ku terima secara langsung karena pada saat yang bersamaan aku harus berangkat ke Belanda,  mengecap janji manis mimpi yang lain.  Ya,  seperti yang ku posting sebelumnya,  aku lulus beasiswa short course StuNed.  Memang, aku sempat sedikit sedih, betapa melangkah perlahan menuju altar ilmu di mana gelar masterku diberikan adalah doa yang dan janji yang ku ucapkan persis ketika wisuda S1 dulu.  Alhamdulillah,  waktu itu aku lulusan trbaik juga.  Aku ingat sekali,  dalam balutan keharuan saat namaku disebut,  aku berdoa dan berjanji,  tidak akan hanya berhenti disini.  Aku akan melalui sesuatu seperti ini lagi,  maju ke altar dengan penuh kebanggaan,  kembali menjadi salah satu lulusan terbaik.

Yah,  2 tahun dari itu akhirnya aku berhasil memenuhi janji itu. Aku merayakannya dalam perjalanan seorang diri ke Belanda.  Aku tak henti mencubit pipi,  tangan,  apapun itu yang bia meyakinkaku bahwaaku tak sedang bermimpi.  Ku pandangi lekat-lekat tiket dan passportku,  seakan jika berkedip sedikit saja aku akan trbangun bahwa ini hanya mimpi.  Alhamdulillah,  ketika panggilan naik pesawat berkumandang,  aku tersenyum.  Ini bukan mimpi.  Ini perwujudan mimpi.

Maka,  terimakasih 2013 untuk ruang2 yang kau berikan untukku menjelmakan mimpi.  Maaf baru mengabadikanmu saat ini,  kau tau aku orangnya sangat moody,  hehehe. Dan,  hey,  2014! Berbaik2lah padaku,  aku memiliki banyak mimpi tahun ini.  Tak muluk2kok,  'hanya' bertemu my Mr.  Right,  lulus salah satu beasiswa untuk ambil P.hD (melirik formnya AAS,  New Zealand,  USAID,  HEHEHEHE).

Wednesday, June 05, 2013

Tumpukan Rindu di Awal Juni

Assalamualaikum.wr.wb

Hai, Juni... Di luar, langit memilih menyelimuti dirinya dengan awan yang lumaya tebal sore ini. Sesekali diperdengarkannya juga aumannya yang gemuruh. Dan, ah, rasakanlah belaian angin menggoda permukaan wajahku, betapa sensasinya semakin menimbun rindu.

Hai, Juni,,, aku tengah merindu pada banyak hal. Jika hendak diurut,

Thursday, May 23, 2013

Hypocritical Signature

Assalamualaikum. wr. wb.



Pic Source: Here


Memang, kan???
Tidak semua yang didengar, dan dilihat itu benar
Karena banyak yang latah ikut pencitraan
Sampai-sampai "malu", anugrah Tuhan yang diperlukan supaya tidak keluar jalur pun dibuat hilang
Lihatlah senyumnya... Lihatlah basa-basinya...
Melenakan sekaligus membuat muak
Bahkan telah biasa mengakui perbuatan orang lain sebagai tindakannya terpujinya sendiri
Sama saja seperti plagiat
Jatuhnya sama dengan korupsi
Sama dengan mencuri
Dan masih bisa berlakon layaknya sufi
ini sudah diatas munafik namanya...
See, there 'Dia" goes again, acting with "Dia''s natural hypocritical smile...

Friday, May 17, 2013

Dan Korrdinator Pemburu Kue Seminar Pun Meninggalkan Tanah Jawa...

Assalamualaikum. wr. wb.

Di kantin Pasca UMS, di meja bundar dekat pintu masuk ruang kuliah, aku pertama kali mengenalnya. Bersama dengan beberapa teman pasca lainnya, krasak krusuk menyusun strategi menghadap pak Dim, dalam rangka menanyakan kabar beasiswa yang belum juga kunjung cair, mengisi atm-atm kami. Dengan logat Bima yang kental, bergabung dengan logat Makssar K Badar, logat Sunda Agus, mereka sahut menyahut melakukan simulasi sebelum bertemu pak Dim. Saya dimana?? Saya ada di meja yang sama, tidak dapat berkata apa-apa karena setengah hidup menahan tawa. Mereka ini lucu sekali.





Selanjutnya, kebersamaan kami dipererat fakta bahwa kami sama-sama datang dari Indonesia bagian yang

Thursday, May 16, 2013

Shine On, my Srikandi...

Assalamualaikum. wr. wb.

