Showing posts with label hope. Show all posts
Showing posts with label hope. Show all posts

Friday, February 08, 2013

The Application Form...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Hari kemarin dapat sms dari Pak Muslich, yang membuka gerbang harap untuk Minnesota. Seharian ku tunggu email dari beliau tentang application formnya, tapi tak kunjung ada. Hari kemarin kututup dengan helaan nafas sebelum tidur yang kurang lebih maknyanya seperti ini: "Kayaknya memang ga usah diharapkan lagi deh".

Pagi ini, seperti biasa ritual pagiku setelah bangun adalah cuci muka seadanya, menyalakan NB, Blogwalking, Fbying, Playing my winamp and breakfasting. Dalam blogwalking itu, sampailah saya ke "rumahnya" Om Paulo Coelho, yang entah bagaimana seakan-akan selalu membaca pikiran saya serta sepertinya tahu betul situasi saya saat ini. Postingannya yang terbaru ini tentang

Thursday, February 07, 2013

Another Promise from Pak Muslich...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Ini sudah hari Jum'at, dan dua hari lagi, saya kan kembali ke tanah Jawa untuk menuntaskan apa yang telah  dengan nekat berani saya mulai sat setengah tahun yang lalu. Maka agenda saya hari ini adalah menuntaskan semua cucian untuk dibawa serta, setelah itu ke kantor imigrasi untuk ngecek pasport sudah kelar atau belum (mudah-mudahan sudaaah), memastikan semua dokumen penelitian sudah lengkap semua, dan beli oleh-oleh buat teman-teman di Solo.

Seperti yang telah beberapa kali saya ceritakan di blog ini, saat ini saya sedang mengambil master

Wednesday, February 06, 2013

My Dreaming Home... ^^



Assalamualaikum. Wr. Wb.

What’s the difference between house and home?
House is made of rock and home is made of love...

Keletihan setelah bantu-bantu persiapan acara dirumah keluarga dari sore tadi, aku memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa selain merebahkan badan sambil memutar lagu kesayanganku. Tak lupa lampu kamar kumatikan dan daun jendela kubuka lebar-lebar. Lalu berbaringlah aku menatap hitamnya langit. Hanya ada satu bintang yang terlihat dari bingkai jendelaku. Semilir angin bermain-main di sela-sela jari kaki yang kugantung pada kosen jendela. Hm.. situasi paling favorit bagiku untuk menghilangkan lelah dan stress.

Kubiarkan simpul-simpul resahku terurai perlahan. Sekali-duakali kupejamkan mata, membebaskan imaji memenuhi ruang benakku. Ada mimpi-mimpiku, ada sekelebat kenangan-kenanganku berhanti-ganti. Gambar-gambar itu terlihat jelas lalu memudar lalu jelas lagi berganti secara acak. Bagiku ini seperti damai yang selalu kupinta. Seperti berpijak ditempat dimana aku memang mesti berada. Home. Dan sampailah aku pada khayalan tentang the dream home of mine.

Kelak aku akan membuat “home”ku sendiri. Surgaku. Tak perlu besar, yang penting cukup buat dihuni aku dan suami serta ketiga anak-anakku. Rumahku akan bercat putih dan bergenteng merah. Kosen-kosennya warna cokelat tua. Halaman depan tidak perlu terlalu luas. Yang harus luas itu adalah halaman belakangnya, tempat aku akan menanam tomat, jeruk nipis, cabai, daun sup, daun bawang, jahe, dan serai. Aku selalu memimpikan setiap saat aku akan memasak, bahannya langsung kupetik dari pohonnya.

Oh iya, di halaman belakangku juga harus ada pohon jambu batunya. Aku suka sekali sama jambu batu. Nanti di dahannya aku akan meminta suamiku membuat ayunan untukku dan untuk anak-anakku di pohon itu. Salah satu ranting jambu akan berfungsi sebagai tempat dua ayamku tidur dimalam hari. Ayam itu akan menyuplai telur ayam kampung tiap harinya untuk diminum suamiku sebelum berangkat kerja. Mereka juga akan jadi media bagi anak-anakku berlatih tentang tanggung jawab dan mencintai hewan. Hal lain yang harus ada adalah kolam ikan kecil, diamana pada malam-malam aku ingin merasakan nuansa romantic, aku akan menaruh lilin lilin apung diatasnya. Di halaman belakang itu juga harus ada gazebo, tempat aku akan mendengar curhatan anak-anak dan suamiku diwaktu senggang, tempat menikmati pisang goreng dan teh manis disore hari, dan tempat mengajari anak-anakku mengaji.

