Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Thursday, May 16, 2013

Shine On, my Srikandi...

Assalamualaikum. wr. wb.

Dari ujung telepon, ku dengar suara merdunya. Menenangkan. Menyamankan. Membunuh kegalauan. Menginjeksi semangat baru. Dan, dengan segenap jiwa ku ucapkan selamat ulang tahun untuknya. Terimakasih, katanya. Doakan mama ya, Nak, lanjutnya lagi. Lalu, pelan-pelan dan dengan tergagap, ku rapal doa-doa untuknya. Ku tasbihkan serupa mantra. Dengan segenap-genapnya harap. Untuk bahagianya. Untuk purnanya imannya. Untuk kesehatannya. Untuk kecantikan hatinya. Untuk tabahnya. Untuk tegarnya. Untuk kebermanfaatan hadirnya di muka bumi.

Eda, Mama, Ache


Dan, kita hanya butuh waktu kurang dari semenit untuk saling berbincang tentang hari bersejarah ini, Ma. Aku memutuskan menutup telepon karena haru yang tiba-tiba mencekik leher dan menghimpit batin. Sungguh bukan tabiat kita untuk saling tergugu. Cinta tak perlu ditunjukan lewat kata-kata ngejelimet yang tidak diikuti action, katamu selalu. Cinta itu merefleksi lewat tindakan nyata. Ada dalam untaian doa di waktu yang lima. Mengalir dalam nurani yang selalu ingin memberi yang terbaik. Menjadi denyut nadi pada setiap ikhtiar menuju persembahan purna.

Duhai, betapa aku ingin terbang ke sana, Ma.. Berlutut padamu, mencium dan mencuci kakimu. Merasakan tangan tuamu di setiap helai rambutku... Untuk hari ini, aku menyesali jarak denganmu, duhai Mama. Tetapi bukankah doa mampu menembus batasan jarak dan waktu, bahkan dapat mendobrak lapisan langit??? Maka biarkan ku percantik parsel doaku menuju Sang Penguasa Arsy, semoga isinya dapat menggetarkan selruh isi langit. Amiiin, insyaAllah...

Selamat ulang tahun, Ma....

Wednesday, April 24, 2013

Alhamdulillah diterima beasiswa Stuned, Nuffic Nesso

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Alhamdulillah, ya Allah, nikmatmu tiada terkira. Hatiku masih berbunga-bunga, wanginya semerbak memenuhi semesta. Hari ini ada email menggembirakan dari NufficNesso yang mengabarkan diterimanya diriku pada suatu short course scholarship program. Jika tak ada halangan, kursusunya akan dilaksanakan pada bulan November 2013 di Ede, Netherland  selama dua minggu. Lampiran email tersebut bisa dilihat disini

Dalam email tersebut disebutkan bahwa aku harus melakukan konfirmasi tidak lebih dari satu minggu dari hari ini. Sebenarnya, seandainya saja saya juga tidak sedang menunggu pengumuman dari beasiswa ke University of Minnesota di US, yang kalau saya diterima, akan diberangkatkan pada bulan September 2013, akan sangat mudah untuk mengatakan ya, saya bersedia. Akan tetapi, saya dihadapkan pada pilihan yang menurutku cukup sulit. Disatu sisi, untuk beasiswa ke Belanda ini saya sudah pasti diterima, dan sekali saya bilang "ya" maka saya wajib untuk mengikuti semua konsekuensinya.  Tetapi, jika saya mengonfirmasinya, dan kemudian beasiswa ke MInnesota juga lulus, maka saya dihadapkan pada resiko lainnya. Membatalkannya setelah saya mengiyakan artinya saya harus membayar denda yang tidak sedikit.

Namun, jika saya menyatakan tidak dan ternyata beasiswa ke Minnesota tidak lulus, maka saya akan rugu dua kali, tidak berangkat ke Belanda dan juga ke Minnesota. Yah, saya paham, hidup adalah pilihan. Untuk itu, padamu, ya Rab, saya meminta petunjuk dan pesrah sebulat-bulatnya. Tolong jawab istikharahku ya Allah, tunjukkan pilihan terbaik untukku, amen...