Dari ujung telepon, ku dengar suara merdunya. Menenangkan. Menyamankan. Membunuh kegalauan. Menginjeksi semangat baru. Dan, dengan segenap jiwa ku ucapkan selamat ulang tahun untuknya. Terimakasih, katanya. Doakan mama ya, Nak, lanjutnya lagi. Lalu, pelan-pelan dan dengan tergagap, ku rapal doa-doa untuknya. Ku tasbihkan serupa mantra. Dengan segenap-genapnya harap. Untuk bahagianya. Untuk purnanya imannya. Untuk kesehatannya. Untuk kecantikan hatinya. Untuk tabahnya. Untuk tegarnya. Untuk kebermanfaatan hadirnya di muka bumi.

Eda, Mama, Ache


Dan, kita hanya butuh waktu kurang dari semenit untuk saling berbincang tentang hari bersejarah ini, Ma. Aku memutuskan menutup telepon karena haru yang tiba-tiba mencekik leher dan menghimpit batin. Sungguh bukan tabiat kita untuk saling tergugu. Cinta tak perlu ditunjukan lewat kata-kata ngejelimet yang tidak diikuti action, katamu selalu. Cinta itu merefleksi lewat tindakan nyata. Ada dalam untaian doa di waktu yang lima. Mengalir dalam nurani yang selalu ingin memberi yang terbaik. Menjadi denyut nadi pada setiap ikhtiar menuju persembahan purna.

Duhai, betapa aku ingin terbang ke sana, Ma.. Berlutut padamu, mencium dan mencuci kakimu. Merasakan tangan tuamu di setiap helai rambutku... Untuk hari ini, aku menyesali jarak denganmu, duhai Mama. Tetapi bukankah doa mampu menembus batasan jarak dan waktu, bahkan dapat mendobrak lapisan langit??? Maka biarkan ku percantik parsel doaku menuju Sang Penguasa Arsy, semoga isinya dapat menggetarkan selruh isi langit. Amiiin, insyaAllah...

Selamat ulang tahun, Ma....

Monday, May 13, 2013

Menyejarahkan 40th Birthday of Ibu Riz Ka, Menaklukkan Bromo Part II

Assalamualaikum. Wr. Wb.


Hurrrraaaahhh!!! Finally!!! Ternyata gagalnya upload foto kemaren itu bukan karena jaringan yang lagi ga OK, tapi karena filenya kegedean,,,ya amyuuuunnn... Wokeh dwokeh, pals,, just let the story continue...

Meski masih sangat ingin berlama-lama di Papuma Beach, menakjubkan mata, jiwa, dan hati pada biru yang membentang, menajamkan seluruh panca indra untuk merekam salah satu masterpieceNya dalam memori, apa boleh buat, kami berenam harus beranjak. Bagaimanapun, kami masih memiliki satu tujuan utama, yakni Bromo. Mobil yang dikendarai Pak Sukar pun melaju meninggalkan pantai, menyusuri kembali jalan yang berkelok menembus bukit-bukit hijau. Dari dalam mobil, mataku tak lepas memandangmu Pakuma, view dari ketinggian seperti ini sangat memukau. Gradiasi pertunjukkan warna yang dilukis pada kanvas semesta memang bukan sesuatu yang bisa dilewatkan begitu saja. Tetapi,

Menyejarahkan 40th Birth Day of Ibu Rizka, Menaklukkan Bromo Part I,



Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kalau kemarin Aprilku dihadiahi Allah jalan-jalan ke Singapura and Malaysia, Kini Meiku pun dianugrahiNya perjalanan ke Bromo, my whole life-dreaming place to visit. Alhamdulillah. Jadi, entah sejak kapan, yang pasti ketika usia belum menganjak remaja, aku sudah jatuh cinta pada alam, gunung, laut, danau, sungai, gua, dll. Malah, waktu awal kuliah sempat ingin masuk MAPALA kampus. Tapi, keinginan itu tak pernah bisa menyata terwujud karena ada gembok raksasa yang mengikat kaki dan tanganku untuk bergerak. Mama. Perempuan nomor satu yang rahimnya dipilihkan Tuhan untuk jadi tempatku bersemayam selama 9 bulan sebelum terlahir ke dunia. Betapa pun besar keinginan itu berusaha mendobrak jiwa mudaku, (ceritanya sekarang sudah tuirr,, hihihihii) tanpa restu darinya, aku tidak pernah cukup berani menentang. Jadi, ketika 2 tahun terakhir ini (sejak di Jawa) aku dikasih kesempatan untuk menjejakan kaki di tempat-tempat yang dulunya hanya ku baca dalam novel, nonton di tipi atau youtube, itu rasanya “fabiayyi aala i rabbikuma tukazzibaaan” banget.

Kronologinya gini:
May 4th 2013(Kamar Asrama)

K’ Rahma: “Rin, ibu ngajakin ke Bali”

Thursday, May 02, 2013

Pesan dari Sekuntum Tulip

Assalamualaikum. Wr. Wb.


