Friday, September 02, 2011

Holidays...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri untuk seluruh umat muslim di dunia, baik bagi mereka yang merayakan pada tanggal 30 maupun mereka yang merayakan pada tanggal 30. Kenapa juga mesti terganggu dengan adanya perbedaan?? Bukankah perbedaan memberi banyak warna??

Alhamdulillah hari ini kondisi badan mulai agak baikan, setelah kemarin dulu sempat terserang flu. Yeah, I am still ini Bogor right now, enjoying my greatest holidays ever,,:P. As I've told you that Lebaran this day, I am not with my family in Kendari, hmm..prety sad, but it's OK. Many great things I do during this holidays. Wanna know more?? Here we go...^^

So, hal menyenangkan yg saya lakukan pertama kali pas nyampe di Bogor adalah, "masak-masak" mengapa hal ini begitu menyenangkan? karena aktivitas yang satu ini bisa dikatakan adalah hal yang sudah sangat jarang saya lakukan semenjak menginjak pulau jawa, bahkan hampir tidak pernah. Biasanya kalau mau makan, tinggal keluar asrama, cari makan di warung-warung terdekat. Dan, aku serta teman-teman mau tidak mau menyantap makanan yang tak sesuai dengan selera, Halusnya, lidah kami belum terbiasa dengan makanan Jawa (Solo) yang serba manis. Mau masak, tidak biasa karena asrama tempat kami tinggal tidak membolehkan aktivitas masak memasak. Kosanku juga sama saja, aktivitas masak memasak termasuk dalam "hal yang tidak boleh dilakukan". Itulah mengapa, ketika K Tika (sang pemilik rumah yang juga kakak dari Indah) mendaulat kami untuk masak menu berbuka puasa, dengan perasaan girang tak terkira kami pun menaklukkan dapur,,(duh, lagaknyeeee...hehehe) dengan menu Kolak Labu Special Ala Ririn..:P

Hal menyenangkan kedua adalah ketika ke Bara. Bara adalah nama sebuah daerah di Bogor (tepatnya pas disamping kampus IPB) yang menyediakan banyak hal untuk keperluan masak memasak, aneka jajanan khas untuk berbuka puasa, cemilan, laundry, rental komik dan kaset, toko sepatu dan baju dan keperluan rumahtangga lainnya. Tempatnya kecil namum komplit,,plit..plit... sekali kesana, bisa dibilang kebutuhan standar terpenuhi (hal yang sampai saat ini belum kutemukan di Solo). Pertama kali kesana, saya dan Indah naik angkutan umum, K tika menyarankan supaya kami naik motor saja, tapi si Indah tidak berani karena pada jam-jam segitu Bara luarrr biassssa macet. Yang membuatku juga menyukai kota ini adalah sarana transportasi yang sangat mudah didapatkan. Tinggal keluar lorong, angkot pun tersedia. (Meskipun sejauh ini belum ada yang mengalahkan angutan umum di Kendari, yang mobilnya relatif masih baru, full music pula..),hehehe..

Selanjutnya, belum ke Bogor dong kalo belum ke Kebun Rayanya. Maka dalam agenda holiday kali ini nama Kebun Raya Bogor so pasti ada didalam list..^^. Here are the pictures...

                                            
                                                                    Pose dulu, ah..^^

                                                                     Di Pintu Masuk

                                                                         with Indah



                                                                       ada danaunya..





                                                                 pohonnya besar-besar


















Berikutnya, yang ada dalam objek jalan-jalan kali ini adalah IPB. Wow, kampusnya kereeeenn bgt, ful fasilitas dan lumayan bersih. Area hotspot dimana-mana, kerennya lagi, kampus ini menyediakan fasilitas peminjaman sepeda bagi mahasiswanya. Secara y kampusnya luas bgt, jadi kalau tidak punya kendaraan, akan sangat capek kalau mau sekedar kelling-keliling kampus. Jadi teringat dengan kampusku tersayang waktu S1, Haluoleo University, Kapaaan y bisa seperti ini... (I do wish someday it would be, ameeen  =.= ). Hmm.. terkadang gambar mampu menceritakan banyak ketimbang kata-kata, so..enjoy the pictures..^^













                                                                    shelter sepeda


Jarak Bogor-Jakarta yang lumayan dekat memungkinkan kami bolak-balik di dua kota ini sesuka hati. K Tika, yang mengetahui bahwa kami ingin sekali ke Jakarta buat melihat Monas (Ndeso bgt yah,,,wkwkwk), pun mengajak kami kesana. Dari Bogor kami turun di Stasiun Gambir,, (waaahh sebelumnya saya hanya bisa melihat dan mendengar tentang stasiun ini lewat TV,,,akhirnya bisa menginjakkan kaki juga disini). Stasiunnya sangat besar dan mewah,, ~berdoa semoga Bandara Nasional Haluoleo juga bisa seperti ini,,amiiin~ Pada kesempatan ini kami juga menyempatkan sholat di Istiqlal yang memang berlokasi tidak jauh dari Monas. 