Untuk bagian dalam rumah, aku membayangkan punya lima kamar. Satu kamar utama, tiga kamar anak-anak, dan satu kamar untuk tamu. Ruang tamunya tidak usah besar. Aku membayangkan, kursi model jawa yang unik. Pencahayaannya jangan terlalu terang. Ada ornament-ornamen unik di meja sudut ruang tamu itu. Beberapa adalah barang yang kubeli sendiri, dan beberapa adalah oleh-oleh dari teman setelah plesiran sana sini. Aku memimpikan salah satu dinding di ruang keluargaku adalah akuarium. Di dalamnya beberapa jenis ikan akan menari-nari, dan anak-anakku akan selalu memandangi mereka dengan takjub. Mereka akanmengajukan pertanyaan ini itu mengenai species penghuni akuariumku yang selalu dijawab dengan cerdas dan sabar oleh ayahnya.

Tidak perlua ada kursi ataupun sofa di ruang keluargaku. Aku dan suamiku hanya akan menggelar karpet dan menaruh bantalan yang menyerupai kursi hasil huntingan kami diatasnya. Bantalan itu akan sanggup memuat kami berlima. Cukup besar untuk tidak membuat kami sesak. Lalu ada satu set TV yang telah kami tentukan chanelnya sendiri. Tayangan yang kami tonton harus ada unsur pendidikannya. Ada juga beberapa lemari buku. Aku sangat gemar membaca, dan anak-anakkupun akan kutularikegemaran itu.

Untuk dapur, sekali lagi aku tidak mau yang besar. Dapur sederhana dengan meja makan sederhana pula, yang akan selalu mengingatkanku pada meja makan kakekku di kampung. Aku menyukai adanya kulkas berpintu satu yang penuh dengan magnet-magnet cantik dimana kami akan saling menempelkan pesan kasih saying. Ada kartu yang bertuliskan “I love you, Mom” dari anak bungsuku, ada juga sehelai kertas yang bertuliskan “I will be your everlasting fan” dari sang kekasih hati, lalu ada beberapa pesan saling meledek diantara anak-anakku, serta daftar menu requestan suami dan anak-anakku untuk aku masak nanti.

Yeahh,,, tema khayalan tingkat tinggiku kali ini adalah dream house of mine. Semoga seperti yang pernah dikatakan oleh K Yudi, trainer motivasiku, biasanya apa yang terlalu kuat diinginkan hati akan diamini oleh semesta,,, amiiiiinnn...^^

Thursday, November 22, 2012

Thesisku, Mahameruku

Asslamualaikum. Wr. Wb.


Source: Here


Ah, setapak ini kian menanjak
Ijinkan aku berhenti sejenak mengambil nafas yang tinggal satu-satu
Huff...Ayolah, tak boleh terlalu lama membuat pembenaran ini kian melonjak
Karena akhirnya tetes perjuangan selalu punya harga untuk dibayar satu-satu

Wednesday, July 27, 2011

Random Stories


Assalamualaikum Wr.Wb.

Hi, my dearest blog,,, (y iyalah cuman satu2nya ini kok..:P) Long time  no see yah, Eh ralat ding, bukannya long time no see, tiap hari malah aku mengunjungi blog ini. Setiap kali itu juga aku menklick tombol “entri baru” tetapi begitu lappyku mendisplay web page itu, wussssss…..!! tiba-tiba semua kalimat yang sempat tertata rapi itu lenyap begitu saja. Terbang tertiup angin. Tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Meneghilangkan hasrat untuk menulis. Akirnya, hanya bisa blog walking dan menahan iri melihat postingan teman-teman blogger :(


Ya sudahlah, hari ini biarpun hanya ngalor ngidul “gaje” (ga jelas.com..^_~), gapapalah. Hmm..Let’s pick the stories randomly. Here they are: Hari ini adalah hari terakhir kursus persiapan IELTS buat ke Minnesota, besok sudah post test. Yeah, Honestly I feel nothing but confuse. Well, actually among four skills (listening, speaking, reading and writing), I think I get better in my writing and speaking. Vice versa, I get worse in my listening and reading,,hiks..hiks..hiks.. And poor me as I don’t have any idea how to deal with it, listening I mean. In the listening class activity, I think I can perform good, but in the fuc**n’ progress test, I always fail. My score is never upper than 4, while in order to get LOA from Minnesota, at least I should gain 6. It’s so frustrated, you know… Sigh..:P