Saturday, February 02, 2013

Doa...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Ya Allah, ada apa dengan hatiku? Sejujurnya, aku mendeteksi adanya virus penyakit yang bisa menghalangi cahaya petunjuk darimu. Ya Allah, ada apa dengan jiwaku? Aku ketakutan, ya Allah. Aku seperti mulai kehilangan kompasku. Please catch me every time I fall, my Lord. All I want, all I need is Your help and blessing. Kepada siapa lagi tempat bermohon selain kepadaMu? Di mana lagi tempat menyandarkan diri selain kepadaMu?

Adalah aku sengaja berhenti dititik ini. Aku perlu berhenti dan menengok jalan yang sudah kutempuh sejauh ini. Aku melakukan banyaaaaaaaaaaak sekali kekeliruan dan salah, ya Rab. Lututku gemetar dan lemas untuk terus meneruskan langkah jika beban dosa-dosaku tak kau ampunkan. Kumohon berikan aku cahaya petunjukmu. Agar langkahku kedepan bisa terang benderang, tak lagi jatuh pada lubang yang sama, tak lagi terantuk pada kerikil yang itu2 lagi.

Please, ya Allah, pleaseeee... I beg You... tarik aku kembali kejalan cahayaMu...

Saturday, December 22, 2012

My Mom, My Hero

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Walau aku selalu percaya bahwa hari ibu itu adanya tiap hari, seperti juga valentine, yang sepertinya sangat tidak masuk akal untuk hanya disandangkan pada satu angka di kalender, ijinkan aku membingkai inspirasi yang luar biasa darimu, Ma..

Aroma minyak Sumbawa masih pekat melekat ditanganku. Bahkan, sentuhan jemariku menyisakan jejak minyak pada keyboard ini. Tak apa. Aku sudah terlalu ingin menuliskan ini sejak tadi, Ma.

Tuesday, December 11, 2012

,,,,

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hatiku lebih dari biru mengharu
Memikul bersalah, dia ungu tergugu
Menggila semua kenangan berebut menayangkan diri
Tanpa terundang, tanpa terhadang

Tangisku, dekapmu, gembiraku, ceriamu
Lelahmu, egoku, peluhmu, bandelku
Candamu, sungutku, sayangmu, acuhku
Diammu, ngambekmu, sakitmu, sakitku


Adalah niscaya, aku akan membuka postingan ini lagi
Adalah pasti dengan ditemani air mata yang takkan bisa terbendung
Adalah pasti isakku membunuhku
Aku hanya meminta padaNya agar keniscayaan itu dalam waktu yang masiiiiiiiih lama
Masih sangat lama.
Amin
Amin
Amin
Sembulah, Pahlawanku.


Monday, November 19, 2012

Get Well Soon, K Anto

Assalamualaikum. Wr. Wb


Debu melayang ringan, berputar-putar
Hampir invisible tapi batukku merespon jujur sekali
Aroma cat bercampur semen basah menyesakkan dada
Panas yang menguar marah mempertontonkan derita dalam tiap bangsal Bahtera Mas

Sunday, November 04, 2012

Mana Janjimu, November?


Assalamualaikum. WR. Wb.

Mataku terantuk pada angka 5, dimana telunjukku menyusuri kalender. Sudah hari kelima, dan kau belum juga ada tanda-tanda membayar tunai janjimu, wahai November. Tidakkah kau tahu betapa aku telah menghitung detik demi detik berlalu sejak September menyerah untuk menerbangkanku ke Minnesota,

Wednesday, December 01, 2010

Desember, akankah kau menyelipkan bahaiaku dalam salah satu harimu?

Ah, Akhirnya pintumu terbuka juga, wahai Desember
Harap-harap cemas, ku rapalkan doaku sepanjang waktu
Terselip dalam Tahajjudku, Dhuhaku, dan Zikirku
Begitu rapi ku terbagkan kelangit, oh semoga saja tak berserak, tak tercecer

Oh, Desember...
Akankah ada dalam satu harimu kau saksikan air mata syukurku menetes?
Akankah ada senyum bahagia kuumbar?
Pada saat amplop cokelat itu ku terima dari pak pos?