Source: Here


Konon, ada sekuntum tulip cantik yang menolak untuk hanya merekah pada April lalu gugur pada dua minggu setelahnya. Tidak mau, katanya. Aku tidak akan menyerah pada musim, janjinya. Jadilah ia sebatangkara setelah ditinggal rontok sekawanannya. Sendirilah ia menggigil menantang angin dan salju. Kelopak-kelopakk ini istimewa, katanya. Ia tidak akan memasrahkan diri untuk merobek pada sayatan angin, tidak juga akan mringkuk tumbang merebah tanah saat selimut salju menguji ketahanan bebannya. Akulah Tulip yang perkasa, janjinya. Akulah yang akan selalu keras kepala tumbuh dan mengakar, mengangkat muka tinggi-tinggi untuk menatapmu wahai langit. Aku akan hidup, aku akan ada, aku akan berjaga saat teman-temanku mnggeliat memunculkan keindahan lagi. Akulah sang penjaga, akulah yang setia.

Tuesday, April 30, 2013

Netherland, I am coming...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Hai, Mei, yang cerah.. Ijinkan aku bercerita tentang perasaanku padamu. InsyaAllah 4 bulan lagi, aku akan menapakkan kaki di Netherland. Tepatnya dari tanggal 10 hingga 23 November 2013 di Ede. Kemarin, setelah istikharah dan berdiskusi dengan beberapa teman, akhirnya dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahii, beasiswa StuNed itu saya terima. Oh, Mei,, betapa telah lama aku memimpikan untuk dapat berada dibawah langit Belanda ini. Sejak SD dulu, melalui buku-buku yang kubaca, melalui kisah-kisah teman dan dosenku yang pernah kesana. Waktu itu, aku hanya takjub seraya merapal doa dalam hati, "Ya Allah, hamba juga ingin kesana..." Dulu, Mei, orang-orang sontak tertawa bahkan ada yang mengejek sinis ketika aku mengutarakan keinginan tersebut. Namun, walau sedih mimpi itu tetap kujaga agar terus menyala. Alhamdulillah, selang beberapa belas tahun dari itu, sebuah tiket kesana dikirim Allah untukku. Oh, tak terkatakan sukacitanya, wahai, Mei... Sekali lagi hatiku dibuat yakin, janganlah pernah takut bermimpi, karena Allah memeluk semua mimpi...

Hai, Mei yang insyaAllah menawarkan berjuta bahagia,, Hari-hariku kini diwarnai antisipasi menyenangkan tentang persiapan kesana. Aku merasa bersemangat untuk bersibuk-sibuk ria mengurus visa, mempersiapkan kesehatan, dan lain sebagainya. Bahkan aku juga sekarang terus menerus browse semua tentang Ede. Ya iklimnya, ya hotel "DE Bosrand" tempat short coursenya mau diadakan, dan tentunya tempat wisatanya, heheheehe... Okelah, Mei... perpus sudah mau break istirahat siang, ceritanya disambung nanti lagi, ya...^^

Wednesday, April 24, 2013

Alhamdulillah diterima beasiswa Stuned, Nuffic Nesso

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Alhamdulillah, ya Allah, nikmatmu tiada terkira. Hatiku masih berbunga-bunga, wanginya semerbak memenuhi semesta. Hari ini ada email menggembirakan dari NufficNesso yang mengabarkan diterimanya diriku pada suatu short course scholarship program. Jika tak ada halangan, kursusunya akan dilaksanakan pada bulan November 2013 di Ede, Netherland  selama dua minggu. Lampiran email tersebut bisa dilihat disini

Dalam email tersebut disebutkan bahwa aku harus melakukan konfirmasi tidak lebih dari satu minggu dari hari ini. Sebenarnya, seandainya saja saya juga tidak sedang menunggu pengumuman dari beasiswa ke University of Minnesota di US, yang kalau saya diterima, akan diberangkatkan pada bulan September 2013, akan sangat mudah untuk mengatakan ya, saya bersedia. Akan tetapi, saya dihadapkan pada pilihan yang menurutku cukup sulit. Disatu sisi, untuk beasiswa ke Belanda ini saya sudah pasti diterima, dan sekali saya bilang "ya" maka saya wajib untuk mengikuti semua konsekuensinya.  Tetapi, jika saya mengonfirmasinya, dan kemudian beasiswa ke MInnesota juga lulus, maka saya dihadapkan pada resiko lainnya. Membatalkannya setelah saya mengiyakan artinya saya harus membayar denda yang tidak sedikit.

Namun, jika saya menyatakan tidak dan ternyata beasiswa ke Minnesota tidak lulus, maka saya akan rugu dua kali, tidak berangkat ke Belanda dan juga ke Minnesota. Yah, saya paham, hidup adalah pilihan. Untuk itu, padamu, ya Rab, saya meminta petunjuk dan pesrah sebulat-bulatnya. Tolong jawab istikharahku ya Allah, tunjukkan pilihan terbaik untukku, amen...