                                                                     Stasiun Gambir


                                              Tarik-tarikan dengan patung di area Monas..^^


                                                Salah satu lukisan di dalam Museum Monas

                                                     View Istiqlal dari puncak Monas

                                                             Kubahnya keren, kan..??





The other awesome experience is when I went to Pulau Kotok Kecil in Kepulauan Seribu with my best friend since Junior High School, Veby. It's nice to meet her again...^^. Si Veby ini sudah bekerja dan menetap di Jakarta, ketika saya mengabarinya tentang liburan saya di Bogor, kami pun langsung menyusun rencana. Pulau Kotok, Dufan, Kota Tua, dan beberapa tempat belanja, berada dalam jajaran teratas daftar tempat yang kami ingin kunjungi. Sayangnya, waktu yang terbatas hanya memungkinkan kami berwisata ke Pulau Kotok ini, tak apalah.. masih ada waktu setelah lebaran nanti... Dan perjalanan kali ini terangkum dalam foto2 berikut:...0_0






Hal lain yang juga tidak kalah seru adalah pada saat Idul Fitri. Kami merayakannya pada tanggal 30 Agustus, bersama masyarakat lain anggota Muhammadiyah, kami melakukan sembahyang Ied di Lapangan Semprul (dekat dengan Istana Bogor). Waaah ternyata banyak juga yang merayakan Idul Fitri pada tanggal ini,,,Sehabis sholat, kami pun mampir di depan Istana Bogor untuk bercanda-canda dengan rusa yang banyak terdapat di pelataran istana. Rusanya sangat jinak dan akan segera mendekat ketika di ulurkan wortel ataupun kangkung. Bahkan mereka tak takut untuk dibelai-belai..




                                                            Rusanya sangat jinak..:)

Well. that's my story. But it is not the end. Kami masih punya banyak agenda dan banyak tempat untuk dikunjugi. Salah satu yang membuatku tak sabar menanti adalah jalan-jalan ke Puncak,, wuiih pasti keren bgt y... kondisi badan yang sempat flu kemaren mengharuskan saya untuk banyak-banyak take a rest for a while,, Okelah kalau begitu,,C U in my next adventure, pals,,^^

Wednesday, August 17, 2011

Trip to Bogor...^^

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, pagi ini cerah sekali. Bogor, seperti kemarin, masih bersahaja dan ramah pada aku yang baru kemarin sampai di tempat ini. Hmm.. rumah sepi, pemiliknya lagi ke IPB urus ini itu. Si Indah masih asyik dalam buaian mimpi, dan ada aku yang lantas clingak clinguk ke dunia maya, klik ini klik itu yang menarik perhatianku dan akhirnya mampir ke blogq tersayang ini..:P

Well, ini adalah kali pertamaku ke Bogor. Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam benakku kalau bakal menginjakkan kaki di daerah ini. Kita tidak pernah tahu jalan hidup yang digariskan Tuhan sampai kita benar-benar mengalaminya, bukan? Jadi setelah melakukan perjalanan sekitar 13 jam dari Solo sampai kesini, akhirnya aku bisa menghirup udara Bogor. Berada dibawah langit yang menaugi tempat ini. Kesan pertama yang kurasakan adalah, "kok Bogor ga sesejuk yang kubayangkan, yah?" Iya, jadi kan yang saya ketahui kata orang, Bogor itu sejuuk dan dingiiin bgt, tapi yang saya rasakan tidak seperti itu. Bahkan menurutku Solo jauuuh lebih dingin. Bener, lho!! Setelah menanyakan hal ini ke tuan rumah, (k Tika) dia menjelaskan memang kalau untuk daerah sini tidak dingin, yang dingin itu di kotanya... _oohh ternyata gitu..:8

