Showing posts with label MM.. maybe instropeksi could be good.... Show all posts
Showing posts with label MM.. maybe instropeksi could be good.... Show all posts

Thursday, May 02, 2013

Pesan dari Sekuntum Tulip

Assalamualaikum. Wr. Wb.


Source: Here


Konon, ada sekuntum tulip cantik yang menolak untuk hanya merekah pada April lalu gugur pada dua minggu setelahnya. Tidak mau, katanya. Aku tidak akan menyerah pada musim, janjinya. Jadilah ia sebatangkara setelah ditinggal rontok sekawanannya. Sendirilah ia menggigil menantang angin dan salju. Kelopak-kelopakk ini istimewa, katanya. Ia tidak akan memasrahkan diri untuk merobek pada sayatan angin, tidak juga akan mringkuk tumbang merebah tanah saat selimut salju menguji ketahanan bebannya. Akulah Tulip yang perkasa, janjinya. Akulah yang akan selalu keras kepala tumbuh dan mengakar, mengangkat muka tinggi-tinggi untuk menatapmu wahai langit. Aku akan hidup, aku akan ada, aku akan berjaga saat teman-temanku mnggeliat memunculkan keindahan lagi. Akulah sang penjaga, akulah yang setia.

Wednesday, December 08, 2010

2 Buku itu Memeras Air Mataku..

Haruku membuncah usai kedua buku karya Tere Liye itu usai ku baca. Bulan tenggelam diwajahmu dan juga Hafalan Shalat Delisa. Hmm.. sesak hatiku oleh bermacam-macam rasa. Yang paling besar kadarnya adalah rasa malu. Malu karena selama ini teramat sangat sok tahu menjudge Allah kadang tak adil. Ingin kuulas dua buku itu. Nanti. Tidak Sekarang. Karena saat ini aku hanya mau menikmati sensasi rasa ini dengan segala penerimaan.

Friday, October 15, 2010

Jalan yang kupilih

Akhirnya kuputuskan mengakhiri kesia-siaan ini. Berhenti meremehkan waktu, seakan dia akan ada terus untukku. beberapa hari belakangan ini jiwau ingin teriak. keras-keras. isi dalam kepala yang meronta untuk dikeluarkan. tapi selalunya kusabar-sabarkan saja mereka dengan berlindung dibalik tameng sibuk, lagi bad mood, koneksi gag bagus, blablabla... Tapi kali ini, mereka dah bisa diajak kompromi lagi. Katanya mereka bakal ikut program keluarga berencana kalo masih terus kupenjara dalam kepala. Mereka akan berhenti memproduksi ide. Wah sungguh mengerikan!!! Menyerah tanpa syarat akhirnya ku posting juga deh pahatan perasaan yang sebenarnya telah kuketik beberapa hari yang lalu... ini dia...

“Don’t under estimate your self!”
“There is a giant in your body”


Entah sudah seberapa sering aku mendengar dan melihat kalimat ini. Ada dalam ucapan guru-guruku, ada dalam nesehat sahabat-sahabatku, membahana di radio-radio, di buku-buku motivasi, di pamphlet-pamphlet, di kolom-kolom koran, dan sekarang marak didengung-dengungkang oleh para motivator. Efek kalimat ini pun tidaklah main-main. Banyak jiwa-jiwa yang tertidur mulai menggeliat lalu kemudian tebangun demi mendengar kalimat-kaimat ini. Rame-rame mereka merebut peluang dan melambungkan mimpi, semata karena didadanya telah terbangun sang macan. Memamerkan cakar-cakar siap menerkam ketakutan dan ketakpercayaan diri yang selama ini meninabobokan mereka telalulama.