Friday, April 19, 2013

Singapore and KL in my eyes and camera

Assalamualaikum. Wr. Wb.

April tahun ini menghadiahiku pengalaman seru mengunjungi Singapore and Malaysia bersama dengan sahabat dari berbagai provinsi. Rasanya kata saja tak cukup mumpuni untuk mewakili perasaan hati, so,,, just enjoy the pics ya, pals...

Berdua Nope, in Sentosa

Add caption

@ Merlion

Mejeng dong kita di Sand Casino,, ^^

Bukit Bintang,,,

K Rahma, Lili, Nope, Nasir

BAtu Caves

Di Istana Negara Malaysia

DI Sepang CIrcuit dong kiteee

Bareng berlatar Twin Tower
ATas: Bu Rizka, Lili, Lilis, Me, Nope, K Rahma, Bu Aida
BAwah: P Sofyan, Bang Ridwan, Nasir, P Zaenal

Lupa nama jembatannya apa,,,

Numpang foto doang, ga masuk, tapi hepppyyyy ppuoolll


@ Kuala Lumpur Gallery



InsyaAllah ada rejeki lanjut ke negara lain lagi,,, amiiiiinnn.. ^^

Monday, April 01, 2013

Give Away: 3 Books of Kazuo Ishiguro, An Atrist of the Floating World

Assallamualaikum. Wr. Wb.

Ada kabar gembira nih bagi GA hunters, kali ini GAnya cool bgt. 3 buah buku dari Kazuo Ishiguro yang berjudul An Artist of the Floating World. Yuuks buruan viisit ke sini ya....  Saatnya membuat lamunan jadi nyata....

Saatnya membuat lamunan jadi nyata....

Sosok yang mirip Sang Garudaku...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kepadamu, aku jatuh cinta
Cinta yang indah karena Allah
Kau tak tahu, dan tak perlulah tahu
Sebab yang kuharapkan adalah semoga Dia menambah rekening amalanmu
Pada setiap gerak ibadah yang kukerjakan
Aku bersyukur Allah mempertemukanmu denganku
Dari padamu maluku terusik,
Rinduku untuk kembali dekat denganNya memang dipicu olehmu
Dan aku jatuh cinta kepadamu
Cinta yang Indah karena Allah...

Sunday, March 31, 2013

March and I

Assalamualaikum. Wr. Wb

Hai, April...
It's been long time since my last post, and I miss this blog badly. Many things happened, sad and happy, tears and laughter. It's like I owe you a bunch of stories my dear blog and now I'd like to pay it in full. Here the stories go...

One time in the last unforgettable March, my friend, Ibu Rizka had had her final thesis examination. I was and (am) really proud of her. She inspired me somehow to finish my own thesis. Thanks God, it's almost done. We celebrated it by having dinner together and going to karaoke. It was totally fun night.

Dinner at Solo Square before going to Karaoke




Singing in Inul Vista

K Rahma, Indah, Nytha, Mb Eka, Me, Lili, and BU Rizka...
 

Days latter, Ibu Riz, inviited me and K Rahma to enjoy the night at Galabo Solo.  It's one of best culinary spots in Solo. That time, we had new friend, named Irvan, who was (is) Ibu Rizka's intend son in law,,heheheh. he's very kind young boy. In our conversation he quoted what Pak Habibie said in Assalam's event this day. It was about finding our true soul mate and how to synergize our self with our couple. Hm.. what a topic,, hehehe

Left to right: Irvan, Bu Riz, me, and K Rahma @Gallabo Solo, Ian was taking the pic.


On This late Saturday, we continued our adventure in Jogjakarta. We visited Vredeburg Castle, and traced back Ibu Rizka's Senior high' days in KH. Ahmad Dahlan avenue, dropped by in KPU Muhammadiyah Jogja. We decided to take a rest while doing karaoke in Ibu Ana's house, and then continued to hang out, exploring the beauty of Jogja until very late, after having dinner in Raminten.. :P. In the next morning, we went to window shopping in SunMor, then continued to Depok Parang Tritis Beach. Not to mention the greatest fun we had. Irvan was bullied during the trip,, hehehhe

Blue sea, blue skies, me...

Irvan n K Rahma


Watching the waves dancing and the blue sky above the sea was really something to me. Depok Parang Tritis Beach definitely has nice view. Staring the horizon, enjoying the gentle breeze leaded my mind to you. I Miss you, I really do. I kept wondering what you was doing at that time. Yeahh, I miss you, badly....

#Pictures in Jogja are still in Ibu Rizka's camera... I will post it soon.. ^^

Friday, March 08, 2013

,,,

Assalamualaikum. Wr. Wb.