Perjalanan ke sini, kemarin naik kereta ke Jakarta seorang diri. Sebenarnya sempat khawatir juga karena kata orang banyak kejahatan yang bisa terjadi di kereta. Tapi, syukur alhamdulillah kemarin itu bisa selamat sampai tujuan, dan perjalanannya pun lumayan nyaman. Penumpang kereta cukup sepi, mungkin karena saya melawan arus mudik, dimana orang pada rame-rame keluar jakarta, nah saya malah masuk jakarta. Berangkat dari Solo jam 5 sore, dan sampai di Stasiun Manggarai jam 4 dini hari. Melelahkan sih, tapi seru. Untuk pertama kalinya saya berbuka puasa di kereta, menunya pun seadanya hanya sebotol Aqua dan sebiji roti. Hmm.. saya dapat pelajaran lagi, bahwa kesederhanaan itu bisa terasa sangat manis jika kita ikhlas dan mensyukuri nikmat yang ada. Lama aku memperhatikan kesibukan yang terjadi di dalam kereta. Beberapa saat sebelum waktu berbuka tiba, para pedagang asongan tidak henti menjajakan barang dagangannya. Barang dagangannya pun rupa-rupa. Dari makanan untuk berbuka, makanan untuk oleh-oleh, TTS, buku tuntunan sholat, cendra mata, bantal sampai alat pijat. Mereka berlalu lalang di lorong-lorong gerbong menawarkan dagangan kepada penumpang dengan tak kenal lelah. Dengan irama suara yang stabil, mereka gesit dan sabar berjuang untuk mencari rejeki. Pengamen dan pengemis, yang sempat kukira akan berdatangan tanpa henti, ternyata malah sangat sedikit. Hanya jika berhenti di stasiun-stasiun ku dengar mereka menjual suara. Dari teman yang duduk disampingku, aku tahu kalau rupanya pihak kereta api telah melarang para pengamen dan pengemis itu untuk "berkeliaran" di dalam kereta. Mungkin ini salah satu upaya PT Kereta Api untuk membuat penumpang lebih nyaman.

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dalam perjalananku kali ini. Banyak yang mengagap mereka "sang penjajah barang" di dalam kereta dengan pandangan yang sedikit negatif. Khususnya bagi penjajah makanan. Ada prasangka bahwa makanan yang mereka jual itu telah di"bumbui" dengan hypnosis sehingga para penumpang umumnya khawatir untuk membeli makanan mereka, termasuk juga aku. Tetapi, jika kita melihat bagaimana mereka berjuang semalaman tak tidur demi mencari rejeki, sedikitnya hati kita akan terenyuh. Saya tak henti mengucap syukur, betapa tak pantasnya aku mengeluhkan ini itu selama ini, sementara masih banyak yang lebih kurang beruntung dariku. Mereka juga mengajarkanku untuk tak gampang menyerah. Malu hati ini menyaksikan mereka tak lelah menyodorkan dagangan kepada penumpang yang kebanyakan akan menggelengkan kepala atau melambaikan tangan. Apakah mereka putus asa begitu saja? Tidak! bahkan tak kudengarkan perubahan dalam suaranya ketika menawarkan dagangannya ke penumpang lain. Begitu terus berulang-ulang sampai subuh menjelang dan aku tiba di Stasiun Manggarai..

Tiba di manggarai, sekilas ku menoleh pada kereta yang aku tumpangi tadi. Melambaikan tangan pada teman yang baru ku kenal di kereta. Dia anak UMS juga. Mahasiswa S1 jurusan psikologi. Anaknya lumayan asik buat diajak ngobrol. Darinya aku juga tahu serba-serbi kehidupan didalam kereta. Dia akan turun di stasiun terakhir, yakni di Stasiun Tanah Abang. Aku lupa siapa namanya. Tetapi, aku akan mencarinya ketika balik ke Solo nanti. Kuedarkan pandanganku menyapu stasiun Manggarai. Tampak beberapa orang tertidur di bangku-bangku stasiun. Beberapa ibu mengendong bayinya, ada bapak-bapak yang menahan kantuk dengan menonton TV yang hanya menanyangkan iklan yang cuma itu-itu saja. Beberapa pedagang asongan tetap semangat berjualan dibawah langit Manggarai yang masih hitam. Mereka telah terbiasa dengan dingin yang kurasakan sangat menggigit. Seorang awak kereta api sedang membersihkan bagian atap KA. Benar-benar subuh yang sibuk. Adzan belum lagi berkumandang ketika loket tiket terbuka, bergegas aku kesana sebelum antrian memanjang. Setelah tiket telah berada ditangan, aku menunggu di jalur 6 untuk kereta menuju Bogor. Keretanya datang sejam lagi. Aku clingak clinguk mencari mushollah ketika adzan subuh berkumandang. Sayangnya aku tak menemukannya. Akhirnya sholatnya sambil duduk saja di kursi stasiun.