Aku menyaksikan fenomena ini dengan takjub. Satu-satu kusaksikan semangat memprofokasi ketakberdayaan untuk beranjak. Tiap kali ada lowongan mereka tak ragu untuk menjemput. Siap berebut tempat. Walau seringkali tak linear dengan academic background, dan keahlian yang mereka miliki. Mereka telah jadi macan., hehehe


Lalu aku bertanya pada diri yang juga tak menunjukkan geliat seperti halnya mereka. “Am I underestimating my self?” Mungkin jawabannya iya. Tapi saya tidak malu untuk itu. BUkankah tidak perlu jadi macan untuk memberikan yang terbaik dari diri? Macan bisa berjaya jika dia di hutan rimba. Ditempat dimana semestinya ia berada. Tapi apakah dia bisa menunjukkan kedigjayaan yang sama jika dia berada di dalam rengkuhan samudra nan biru? Apakah dia bisa mengaum dengan penuh wibawa jika berada di rentangan angkasa raya? Aku kira tidak. Lalu mengapa semua seakan berlomba menjadi macan? Aku tak mau menjadi macan jika angkasa raya adalah rumaku. Bunuh diri namanya jika memilih menjadi macan, jika samudra yang membiru itu adalah nafas hidupku.


Tepatnya 28 September yang lalu, Kemenlu mengadakan sosialisasi menyangkut penerimaan cpns jalur khusus di lingkupnya. Dalam sosialisasi itu, dibahaslah mengenai jenjang karir dan tanggung jawab apabila berhasil masuk dan bergabung dalam kementrian bergengsi itu. Segala iming2 gengsi yang menggiurkan, jumlah uang dalam rekening yang bisa membuat orang lupa diri, pergaulan dari kalangan atas, fasilitas serba lux, bla..bla..bla.. aku mendengar dengan takjub, sembari berhayal, wa….hhh alangkah menyenangkannya bisa medapatkan segala kemewahan itu… Kemana-mana mengendarai mobil pribadi, mobile phone yang selalu keluaran terbaru, laptop tercanggih dan termahal, berbalutkan pakaian dengan standar fashion ala perancang2 paris, farfume mewah yang tak semua kalangan bisa memakainya, kolega dari kasta atas, dan sebagainya dan sebagainya… Yah itulah yang terbayang dalam ruang benakku ketika kepala biro kemenlu itu mengurai janji-janji yang melenakan yang ditawarkan kemenlu.

Tetapi ketika beliau menyebutkan tugas dan tanggung jawab yang akan diemban anggota kemenlu, balon-balon imajinasiku pecah satu-satu. "Blup..blup.." bunyinya mengaktifkan kembali saraf diotakku untuk kembali kedunia nyata, bumi tempatku berpijak saat ini. Menyerbuku dengan banyak sekali pertanyaan. Tentang apakah mejadi anggota kemenlu cocok dengan diriku? Tentang sanggupkah aku memikul beban yang diemban para duta Negara itu?

Lalu seakan sebuah cermin besar diletakkan dihadapanku oleh tangan tak kasat mata. Bukan cermin Tarsah seperti yag dilihat oleh Harry Potter. Bukannya menampakkan hasrat terdalam dari hatiku tetapi cermin yang dihadapanku ini kebalikanya. Aku menatap kedalam cermin dan yang tampak pertama kali adalah gambaran aku yang kalang kabut dengan berbagai kewajiban administratif yang diemban anggota kemenlu. aku pun bergidik ngeri. Lalu cermin besar itu kemudian menampakkan satu episode yang lain lagi. Aku melihat diriku dibentak-bentak oleh atasan karena laporan yang aku buat tak seperti yang mereka inginkan, lalu ada lagi aku yang sedang duduk lesu didepan komputer, mata merah, perih dan berat, jam di meja menunjukan pukul 2 pagi, dan aku mendamba hangatnya selimut di kamarku. Kemudian sang cermin menampakkan aku yang tengah telpon2an dengan family, setengah gila memikirkan mereka tengah kumpul2 keluarga-TANPAKU-!!! oh tidak!!! segera tinjuku menhancurkan cermin bangsat itu!!!

Rupanya menjadi anggota kemenlu sangat tidak cocok dengan diriku. Apa yang kupunya dan apa yang bersedia kuberikan tidaklah bersesuaian dengan apa yang dibutuhkan pihak kemenlu. Aku tidak menyalahkan pihak kemenlu yang mensyaratkan apa yang menurutku terlalu berat. Aku hanya membaca diri. Membaca keinginanku dan konsep yang kubuat dalam menapaki hidupku. Aku orang yang cukup nyante, senang bermalas2an dipagi hari, menikmati langit sore, bercengkrama dengan diam, melakukan hal2 tak penting, sama sekali bukan pribadi yang diinginkan kemelu. Lalu kenapa juga aku harus memaksakan diri??