I do believe that we can't always see things just in black and white. Some things never mean to be so damn simple. Especially when it's deal with feeling. Woman feeling. I hope you get it right. Like no all questions have answer. Just let it be, just let it flow. May be what you have to do is trying to put yourself on my shoes. Don't you notice, here I have my own battle to fight? Spare me with all of your sh*t theories, and I won't care. I've been so tired. It so hurt like hell.


*I don't know if you'll read this, but if you do, yeahh... I write this for you!

Saturday, February 23, 2013

Menonton Senyap

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Hey, apakah sedang ada semacam lomba disini?
Akan siapa yang lebih dulu angkat (maaf) pantat, kau? atau aku?
Ku lempar pandang sekilas pada 4 gelas kopi di atas mejamu,
Berbaur dengan tumpukan kertas dan buku-buku.
Ini sudah berlangsung 5 jam, kau tahu?
Satu-satu meja-meja bundar itu ditinggal pengunjungnya
Sebagian bohlam juga telah dipadamkan.
Lihat saja, loket-loket diruang sebelah telah pula ditinggalkan petugasnya
Menuju pulang, menuju rumah
Ramai telah beralih sepi
Dentingan sendok beradu gelaspun mulai tak lagi berisik merecoki ruang
Apakah itu sengajamu?
Menyumbangkan kletak-kletok senandung keyboardmu untuk lebih mengkhusyukkan waktu?
Whatever, ketenggelamanmu menahanku disini
Ingin memenagkan kontes kepala batu yang kugelar sendiri
Entah, kemanakah menguap niat suci untuk segera menuntaskan apa yang tadi kumulai dalam Chapter III
Ketidakbergeminganmu dari sini rupanya lebih menarik segala sadarku
Mungkinkah salah jika aku tanpa sadar aku menginginmu untuk bertahan sedikit lebih lama lagi?


*Dan pria bercelana puntung di meja sebelah itu pun masih terlalu menarik untuk terus kutunggui...

Friday, February 22, 2013

Duniamu Duniaku

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ada invisible common thread dalam dunia kita ini.
Dimana kata-kata ditransmisikan oleh radiasi dari layar yang tengah kita explorasi
Menghujani kita dengan berbutir-butir inspirasi
Aku sekejap memahami, the law of attraction bahkan bisa semengagumkan itu....

Catatan Saat Menunggu Hujan Reda...

Assalamualaikum. Wr. Wb.



Yang akan meresistensikan diri dari dingin mungkin secangkir teh manis hangat
Dengan 2 buah kue sus pun cukup
Cokelat panas rasanya seperti too western
Bukan juga berhimpitan di depan perapian. Bukan.

Lukisan bulir-bulir air yang meluncuri kaca
juga yang siap terjun bebas di ujung janur
adalah anchore yang membimbing lamunanku padamu
Pada kehangatan pengertian yang tercermin di matamu

Apalah harga dari semua kesemuan ini, Dear?
Ketika racikan kata gagal menjembatani paham
Seandainya ingin bisa bertunas sayap
Maka akan kuhabiskan seribu tahun pun untuk memupuk harap
Untuk terbang ke hatimu, rumah untuk rinduku.

Tuesday, February 19, 2013

Rectoverso

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Brrrr... dingiiin banget. Barusan dari berkendara naik motor menembus malamnya Solo yang tanpa hujan pun sangat dingin apalagi setelah hujan. Dingin yang bercapur dengan basah. Saya menyalahkan diri saya yang tidak membawa jaket. Bisa dikatakan, kali ini aku cukup nekat uji nyali dengan mengendarai motor seorang diri, di jalan ramainya Solo, Malam pula. Di Kendari saja, yang notabene kota kecil dengan kepadatan kendaraan dibawah rata-rata, saya masih takut bawa motor. Tapi kali ini saya bela-belain deh berserempetan dengan bis dan truk gede dengan kecepatan setan demi

Friday, February 15, 2013

Dua Hari Tanpa Handphone.

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Deeuhh,, penyakit pikun saya kumat lagi. Kemarin HP saya LAGI-LAGI ketinggalan di suatu tempat. Sempat panik juga awalnya, tetapi lalau saya diberi tahu K titin (yang sampai rela berpayah-payah naik ke lantai 3 dimana kamarku berada) kalau hapeku ketinggalan di kampus dan sekarang ada sama Pak Pur, tapi baru bisa diambil besok karena beliau sudah pulang. Apessnya lagi, setelah terkaget2 karena bangun pada saat khurbah Jum'at berkumandang (yang artinya sudah sangat telaaat), pas mau ke kampus untuk mengambil HP ternyata langit menagis demikian kencangnya, sehingga saya pun batal ke Kampus. Usai hujan reda, saya mati-matian menggenjot si Ijo, tetapi oh tetapi,

Giveaway

Assalamualaikum. Wr. Wb.


















eh, ada give away lagi nih, kali ini ada giveaway dari mbak Dini. I've visited the blog and the gifts are totally cute. Hopefully, I can be the one of three who'll win it, amen...^^





Tuesday, February 12, 2013

Another 'Home' in Solo,,,^^



Asalamualaikum. Wr. Wb.