Tetapi, biarpun begitu bukan berarti aku akan berhenti bermimpi untuk study in abroad. No way!! Selalu ada waktu memang dimana kita berada dalam titik jenuh dan lelah. Tetapi itu bukan sinyal untuk berhenti dan berputus asa. Yeah, semacam waktu untuk beristirahat dan kembali mengatur strategi untuk mearaih mimpi itu. Merencanakan back uu planningslah istilahnya. Berpikir realistis dan membuka mata lebar-lebar terhadap semua peluang dan kesempatan yang terbuka juga cara ampuh untuk tidak terjebak hanya pada satu cara meraih mimpi. Many ways to go to Rome, right? Nah, sementara berjuang untuk Minnesota, sekarang ini aku juga sedang mecoba mengetuk pintu beasiswa yang lain, which is ADS (Australian Development Scholarsip). Application formnya sudah aku download dari kapan hari. Cuman beginilah jeleknya orang yang sangat moody. Apa-apa tergatung apada mood. Ditambah lagi aku sedikit bingung dengan formnya yang sangat berbeda dengan tahun lalu. Untungnya, Mr Fitri, instruktur untuk speaking, telah bersedia membantu. Jadi ceritanya, aku tinggal mencoba mengisi semampunya dan dia akan mengecek dan memberi masukan-masukan. See.. benar emang kata k Yudhi Karim Gumanawan, bahwa mimpi akan selalu mencari caranya sendiri untuk dapat diwujudkan sepanjang dia dibiarkan untuk tetap hidup didalam jiwa. (Dapat suplemen lagi, nih..:P)

Tadi aku sudah bilang kan kalau cerita dalam postingan kali ini sifanya acak? jadi jangan heran kalau alurnya loncat-loncat yah.. (ini salah satu strategi supaya tidak stuck dalam menulis,,hehehe).. Oh ya, hari-hari belakangan ini emosi dan pikiran serasa diayun-ayun oleh tangan-tangan tak terlihat yang begitu kuat terkait kepastian status beasiswa kami. As I told you before that we expect to continue our study through scholarship by DIKTI. Actually we've done what we should done to gain it: completing documents, registering through online on DIKTI's web, bla,,bla,,bla,,.. But, I don't know why it seems to difficult to get Kopertis 9 agreement. Yeah, sekarang ini saya dan teman-teman sedang sangat sangat sangat muak dengan kinerja dan tabiat orang-orang di Kopertis 9 yang terkesan sangat-sangat mempersulit kami. Sesuatu yang sebenarnya sangat trivial kok dibuat susah ya,,?? (heran campur gemes plus berasapp,,grrrr) Apa sih susahnya sekedar menstatuskan doang? Jadi kan kami sudah melengkapi semua yang mereka minta, pihak Universitas penyelenggara juga sudah menjamin kami akan diterima, Rektor dari Unversitasku juga sudah turun tangan. Tapi kok semuanya terkesan dipersulit dengan dalih yang sangat-sangat lemah. Hufttt, kayaknya kesabaran lagi di uji nih, semoga bisa menang pada akhirnya,,amiiinn

And here the other random story...
Kata orang, hidup tidak cukup hanya dengan satu planning. Saat plan A kelihatannya akan tidak berhasil, harus selalu ada plan B, plan C even until plan Z, sebagai back upannya. Seperti juga aku saat ini. Plan Anya: dapat BPPS dan terbang ke Minnesota dan meraih gelar Double Degree dengan penuh kebanggaan (heheheh). Tetapi sehubungan dengan adanya riak diarea Kopertis 9, it means that I should think my Plan B, yaitu tetap lanjut kuliah di UMS dengan biaya sendiri, tetapi tidak di Magister Manajemen Pendidikan, melainkan lanjut ke jurusan yang sesuai dengan majorku ketika S1, which was in English Department. Nah, sementara itu saya juga akan apply for ADS. Kali aja lulus dan akhirnya terbang ke Aussie meraih gelar M.ED dari salah satu University di sana, amiiinnn.


