Thursday, August 19, 2010

Anak Itu...


Kurus, hitam, lumayan dekil, monyong, giginya banyak yang bersusun, jarang mandi, hobi main bola, keluyuran gag jelas di siang bolong, cerdas, Terkadang baik hati, Seringnya NYEBELIN, punya tabiat manja yang sedikit tersamar, ahli waris dari sikap tempramen yang jadi ciri khas keluarganya, punya hobi bikin naik tensi gw.

June 1st 1995
gw dikabarin sama orang rumah kalo anak itu dah nongol di bumi, bergabung di tengah keluarga gw. gw gag langsung nanya gimana keadaan si ibu yang ngelahirin, coz cuman dari mimik mukanya si pembawa kabar, gw tahu ibu itu baik2 saja. yang gw ingat pertanyaan yang gw lontarkan. "cowok atawa cewek?" si pembawa berita berkata dengan mgirang, "cowok". hati gw pun bersorak riang, yess!!!! akhirnya ada spesies beda dari jenis kelamin sodara2 gw sebelumny. tapi "riang" itu gag datang sendiri, dia bawa temen jg. Namanya "jelaous". walopun gag pernah gw undang tuk bercokol dibenak gw. MMm... semacam ada alrm yang berbunyi di otak gw "jangan2 nih anak bakal nyedot semua kasih sayang pace mace, lagi"...


Several months later...
Dia lucu, ngegemesin, bisa jadi bahan tontonan berjam2...
dia bau bayi banget...

seven years later...
Dia mulai masuk sekolah, bajunya putih banget, celananya n topinya merah banget, kulitnya hangus banget...


Pembagian raport, mmm maybe june 1998
Pace mace pulang kerumah dengan sumringah, anak itu katanya dapat juara dua, nilainya cuman beda sesilet dua silet sama yang juara satu.
Gw bangga...


Days with him...
Anak itu makin matang aja bakat "Nyebelinnya". dia gag perlu usaha banyak untuk bikin gw sebel. Cukup hadir di depan gw aja, dan gw pun jadi sebel. Just so simple. gag tau dia ato gw yg salah. Yang jelas, masa2 dimana dia pernah jadi begitu lucu, tergerus sudah oleh jaman. Masa2 gw gemes ama dia sudah punah tanpa meninggalkan fosil. Dia tumbuh, gede, cerewet, nyebelin makanya sering bgt gw tindas, dan cerdas.


several days before today...
Anak itu datang ke gw. ada lebam di hidungnya yang gag mancung (ciri khas keluarganya). Gag cuman disitu, tapi di matanya -yang kalo menurut gw sih, punya sinar yang gimana gituuu- juga ada. Bagian yang lebam itu berwarna merah, menjanjikan akan berubah jadi ungu kalo gag segera di handle.
"knp bisa gini?" kata gw
"berantem"
"kok bisa?"
"dia duluan"
"kok, banyak bgt yg gag suka sama kamu y?"
"....."
"mestinya ini bisa bikin kamu berpikir, apa yg salah sama kamu, kok kayaknya semua orang pada naik tensi kalo kamu muncul"
"....."
"mudah2n bis ini kamu coba deh, untuk jadi gag nyebelin lagi"
"....."
"paling tidak, jangan lakuin yang orang gag suka"
"........"
"kamu kenanya bagian mana aja?"
"... (telunjuknya mengarah ke hidung, mata, kepa, n perutnya)..."
perbincangan yang makin lama makin jadi perbicangan satu arah itu pun berakhir seiring selesainya dia di kompres dengan air hangat.


two days ago...

dia dah jarang keluar rumah. Tingkah nyebelinnya sudah berkurang 80%. Ngaji jadi kegiatannya hampir sepanjang hari. Emosi gw: STABIL


Tadi Pagi...
Dia mo minjem notebook buat nonton pilem kartun. gag gw kasih. Alasannya gw gag tau. Dia manyun. Gw melamun. Entah mengapa, selalu ada yang kurang pas aja kalo sama nak itu. selalu ada yang salah, walo gw sendiri gag tau apa. Kayaknya kalo menindas dia itu selalu "benar" menurut gw. Hufffft...

a hour ago...
gw flashback lagi, ingatan gw berlari kencang pada hari dimana dia lahir, sampe sekarang. Dan akhirnya kesadaran itu datang juga. gw teringat sebuah buku dongeng. judulnya "Winnie the Witch". Kisah dimulai dengan Winnie yang tinggal di rumah serba hitam. Dari mulai dinding sampai seprai... semuanya hitam. Winnie hanya ditemani seekor kucing bernama Wilbur—yang juga hitam. Satu-satunya yang bisa membedakan Wilbur dari ruangan dan seluruh isinya adalah matanya yang hijau. Begitu Wilbur tidur dan kelopak matanya menutup, maka ia hilang menyatu dengan rumah. Berkali-kali Winnie menduduki Wilbur secara tak sengaja. Dan itulah awal dari segala permasalahan antara Winnie dan Wilbur.