Srettt, pintu kugeser sedikit dan huaaa... langit sudah sangat cerah rupanya. Saya merasa silau. Wajar saja sih, sudah jam setengah sepuluh ini. Tadi, habis bangun tidur, saya menskip agenda sarapan dan langsung tancap gas menghabiskan novel yang baru dua lembar  terbaca semalam. Novel yang baru saya khatamkan ini ditulis oleh Ollie. Judulnya Cinta, tetapi dibawahnya ada tulisan kecil yang berbunyi:  ‘Sebuah rumah untuk hatimu’. Entalah beberapa hari belakangan ini, saya begitu sering memikirkan tentang rumah. Rumah masa depan tepatnya. Makanya, pas melihat ada novel ini tergeletak begitu saja di kamar yang sudah hampir 3 bulan kutinggalkan ini, saya

Friday, February 08, 2013

The Application Form...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Hari kemarin dapat sms dari Pak Muslich, yang membuka gerbang harap untuk Minnesota. Seharian ku tunggu email dari beliau tentang application formnya, tapi tak kunjung ada. Hari kemarin kututup dengan helaan nafas sebelum tidur yang kurang lebih maknyanya seperti ini: "Kayaknya memang ga usah diharapkan lagi deh".

Pagi ini, seperti biasa ritual pagiku setelah bangun adalah cuci muka seadanya, menyalakan NB, Blogwalking, Fbying, Playing my winamp and breakfasting. Dalam blogwalking itu, sampailah saya ke "rumahnya" Om Paulo Coelho, yang entah bagaimana seakan-akan selalu membaca pikiran saya serta sepertinya tahu betul situasi saya saat ini. Postingannya yang terbaru ini tentang

Thursday, February 07, 2013

Another Promise from Pak Muslich...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Ini sudah hari Jum'at, dan dua hari lagi, saya kan kembali ke tanah Jawa untuk menuntaskan apa yang telah  dengan nekat berani saya mulai sat setengah tahun yang lalu. Maka agenda saya hari ini adalah menuntaskan semua cucian untuk dibawa serta, setelah itu ke kantor imigrasi untuk ngecek pasport sudah kelar atau belum (mudah-mudahan sudaaah), memastikan semua dokumen penelitian sudah lengkap semua, dan beli oleh-oleh buat teman-teman di Solo.

Seperti yang telah beberapa kali saya ceritakan di blog ini, saat ini saya sedang mengambil master

Wednesday, February 06, 2013

My Dreaming Home... ^^



Assalamualaikum. Wr. Wb.

What’s the difference between house and home?
House is made of rock and home is made of love...

Keletihan setelah bantu-bantu persiapan acara dirumah keluarga dari sore tadi, aku memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa selain merebahkan badan sambil memutar lagu kesayanganku. Tak lupa lampu kamar kumatikan dan daun jendela kubuka lebar-lebar. Lalu berbaringlah aku menatap hitamnya langit. Hanya ada satu bintang yang terlihat dari bingkai jendelaku. Semilir angin bermain-main di sela-sela jari kaki yang kugantung pada kosen jendela. Hm.. situasi paling favorit bagiku untuk menghilangkan lelah dan stress.

Kubiarkan simpul-simpul resahku terurai perlahan. Sekali-duakali kupejamkan mata, membebaskan imaji memenuhi ruang benakku. Ada mimpi-mimpiku, ada sekelebat kenangan-kenanganku berhanti-ganti. Gambar-gambar itu terlihat jelas lalu memudar lalu jelas lagi berganti secara acak. Bagiku ini seperti damai yang selalu kupinta. Seperti berpijak ditempat dimana aku memang mesti berada. Home. Dan sampailah aku pada khayalan tentang the dream home of mine.

Kelak aku akan membuat “home”ku sendiri. Surgaku. Tak perlu besar, yang penting cukup buat dihuni aku dan suami serta ketiga anak-anakku. Rumahku akan bercat putih dan bergenteng merah. Kosen-kosennya warna cokelat tua. Halaman depan tidak perlu terlalu luas. Yang harus luas itu adalah halaman belakangnya, tempat aku akan menanam tomat, jeruk nipis, cabai, daun sup, daun bawang, jahe, dan serai. Aku selalu memimpikan setiap saat aku akan memasak, bahannya langsung kupetik dari pohonnya.