                                                                           Ilustrasi

Selama ini yang kuyakini, mengajar adalah pilihan hidupku, jalan yang ditunjukkan Tuhan untukku. Aktivitas yang tidak menuntut waktu terlalu banyak. Jadi aku masih bisa menikmati hari bersama keluarga, bermalas2an (yang merupakan sifat bawaan orok), dan melakukan hal2 tak terduga, hehehe. Lagian menurutku, aku bagus kok jadi guru. Murid2ku juga bilang begitu, sih :D. jadi biarlah kujabani saja tugas mulia ini dengan sebaik2nya. Setidaknya aku merasa bisa mempertanggugjawabkannya di dunia akhirat. Toh ada banyak sekali orang2 yang memang layak untuk menjadi anggota big family of kemenlu. Mereka yang jiwanya benar2 terpanggil mengemban tugas2 anggota kemenlu. Tentu saja dengan segala kualifikasi standar kemenlu.

Lalu Aku berkaca pada artis2 di tanah air tercinta yang degan tak tahu malunya menjabani segala pekerjaan dimana they are not good in it at all. Contohnya saja, ya si …, eh, tidak perlu tulis nama. Nanti bisa tersangkut kasus lagi. ok. kita bisa lihat arktris-aktor yang menjajal kemampuan diluar bidang yang mereka expert, misalnya yang biasa akting jadi coba nyanyi, atau pun sebaliknya dengan modal ikutan2 doang aau malah lebih parah merasa diri terlalu multi talent. Fakta membuktikan bahwa hanya sedikit dari mereka yang benar2 ok dan bisa diterima masyarakat, seumpama BCL. Tapi yag lain?? malah membuat dunia musik yang kukenal jadi tak seasik dulu. Akhirnya bukannya menaikkan pamor mereka, tetapi malah membuat mereka jadi sasaran cemoohan pecinta musik. Sungguh sangat tidak cool. Bukankah akan lebih baik jika mereka fokus saja ke bidang yang mereka kuasai supaya bisa memberikan yang terbaik?? Bukankah masih banyak penyanyi handal yang bisa menghiasi jagad musik? Bukankah kanvas jika tidak dilukis oleh seorang pelukis yang expert tidak akan menghasilkan lukisan yang menawan? Bukankah mencintai musik tidak berarti harus menjadi pemusik?

Tetapi, mereka masih agak mending. Paling tidak mereka tidak merugikan orang lain. Toh kalau tidak suka lagunya, pendengar punya kuasa yang besar untuk mengganti track atau chanel. Masalah selesai. sama sekali tak memakan korban. Tapi apa jadinya jika saya memaksakan diri untuk menjadi apa yang sebenarnya saya tak sanggupi? Bukan karena bodoh, tetapi karena jiwa saya tersiksa jika dipaksa kesitu. Rumah saya bukan disitu. Aku tak sanggup membayangkan nasib bangsa yang kusayangi ini jika berada dipundak mereka yang tak berkompeten untuk itu, mereka yang memang bukanya bodoh, bukannya tak hebat, tapi memang tidak cocok ditempat itu?

Ketika modal yang dimiliki hanya sekedar rasa percaya diri yang tinggi, tanpa adanya background yang sesuai, mending tidak usah memaksakan diri untuk bekerja dibidang2 tertentu. Toh masih banyak bidang lain yang hanya akan sukses jika ditangani kita. Masih banyak senyum yang bisa kita ukir dibumi pertiwi ini diluar lingkup kemenlu.

Bkan kah tak perlu menjadi macan jika rumah kita adalah samura nan biru??

RIRIN...

Thursday, August 19, 2010

Anak Itu...


Kurus, hitam, lumayan dekil, monyong, giginya banyak yang bersusun, jarang mandi, hobi main bola, keluyuran gag jelas di siang bolong, cerdas, Terkadang baik hati, Seringnya NYEBELIN, punya tabiat manja yang sedikit tersamar, ahli waris dari sikap tempramen yang jadi ciri khas keluarganya, punya hobi bikin naik tensi gw.