Yeah,, begitulah, study in abroad always be my biggest dream and I dont want to change it. I do believe that it's just the matter of time that I'll be there someday to hold my Master even my Doctoral Degree.  Amiiinn. And, oh, also going to the UK is my dream...hehehhe...(^_~)v



Friday, April 29, 2011

My Dream...^^


Melanjutkan studi untuk program magister dengan sokongan beasiswa selalu menduduki tahta teratas dijajaran mimpi-mimpiku sejak dulu. Sampai saat ini posisi itu belum tergantikan oleh mimpi-mimpiku yang lain. Oh, betapa keinginan ini begitu setia bercokol dalam benakku. Tak putus-putus aku mencari nafkah lahir dan batin peluang beasiswa, mengetuk pintu-pintu universitas yang sesuai dengan majorku agar mau menerimaku, sembari tak lelah mengirim doa dengan paket termanis menuju langit, berharap Sang Penguasa Arsy “terbujuk” oleh doaku.

Beberapa kali telah aku coba mengaply sana sini, tapi mungkin belum rejeki atau memang mugkin aku yang masih belum pantas untuk itu. Kalau mau jujur kacang ijo mungkin alasan kedua lebih tepat untukku. Aku sangat menyadari selama ini usaha yang aku kerahkan dalam mewujudkan mimpiku belum maksimal. Kadang aku jadi malu hati sendiri. Berani bermimpi tinggi tetapi tak meretas jalan untuk mewujudkannya. Selama ini aku hanya merajuk pada Allah agar mendengar doaku tetapi apa tindakan nyata yang ku lakukan?? Sangat jauh dari maksimal. Beberapa tawaran beasiswa sedang terbuka saat ini. Ada Aminef, Pelatihan Bahasa Inggris yang akan berujung pada pemberangkatan melanjutkan study di LN, Bea Unggulan Dikti untuk dalam dan luar negeri, ada program double degree, dan ada juga bea tentang studi gender yang diadakan UNHAS kerjasama dengan UMK.  Tetapi dengan sangat menyesal Aminef kubiarkan melenggang dan berlalu, karena toh skor ITP toeflku tidak mencukupi standar yang dipersyaratkan. Aku mengutuk diri karena tak pernah lagi menyempatkan diri mempelajari soal-soal toefl, padahal bukunya sudah aku beli. Sigh…

Well, untuk program double degree kerjasama Universitas Muhammadiyah Surakarta dan salah satu University di US telah aku apply. Lagian juga syaratnya sangat sangat sangat tidak ribet, alias tidak ada syarat. Hanya harus jadi dosen tetap di Universitas Muhammadiyah, n merupakan dosen dari Sabang sampai Merauke FKIP. Info tentang bea ini datangnya dari K Titin, rekan sesama dosen di UMK, katanya P Natsir (Wakil Dekan FKIP UMK yang sekarang telah naik jabatan jadi Dekan, _ _congrats y, Pak…^^) memanggil kita berdua untuk diusulkan sebagai peserta dalam program ini. Maka dengan senang hati kami pun menemui beliau. P Natsir tengah menulis nama-nama dosen yang akan diusulkan untuk mengikuti program ini pada secarik kertas. Sekilas kulihat telah ada 2 nama yang tertera disana. Beliau lalu menjelaskan secara ringkas mengenai beasiswa ini kepada kami, dan setelah mendengar kalimat yang mengatakan “no requirements” kami pun memekik senang. Kami hanya perlu menuliskan nama kami pada kertas tersebut, and that’s it.

Beberapa hari berselang, Si Bos (kepala Biro Akademik UMK) menyuruhku untuk gantung diri membuat Surat Pengatar Rektor untuk nama-nama dosen yang diusulkan mengikuti program Double Degree tersebut. Ooo.. rupanya dari P Natsir, nama-nama dosen itu diteruskan ke Si Bos sebagai Kepala BAA untuk kemudian ditandatangani Bapak Rektor. Aku melihat lampiran nama dosen-dosen tersebut, dan mendapati namaku terpampang dengan manisnya pada kolom ke-empat. Surat tersebut kuketik dengan semangat membara (LEBAYYYY,,hehehehe..). Tepat ketika aku selesai memprint surat tersebut dan hendak menuju ruang Rektor untuk meminta tanda tangan, Si Bos dengan mengecilkan suaranya meminta agar aku tidak banyak bacot meminta tanda tangan P Rektor dengan sembunyi-sembunyi. Katanya itu pesan dari Bapak Rektor sendiri untuk membatasi jumlah dosen yang diusulkan, dan sebisanya dosen yang diusulkan tidak perlu gembar gembor karena hanya akan menimbulkan rasa tidak enak pada rekan-rekan yag lain. OKlah kalau begitu, Boss!! Siap Laksanakenn!!