Oh iya, di halaman belakangku juga harus ada pohon jambu batunya. Aku suka sekali sama jambu batu. Nanti di dahannya aku akan meminta suamiku membuat ayunan untukku dan untuk anak-anakku di pohon itu. Salah satu ranting jambu akan berfungsi sebagai tempat dua ayamku tidur dimalam hari. Ayam itu akan menyuplai telur ayam kampung tiap harinya untuk diminum suamiku sebelum berangkat kerja. Mereka juga akan jadi media bagi anak-anakku berlatih tentang tanggung jawab dan mencintai hewan. Hal lain yang harus ada adalah kolam ikan kecil, diamana pada malam-malam aku ingin merasakan nuansa romantic, aku akan menaruh lilin lilin apung diatasnya. Di halaman belakang itu juga harus ada gazebo, tempat aku akan mendengar curhatan anak-anak dan suamiku diwaktu senggang, tempat menikmati pisang goreng dan teh manis disore hari, dan tempat mengajari anak-anakku mengaji.

Untuk bagian dalam rumah, aku membayangkan punya lima kamar. Satu kamar utama, tiga kamar anak-anak, dan satu kamar untuk tamu. Ruang tamunya tidak usah besar. Aku membayangkan, kursi model jawa yang unik. Pencahayaannya jangan terlalu terang. Ada ornament-ornamen unik di meja sudut ruang tamu itu. Beberapa adalah barang yang kubeli sendiri, dan beberapa adalah oleh-oleh dari teman setelah plesiran sana sini. Aku memimpikan salah satu dinding di ruang keluargaku adalah akuarium. Di dalamnya beberapa jenis ikan akan menari-nari, dan anak-anakku akan selalu memandangi mereka dengan takjub. Mereka akanmengajukan pertanyaan ini itu mengenai species penghuni akuariumku yang selalu dijawab dengan cerdas dan sabar oleh ayahnya.

Tidak perlua ada kursi ataupun sofa di ruang keluargaku. Aku dan suamiku hanya akan menggelar karpet dan menaruh bantalan yang menyerupai kursi hasil huntingan kami diatasnya. Bantalan itu akan sanggup memuat kami berlima. Cukup besar untuk tidak membuat kami sesak. Lalu ada satu set TV yang telah kami tentukan chanelnya sendiri. Tayangan yang kami tonton harus ada unsur pendidikannya. Ada juga beberapa lemari buku. Aku sangat gemar membaca, dan anak-anakkupun akan kutularikegemaran itu.

Untuk dapur, sekali lagi aku tidak mau yang besar. Dapur sederhana dengan meja makan sederhana pula, yang akan selalu mengingatkanku pada meja makan kakekku di kampung. Aku menyukai adanya kulkas berpintu satu yang penuh dengan magnet-magnet cantik dimana kami akan saling menempelkan pesan kasih saying. Ada kartu yang bertuliskan “I love you, Mom” dari anak bungsuku, ada juga sehelai kertas yang bertuliskan “I will be your everlasting fan” dari sang kekasih hati, lalu ada beberapa pesan saling meledek diantara anak-anakku, serta daftar menu requestan suami dan anak-anakku untuk aku masak nanti.

Yeahh,,, tema khayalan tingkat tinggiku kali ini adalah dream house of mine. Semoga seperti yang pernah dikatakan oleh K Yudi, trainer motivasiku, biasanya apa yang terlalu kuat diinginkan hati akan diamini oleh semesta,,, amiiiiinnn...^^

Monday, February 04, 2013

Hey, Siapa Gadis Manis Itu, Dik..?

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Bagi yang punya saudara satu-satunya cowok, bunsu pula, mungkin pernah juga mengalami perasaan seperti ini. Dia, adik bungsuku, anak kelima dari ibu bapakku, yang dimataku selalu jadi adik kecil yang hitam, manja, sering membuat kesal, tetapi juga sasaran empuk ke"bengisan" 4 kakak perempuanya, pada sore tadi terlihat malu-malu jalan dengan teman ceweknya. Ih,,, anak itu...

Entahlah, sebagai kakak, apalagi sebagai anak tertua, rasanya kayak nano-nano mendapati kenyataan seperti itu. Mostly, saya merasa takjub. Ih adikku kini sudah tumbuh besar ternyata. Duh, betapa waktu telah ngebut tanpa terasa. Rasanya masih seperti kemarin saya cerita tentang dia di postingan ini. Tetapi, sisi lain hatiku yang kadang egois ini, terselip juga sedikit cemburu. Cemburu yang manis, tapi. Ada juga rasa geli, ternyata ini anak ada yang mau juga yaaa...hahahhahahha

Ceritanya, selese les disekolahnya, sore tadi, dia (yang memang tidak diijinkan mengendarai motor kesekolah oleh mama) menelepon untuk ku jemput di depan lorong. Karena lagi malas, akhirnya aku menyuruh saudaraku yang keempat (Acce) untuk menjemputnya. Pas pulang, si Acce ini heboh masuk kamar tanpa sempat ngetuk dulu. Dan dimulailah gosip rempong kakak-kakak perempuannya yang heboh ini.. :)