June 1st 1995
gw dikabarin sama orang rumah kalo anak itu dah nongol di bumi, bergabung di tengah keluarga gw. gw gag langsung nanya gimana keadaan si ibu yang ngelahirin, coz cuman dari mimik mukanya si pembawa kabar, gw tahu ibu itu baik2 saja. yang gw ingat pertanyaan yang gw lontarkan. "cowok atawa cewek?" si pembawa berita berkata dengan mgirang, "cowok". hati gw pun bersorak riang, yess!!!! akhirnya ada spesies beda dari jenis kelamin sodara2 gw sebelumny. tapi "riang" itu gag datang sendiri, dia bawa temen jg. Namanya "jelaous". walopun gag pernah gw undang tuk bercokol dibenak gw. MMm... semacam ada alrm yang berbunyi di otak gw "jangan2 nih anak bakal nyedot semua kasih sayang pace mace, lagi"...


Several months later...
Dia lucu, ngegemesin, bisa jadi bahan tontonan berjam2...
dia bau bayi banget...

seven years later...
Dia mulai masuk sekolah, bajunya putih banget, celananya n topinya merah banget, kulitnya hangus banget...


Pembagian raport, mmm maybe june 1998
Pace mace pulang kerumah dengan sumringah, anak itu katanya dapat juara dua, nilainya cuman beda sesilet dua silet sama yang juara satu.
Gw bangga...


Days with him...
Anak itu makin matang aja bakat "Nyebelinnya". dia gag perlu usaha banyak untuk bikin gw sebel. Cukup hadir di depan gw aja, dan gw pun jadi sebel. Just so simple. gag tau dia ato gw yg salah. Yang jelas, masa2 dimana dia pernah jadi begitu lucu, tergerus sudah oleh jaman. Masa2 gw gemes ama dia sudah punah tanpa meninggalkan fosil. Dia tumbuh, gede, cerewet, nyebelin makanya sering bgt gw tindas, dan cerdas.


several days before today...
Anak itu datang ke gw. ada lebam di hidungnya yang gag mancung (ciri khas keluarganya). Gag cuman disitu, tapi di matanya -yang kalo menurut gw sih, punya sinar yang gimana gituuu- juga ada. Bagian yang lebam itu berwarna merah, menjanjikan akan berubah jadi ungu kalo gag segera di handle.
"knp bisa gini?" kata gw
"berantem"
"kok bisa?"
"dia duluan"
"kok, banyak bgt yg gag suka sama kamu y?"
"....."
"mestinya ini bisa bikin kamu berpikir, apa yg salah sama kamu, kok kayaknya semua orang pada naik tensi kalo kamu muncul"
"....."
"mudah2n bis ini kamu coba deh, untuk jadi gag nyebelin lagi"
"....."
"paling tidak, jangan lakuin yang orang gag suka"
"........"
"kamu kenanya bagian mana aja?"
"... (telunjuknya mengarah ke hidung, mata, kepa, n perutnya)..."
perbincangan yang makin lama makin jadi perbicangan satu arah itu pun berakhir seiring selesainya dia di kompres dengan air hangat.


two days ago...

dia dah jarang keluar rumah. Tingkah nyebelinnya sudah berkurang 80%. Ngaji jadi kegiatannya hampir sepanjang hari. Emosi gw: STABIL


Tadi Pagi...
Dia mo minjem notebook buat nonton pilem kartun. gag gw kasih. Alasannya gw gag tau. Dia manyun. Gw melamun. Entah mengapa, selalu ada yang kurang pas aja kalo sama nak itu. selalu ada yang salah, walo gw sendiri gag tau apa. Kayaknya kalo menindas dia itu selalu "benar" menurut gw. Hufffft...

a hour ago...
gw flashback lagi, ingatan gw berlari kencang pada hari dimana dia lahir, sampe sekarang. Dan akhirnya kesadaran itu datang juga. gw teringat sebuah buku dongeng. judulnya "Winnie the Witch". Kisah dimulai dengan Winnie yang tinggal di rumah serba hitam. Dari mulai dinding sampai seprai... semuanya hitam. Winnie hanya ditemani seekor kucing bernama Wilbur—yang juga hitam. Satu-satunya yang bisa membedakan Wilbur dari ruangan dan seluruh isinya adalah matanya yang hijau. Begitu Wilbur tidur dan kelopak matanya menutup, maka ia hilang menyatu dengan rumah. Berkali-kali Winnie menduduki Wilbur secara tak sengaja. Dan itulah awal dari segala permasalahan antara Winnie dan Wilbur.