Kelar meminta tanda tangan dari Bapak Rektor, Surat itu pun ku fax ke UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) tak lupa mengkonfirmasikan hal ini pada CPnya. Yang perlu kulakukan sekarang adalah menunggu adalah hal yang membosankan pengumuman dari UMS.  Ditengah masa iddah menunggu tersebut, datang kabar mengecewakan dari Program Pelatihan Bahasa Inggris yang telah ku apply secara online beberapa waktu lalu. Dari UMK ternyata yang lolos cuman 2 orang. Ada rasa kecewa yang sempat hinggap di ujung ranting cemara benakku saat itu, karena salah seorang yang lulus itu adalah teman yang banyak sekali meminta bantuan padaku pada saat melakukan pendaftaran online. Namun cepat-cepat aku halau perasaan itu sebelum meracuni prasangkaku padaNya. Bukankah rejeki Dia yang menentukan?? Tenang…tenang… masih ada yang lebih baik, kataku menghibur hati dan perlahan kekecewaan itu pun terlupakan.

Pengumuman yang ditunggu dari UMS belum juga tiba saat tawaran untuk melanjutkan studi Program Magister terbuka lagi. Kali ini kerjasama UNHAS dan UMK tentang Study Gender. Mengetahui kuliahnya akan dilaksanakan di Kendari membuatku tak begitu tertarik pada awalnya, tetapi setelah mendengar penjelasan dari Pak Prof. Jufri (direktur pasca sarjana), aku sedikit banyak tergiur juga. Tapiiiii…. Apakah ini yang benar-benar aku inginkan?  Maksudku, Study Gender itukan bukan bidang ilmuku. Apakah aku bersedia menghabiskan waktu dua tahun untuk menghitung angkot yang lewat didepan rumah fokus menyelesaikan studi ini tanpa boleh berhenti ditengah jalan? Bagaimana dengan mimpiku untuk lanjut ke LN? Bukankah sudah ada kesepakatan antara aku dan orangtuaku, bahwa kalaupun tidak lulus untuk bea di LN, tahun depan aku akan melanjutkas studi di Malang dengan jurusan yang linear dengan S1ku?
Tidak ingin bimbang berlama-lama, aku bergegas menemui Ibu Ida (Senior Lecturer di UMK yang juga istri dari Si Bos) untuk meminta sesuap nasi “wejangan”. Beliau menyarankan agar aku focus saja mimpi yang aku punya yakni lanjut S2 di LN dengan jurusan yang sesuai dengan bidang ilmuku tentu saja. Caranya meyakinkan dan menguatkan aku sangat bagus. Dengan mantap aku memutuskan untuk tidak mengapply Program Study Gender itu.

Getir, aku melihat pintu-pintu beasiswa itu tertutup dan terlewati didepan mataku. Sekarang ini, pengumuman dari Surakartalah yang terus memantik semangat dalam hatiku dan juga adanya penawaran ADS yang menanti didepan mata. Untuk ADS pendaftaran dimulai kurang 2 lebih bulan lagi, yakni pada bulan Juni. Satu kesyukuran bahwa sore ITP Toeflku mencukupi untuk itu. Aku hanya harus lebih mempersiapkan diri dengan banyak-banyak belajar, bertanya kiri kanan dalam mengisi formulir, dll. Tuhan juga menyayangiku dengan memberikan senior-senior di UMK yang selalu siap membantu. Ada ibu Ida, Ibu Santi, Ibu Isna, dan K Halim. See..?? sebenarnya tidak ada alasan untuk pesimis, kan? hehehe…

O my dear God,
Yang maha mengetahui segalanya…
Yang selalu mempunyai rencana terindah dan terbaik untukku..
Disini aku menulis mimpi-mipiku dengan pensil, penghapusnya kuserahkan padaMu..
SIlahkan hapus yang tak baik untukku..
Dan ikhlaskan aku menerima segalanya…

Monday, December 06, 2010

Ku Takkan Berhenti Mengetuk pintuMu...

Satu pintu tertutup, seribu pintu terbuka. Kalimat luar biasa inilah yang menjadi pelampungku saat ini. Setelah kemarin terdepak dari seleksi berkas ADS, aku kini mengapung-ngapung dalam samudra mimpi-mimpi yang tertunda. Hampir saja tenggelam. Tetapi kalimat yang dilontarkan mace, pace, dan rekan2 yang kompak menyuarakan "Satu pintu tertutup, seribu pintu terbuka" itu menyelamatkanku. Meski masih belum tahu arah tujuan, setidaknya aku masih punya kesempatan untuk melihat peluang-peluang yang ada. Setidaknya aku masih dapat berfikir untuk kedepannya tanpa harus megap-megap tergulung ombak.