Acce: "Eh, Mpok empok.. (sambil memanggil Eda_anak kedua) tau tidak, itu Aco tadi sama siapa????"
Me and Eda: "siapa?? Siapa?? (Pasang muka ibu2 yang ga sabar menunggu gosip**ddeuuhh rempong deh kalo the sista ngumpul,,hehehe)

Acce: SAMA CEWEKK!!
Me and Eda: PACARNYA??
Acce: Kayaknya belum, baru taji-tajinya (baca: gebetan), tapi kayaknya dua-duanya sama-sama suka
Me : HAH??? KOK BISA ADA YANG MAU SAMA DIA?? DETAIL PLIS DETAIL!!
Acce: Jadi tadi itu, saya diantar pulang kembali, trus dia kembali untuk antar teman ceweknya itu pulang. bayangkan saya disuruh pulang!!!
Me : Trus???
Acce: Saya tanya temannya, rumahnya dimana, dengan malu-malu dia menjawab. Malu-malunya, mpoookkk,,,hihihihihi.. trus Aco dengan tidak sopannya suruh saya cepat pulang. Untung saya pernah muda (hahahahhahahha)

Maka, berkikik-kikiklah kami bertiga membahas adik kami ini. Saya sempat meragukan sebenarnya tentang pernyataan "dua-duanya saling suka". Jujur, saya lebih percaya pada skenario kalau adik saya yang suka sama teman ceweknya itu, tapi si cewek gag enak menolak diantar pulang,, xixiixixi. Tetapi, pengakuan Eda yang ternyata oh ternyata sering membaca sms di HP Aco, mengabarkan sebaliknya. Katanya justru si cewek yang selalu sms penuh perhatian sama adik kami ini. Untuk beberapa detik saya dan Ace membatu. REALLY HARD TO BELIEVE, HAHAHHAHA

Sebenarnya saya tahu hari ini akan datang juga pada akhirnya. Hari dimana adik kecilku ini, yang selalu mau ku "aniaya" (disuruh ini itu, dijadikan pelampiasan saat lagi bad mood),  mulai mengenal wanita lain yang bukan kami.Kini dan hari-hari seterusnya, yang merajai hati remajanya adalah gadis cantik itu, yang untuknya dia akan melakukan apa saja. Dia tidak perlu diancam untuk mendaki gunung dan menyelami samudra demi si gadis manis itu. Darah mudanya akan membuatnya berani pasang badan jika pujaan hatinya merasa terancam. Hal yang jarang ditunjukkannya pada kami, kakak-kakaknya karena yang ada justru kami yang melindunginya selama ini. Dia, yang kaos kakinya selalu kami bantu cari kalau mau kesekolah, yang giginya selalu kami peringati untuk disikat tiap mau tidur, yang kalah macho sama Ace dalam hal belah durian, sudah memasuki fase baru dalam hdupnya. Ahhh, perasaan apa ini??


Hey, adikku sayang, aku nampaknya harus rela "membagi"mu dengan dia, sang bidadari hatimu. Nikmatilah tiap sensasi rasa yang menyelimutimu. Ingat, jangan melangkah terlalu jauh, bagaimanapun, kami kakak-kakakmu tidak pernah benar-benar melepasmu dari pantauan. Kelak, jika kau merasa terpuruk (karena perasaan yag kau akrabi saat ini tidak pernah hanya menawarkan bahagia, tetapi juga luka), beajarlah untuk kembali melangkah maju. Jangan putus asa akan cinta, karena apapun yang ditawarkanya akan membentukmu menjadi yang lebih baik lagi. We love ya, Brotha... More than you know...

Saturday, February 02, 2013

Doa...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Ya Allah, ada apa dengan hatiku? Sejujurnya, aku mendeteksi adanya virus penyakit yang bisa menghalangi cahaya petunjuk darimu. Ya Allah, ada apa dengan jiwaku? Aku ketakutan, ya Allah. Aku seperti mulai kehilangan kompasku. Please catch me every time I fall, my Lord. All I want, all I need is Your help and blessing. Kepada siapa lagi tempat bermohon selain kepadaMu? Di mana lagi tempat menyandarkan diri selain kepadaMu?

Adalah aku sengaja berhenti dititik ini. Aku perlu berhenti dan menengok jalan yang sudah kutempuh sejauh ini. Aku melakukan banyaaaaaaaaaaak sekali kekeliruan dan salah, ya Rab. Lututku gemetar dan lemas untuk terus meneruskan langkah jika beban dosa-dosaku tak kau ampunkan. Kumohon berikan aku cahaya petunjukmu. Agar langkahku kedepan bisa terang benderang, tak lagi jatuh pada lubang yang sama, tak lagi terantuk pada kerikil yang itu2 lagi.

Please, ya Allah, pleaseeee... I beg You... tarik aku kembali kejalan cahayaMu...