Setelah terjungkal dari tangga karena menyandung Wilbur yang sedang terlelap, Winnie lalu memutuskan untuk menggunakan sihirnya, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi kucing hijau. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, ia selalu terlihat. Termasuk saat Wilbur mencuri-curi tidur di tempat peraduan Sang Penyihir. Karena tidak mengizinkan Wilbur tidur di kasur, akhirnya Winnie meletakkan Wilbur di pekarangan rumput.


Masalah baru timbul. Wilbur, yang sekarang berwarna hijau, kembali tak terlihat di tengah-tengah rumput. Bahkan saat ia membuka mata sekalipun, berhubung matanya juga hijau. Winnie, bangun dari tidurnya, lantas mencari Wilbur di pekarangan. Lagi-lagi, penyihir itu tersandung kucingnya sendiri, jumpalitan tiga kali di angkasa, dan tersuruk di tanah.

Kali ini, Winnie benar-benar kesal. Disambarnyalah tongkat sihir, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi… warna-warni! Kepalanya merah, kupingnya kuning, kumisnya biru, badannya hijau, empat kakinya berwarna ungu, dan ekornya... pink! Winnie sangat puas. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, baik di rumah maupun di pekarangan, ia pasti akan terlihat.


Namun, Wilbur tidak mau kembali ke rumah. Ia sangat malu dengan warna tubuhnya yang tidak karuan. Ia bahkan ditertawakan oleh binatang-binatang lain. Wilbur kabur ke puncak pohon tertinggi dan tidak mau turun-turun. Pagi sampai malam, Wilbur bertahan tidak pulang.


Melihat Wilbur yang menderita, Winnie pun merasa sedih. Wilbur adalah segalanya bagi Winnie. Tapi ia malah membuat Wilbur sengsara karena kehendaknya sendiri. Winnie akhirnya beringsut ke pohon tempat Wilbur bergantung, dan dengan tongkat sihirnya ia mengubah Wilbur kembali hitam. Perlahan, kucing itu kembali turun ke tanah. Bersama Wilbur yang kembali di sisinya, Winnie menghadap rumahnya yang serba hitam, mengayun tongkat sihirnya di udara, dan… ABRAKADABRA! Rumah hitamnya berubah kuning dengan atap merah menyala, sofanya berubah putih, karpetnya menjadi hijau, tempat tidurnya biru, selimutnya pink, dan kamar mandinya putih berkilau. Dengan perubahan baru ini, Wilbur dapat terlihat dengan mudah… tanpa perlu berubah.


Now...
Gw lalu mikir kalo sebenarnya gw terlalu bersikukuh untuk ngubah dia. memermak dia biar sempurna buat dimata gw. Tanpa gw peduli dia tersikasa atau tidak. Celakanya gw juga gag tau pasti apa yang mesti dia rubah. Pokoknya yang gw tau dalam logika gw, gw ngerasa sedang berbuat kebaikan dengan make "topeng cinta dan care" sebagai pembenaran.

Buku 32 halaman itu selesai didongengkan dalam sepuluh menit. Namun kesan yang tertinggal tak terukur oleh waktu. Winnie mengingatkan saya pada kita semua. Kita, yang seringkali bersikukuh untuk mengubah seseorang, memermaknya agar sempurna di mata kita, memaksanya agar muat dan tepat dalam ruang hidup kita, memangkas atau menambalnya agar bisa pas dengan kebutuhan kita, tanpa peduli bahwa apa yang kita perbuat sesungguhnya adalah siksaan bagi yang bersangkutan. Dalam penjara logika dan mental kita masing-masing, kita berpikir bahwa mengubah seseorang adalah solusi yang realistis dan humanis. Atas nama cinta dan apa pun, kita bahkan merasa bahwa kita sedang berbuat kebaikan.