Begitulah, tidak semua apa yang kita ingini dapat kita dapatkan dengan mudahnya. Sebagian orang terlahir dengan anugrah tak terkira dari langit. Ibarat memiliki tuah dalam dirinya. Segala yang dikerjakannya dimudahkan olehNya. Mereka menjalankan hidupnya di jalan tol. Wussssss... mereka dapat melaju sekencang-kencangnya. Bebas hambatan. Sehingga kelihatannya mereka tak perlu usaha yang terlalu keras untuk menuju sukses. Setidaknya mereka tak perlu merangkak, tertaih mendulang sukses. Sebagian lagi terlahir dengan keadaan sebaliknya. Harus merangkak dulu, harus jatuh berkali-kali dulu baru bisa sukses. Tak jarang derai air mata menghiasi perjalanan hidupnya.

Aku tidak tahu berada dalam golongan yang mana. Mungkin saja diantara keduanya. Yah, karena terkadang keinginanku dijawab dengan sangat cepat, kadang harus menunggu lumayan lama. Entahlah ada digolongan mana aku ini. Jika mengingat surat dari ADS itu, mungkin saat ini aku termasuk dalam golongan kedua. Kali ini roda kehidupan tidak membawaku ke jalan tol itu. Apa mau dikata, itulah yang diinginiNya untuk saat ini. Aku tak paham maksud dan tujuanNya. Aku hanya harus percaya, percaya bahwa dia menyayangiku dan tahu segala yang terbaik untukku.

Tetapi rasa percaya itu tak mudah ditumbuhkan begitu saja. Bukakah kebanyakan manusia selalu saja merasa hidup ini kadang tak adil? Selalu saja ada pertanyaan-pertanyaan tentang keadilanNya. Tentang kemahatahuanNya. Kebanyakan manusia, seperti juga aku, gagal berprasangka baik padaNya. Karena kita terlalu dangkal dalam menilai. Selalu menilai dari apa yang tampak diluar. Rumput tetangga memang selalu lebih hijau, bukan?? Untunglah aku tak terlalu lama dalam kabut ini. Dalam sedikit kekecewaan ini, Dia masih memberiku teman-teman pengibar semangat yang handal. Ada Ibu Ida yang selalu memberi support, ada K Rahma, yang selalu menyemangati sembari menunjukkan ku pintu-pintu lain untuk diketuk. Ada saudara-saudaraku, yang candaanya mujarab mengusir gulana. 

Apa salahnya mencoba lagi??? Entah pada percobaan keberapakalinyakah kau akan menjawabku, Langit? Aku tak perduli, hanya kan berusaha. Dan aku tahu, aku tak sendiri...

Wednesday, December 01, 2010

Yeah, pintu  Desember akhirnya terkuak juga. Banyak sekali harapan yang kugantung dibulan ini. Oh, adakah bulan penutup tahun ini akan  memberiku senyum manis pada akhirnya? Ah, jantungku dag dig der dibuatnya.

Setelah mengirim berkas ke ADS Agustus lalu, sebenarnya saya sempat tidak terlalu berharap. Biasa saja. tetapi waktu pengumuman yang semakin dekat ini entah mengapa memompa balon keinginan dan hasrat dalam hatiku untuk mengecap bangku S2, sampai hampir meledak, apalagi kalau bisa tembus ke Aussie sana. Kalau itu terjadi, betapa itu akan menjadi miracle dalam hidupku.

Malam ini rencanaya mau browsing beberapa informasi tentang univ di Aussie, karena kata ibu ida, rekan di UMK yang alumni ADS, sebaiknya mulai sekarang informasi tentang universitas tujuan sudah dikumpulkan kaena akan ditanyakan pada saat wawancara nanti. Tetapi, kayaknya malam ini, saya harus bersabar menunggu hingga jam 9 malam, karena sebelumnya harus privat ponakan dulu.

Kadang saya merasa kelelahan juga sih, pagi ngajar di Oikumene, siangnya berkantor di UMK sampai sore, trus malamnya lanjut lagi  ngajar privat. Tetapi tidak ada alasan untuk tak mengucap syukur. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa saya dapatkan, plus bonus fulus tentunya. Jalani saja dengan ikhlas, mudah-mudahan flus hasil kerja ini biasa dipake buat tambah-tambah ongos interview, amiiiiiinnn...

So, Desember...
Would you like to draw my smile, please?
Because all my hope and dream have filled my chamber...