Setelah terjungkal dari tangga karena menyandung Wilbur yang sedang terlelap, Winnie lalu memutuskan untuk menggunakan sihirnya, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi kucing hijau. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, ia selalu terlihat. Termasuk saat Wilbur mencuri-curi tidur di tempat peraduan Sang Penyihir. Karena tidak mengizinkan Wilbur tidur di kasur, akhirnya Winnie meletakkan Wilbur di pekarangan rumput.


Masalah baru timbul. Wilbur, yang sekarang berwarna hijau, kembali tak terlihat di tengah-tengah rumput. Bahkan saat ia membuka mata sekalipun, berhubung matanya juga hijau. Winnie, bangun dari tidurnya, lantas mencari Wilbur di pekarangan. Lagi-lagi, penyihir itu tersandung kucingnya sendiri, jumpalitan tiga kali di angkasa, dan tersuruk di tanah.

Kali ini, Winnie benar-benar kesal. Disambarnyalah tongkat sihir, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi… warna-warni! Kepalanya merah, kupingnya kuning, kumisnya biru, badannya hijau, empat kakinya berwarna ungu, dan ekornya... pink! Winnie sangat puas. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, baik di rumah maupun di pekarangan, ia pasti akan terlihat.


Namun, Wilbur tidak mau kembali ke rumah. Ia sangat malu dengan warna tubuhnya yang tidak karuan. Ia bahkan ditertawakan oleh binatang-binatang lain. Wilbur kabur ke puncak pohon tertinggi dan tidak mau turun-turun. Pagi sampai malam, Wilbur bertahan tidak pulang.


Melihat Wilbur yang menderita, Winnie pun merasa sedih. Wilbur adalah segalanya bagi Winnie. Tapi ia malah membuat Wilbur sengsara karena kehendaknya sendiri. Winnie akhirnya beringsut ke pohon tempat Wilbur bergantung, dan dengan tongkat sihirnya ia mengubah Wilbur kembali hitam. Perlahan, kucing itu kembali turun ke tanah. Bersama Wilbur yang kembali di sisinya, Winnie menghadap rumahnya yang serba hitam, mengayun tongkat sihirnya di udara, dan… ABRAKADABRA! Rumah hitamnya berubah kuning dengan atap merah menyala, sofanya berubah putih, karpetnya menjadi hijau, tempat tidurnya biru, selimutnya pink, dan kamar mandinya putih berkilau. Dengan perubahan baru ini, Wilbur dapat terlihat dengan mudah… tanpa perlu berubah.


Now...
Gw lalu mikir kalo sebenarnya gw terlalu bersikukuh untuk ngubah dia. memermak dia biar sempurna buat dimata gw. Tanpa gw peduli dia tersikasa atau tidak. Celakanya gw juga gag tau pasti apa yang mesti dia rubah. Pokoknya yang gw tau dalam logika gw, gw ngerasa sedang berbuat kebaikan dengan make "topeng cinta dan care" sebagai pembenaran.

Buku 32 halaman itu selesai didongengkan dalam sepuluh menit. Namun kesan yang tertinggal tak terukur oleh waktu. Winnie mengingatkan saya pada kita semua. Kita, yang seringkali bersikukuh untuk mengubah seseorang, memermaknya agar sempurna di mata kita, memaksanya agar muat dan tepat dalam ruang hidup kita, memangkas atau menambalnya agar bisa pas dengan kebutuhan kita, tanpa peduli bahwa apa yang kita perbuat sesungguhnya adalah siksaan bagi yang bersangkutan. Dalam penjara logika dan mental kita masing-masing, kita berpikir bahwa mengubah seseorang adalah solusi yang realistis dan humanis. Atas nama cinta dan apa pun, kita bahkan merasa bahwa kita sedang berbuat kebaikan.

Namun Winnie Sang Penyihir mengingatkan gw bahwa ada satu hal penting yang sering terlupa: diri gw sendiri. Perubahan tak pernah terjadi oleh hal lain di luar gw, Seperti halnya Winnie yang luput membenahi rumahnya dan malah sibuk mengutak-atik Wilbur tanpa sadar kalau aneka sihirnya malah membuat Wilbur terdera karena menjadi sesuatu yang bukan dirinya, gw pun acap kali terlena dalam ekspektasi serta upaya untuk mengubah orang lain, dan malah lupa dengan pembenahan yang paling penting dan realistis yakni, sekali lagi, diri gw sendiri. Dan ini adalah masalah yang amat sering kita alami. Dari waktu ke waktu.


Detik ini....Sekarang
Gw klik poting entri tentang dia.Di akte kelahiran namanya Imam KUrniawan, tapi sekeluarga kompak manggil dia ACO.

4 comments:

.:diah:. said...

hohohoh, sudah kuduga klo yg diceritakan ini Aco, heheheh.. kasian Rin, he just want be himself.. hehehh...

tapi, btw lahir 1995 koq terima raportnya 1998, hehehh pan 7thn later itu.... 2002 :D

ririn said...

wkwkwkw..oh iyow diii... wah salahhhhhhhhhh,,,, pengaruh usia mungkin, di noopp...

gaelby salahuddin said...

Klo gak liat komentnya Diah, aq gak tau nama anak itu Aco.
Sampaikan salamku untuknya. Hee.. hee...
Salam sobat, skalian izin follow :)

ririn said...

gaelby: makasih dah visit.. okay dah, ntar disampein salamnya^^