Namun Winnie Sang Penyihir mengingatkan gw bahwa ada satu hal penting yang sering terlupa: diri gw sendiri. Perubahan tak pernah terjadi oleh hal lain di luar gw, Seperti halnya Winnie yang luput membenahi rumahnya dan malah sibuk mengutak-atik Wilbur tanpa sadar kalau aneka sihirnya malah membuat Wilbur terdera karena menjadi sesuatu yang bukan dirinya, gw pun acap kali terlena dalam ekspektasi serta upaya untuk mengubah orang lain, dan malah lupa dengan pembenahan yang paling penting dan realistis yakni, sekali lagi, diri gw sendiri. Dan ini adalah masalah yang amat sering kita alami. Dari waktu ke waktu.


Detik ini....Sekarang
Gw klik poting entri tentang dia.Di akte kelahiran namanya Imam KUrniawan, tapi sekeluarga kompak manggil dia ACO.

Thursday, December 31, 2009

Mengintrogasi hati...

dalam hitungan jam, tahun akan berganti,...ibaratnya main game, tahun 20010 itu adalah next level dalam kehidupan gw, dan dalam setiap level ada rintangan yg harus dicapai...
Masalahnya, hidup itu kadang ga bisa disamain dengan game, kalo misalkan dalam game, kita gag bisa naik level kalo rintangannya dah bisa ditaklukkin, dalam hidup, selse gag selse tahun akan berganti, target akan betambah, entah itu kita siap atau nggak, dia gag peduli, waktu gag pernah peduli...yang dia tau, hanyalah mengantar kita menuju hari2 baru, dimana tantangan baru juga akan muncul...

menyempatkan diri untuk berevaluasi, ditengah aktivitas yg sangat menuntut, kembali ku tilik labirin perjalanan hidupku tahun 2009 ini, banyak hal yg terjadi dengan indah, tapi banyak juga kekesalan, cemburu, marah, dan kecewa yg menggigit perih. sebagian kecewa itu telah terhapus bahagia, sebagian cemburu itu telah terlebur cinta dan kasih sayang, sebagian marah itu telah diobati iklas dan maaf, kesal itu telah tawar oleh canda tawa... ALhamdulillah tak perlu membawa hal negative untuk melangkah ke tahun depan...

bebicara masalah karir, menurt gw sih agak menanjak tahun ini, gw dapat tambahan kerjaan baru sbgy fo, tapi pada akhir november akhirnya gw berhenti, alasannya demi sesuatu yg bergelar sarjana, maka cutilah aku selama dua bulan. Rencana memang gag semuanya bisa berjalan mulus, waktu dua bulan ternyata gag cukup buat gw nuntasin utang terbesar gw ke ortu, sayang sekali di minggu pertama gw cuti, gw terlena dengan prinsip "gw mo nikmatin kebebasan dulu" minggu pertama lewat, dan hari pun berlari tak terkendali....sampai akhirnya 2 bulan itu selese and I got nothing... Awal desember, gw minta berhenti jadi FO demi benar2 fokus sama kuliah. Eeehhhh... si tantangan dan ujian gag henti2nya datang, kantor tempat dimana gw bekerja, ngadain berbagai macam kerjasama dengan sekolah2 untuk acara LCT dan gw harus terlibat disana, hiks....hiks... keadaan tambah parah saat sahabat gw off dari kantor gw,...sedih dan berat bgt rasanya...suasana di kantor pun gag senyaman dulu, satu persatu sahabat pergi,...

Ada yg sebenarnya mengganjal di hati ini, tentang gimana sih gw di tahun ini??? gw nyadar banyak bikin orang keki dan makan hati ma segala tingkah gw, kenapa itu bisa terjadi gw gag tau pasti. gw orang yg selalu mngikuti alir, gag neko2 sih intinya...
Hal yg gw sesali adalah gw kadang gag pernah bisa jujur sama apa yg sebenarnya gw mau, akhirnya penyesalan itu diam2 menikam dari belakang otak gw,...

but by the way bus way, ntar malam dah ganti tahun, semua yg gag nyenengin gw simpan ajah dalm kotak pandora. Yg gw mau hanya bayangan yg bagus dan menarik dalam hidup gw kedepan, yg bisa bikin gw semangat, bahagia, dan terinspirasi,...

be a better person than years before...(semoga kali ini ada cinta yg datang dan gag pergi)...Amiiin... I rest my case...