Kereta yang ditunggu akhirnya tiba juga. Aku segera naik dan duduk di kursi. Mata terasa begitu berat sehingga aku sempat tertidur berulang kali. Penumpang turun dan naik di setiap stasiun. Anak sekolahan yang akan mengikuti upacara bendera 17 Agustus, orang yang pulang mudik, dan lagi pedagang asongan.. Sejam pun akhirnya berlalu, dan Kereta telah tiba di stasiun terakhir. Suami K' Tika telah ada disana untuk menjempt. Sempat lama saling menelpon karena ada sedikit miss komunikasi.. (aku yang sangat susah dalam hal-hal navigasi sukses membuat K Dani kelimpungan mencari,,hehehehe).. tetapi akhirnya ketemu juga daaaann sampailah saya dirumah ini, di rumah K Tika,,,,^^

Hmmm.. sudah lumayan panjang y, postingan kali ini,, sudah dulu y, pals.. Cerita lainnnya ntar mentusul. Aku dan Indah telah merencanakan petualangan-petualangan yang akan kami lakukan selama di Bogor. Semoga seru dan dapat pengalaman n pelajaran berharga,,amiiinn^^

Friday, August 05, 2011

First Fasting Without Families

Assalamualaikum. Wr. Wb


 Hi, pals? how's your morning? It's half past ten now. I just wake up and straightly feel pain around my throat. It seems that I'll get cold. O I do wish it wouldn't happen, amen. Being sick in the place where you are much far from your families is a disaster, hiks,,hiks,,hiks..

Finally, akhirnya sudah bisa puasa juga hari ini. My first fasting without my families. It's pretty sad but it's OK. Our menu were fried rice with a glass of milk. I couldn't help my self not to remember my families in Kendari. Yeah, I knew what were they eating, how was the atmosphere (my mom and my sistas were busy to prepare our food, my fatha' was watching TV). It was frustrated. I mean it.

Hmm, aktifitas hari ini apa y? kemarin kami ke PGS dan Beteng seharian, belanja-belinji buat oleh-oleh untuk keluarga (memanfaatkan momen terakhir g puasa, hhehehehe), Hari ini entah mau apa. Kok rasanya bete bgt ya, gapunya sesuatu untuk dilakukan. Suram aku membayangkan aktifitas hari ini hanya, online and then sleep, online and sleep again,,hufftt...

Kemaren, pengumuman penerimaan Maba Pasca UMS sudah keluar, Thx God I was accepted. Orientasi Mahasiswa Baru akan dilaksanakan nanti pada tgl 17 september. Huaaaa...masih lamaaaa. Dalam rentang waktu itu aku ngapain yah? Keinginan untuk pulang ke kendari besar sekali sih, tetapi dalam hal ini aku harus realistis. Banyak dana yang harus dikeluarkan dalam masa-masa ini, (SPP cs, IELTS test, and so on and so on). So, Mudiknya di pending aja. Lumayan susah lho, membujuk diri untuk tegar karena teman-teman seperjuangan pada pulang semua,, Bisa dibilang ini adalah lebaran kali pertama tanpa keluarga. But, akan selalu ada kali pertama kan untuk semua yang kita alami? Anggap saja ini bagian dari perjalanan hidup yang akan memberi warna pada lukisan hidupku. Kelak akan kukisahkan dan kubanggakan,,amiiinn

Well, pals, sudah dulu y,,,? Sakit ini telah merampas moodku untuk bercerita tentang banyak hal. Akan ada waktu dimana kita akan berbagi cerita lagi,,, CIAO..^_^

Wednesday, July 27, 2011

Random Stories


Assalamualaikum Wr.Wb.

Hi, my dearest blog,,, (y iyalah cuman satu2nya ini kok..:P) Long time  no see yah, Eh ralat ding, bukannya long time no see, tiap hari malah aku mengunjungi blog ini. Setiap kali itu juga aku menklick tombol “entri baru” tetapi begitu lappyku mendisplay web page itu, wussssss…..!! tiba-tiba semua kalimat yang sempat tertata rapi itu lenyap begitu saja. Terbang tertiup angin. Tidak meninggalkan kesan yang mendalam. Meneghilangkan hasrat untuk menulis. Akirnya, hanya bisa blog walking dan menahan iri melihat postingan teman-teman blogger :(


Ya sudahlah, hari ini biarpun hanya ngalor ngidul “gaje” (ga jelas.com..^_~), gapapalah. Hmm..Let’s pick the stories randomly. Here they are: Hari ini adalah hari terakhir kursus persiapan IELTS buat ke Minnesota, besok sudah post test. Yeah, Honestly I feel nothing but confuse. Well, actually among four skills (listening, speaking, reading and writing), I think I get better in my writing and speaking. Vice versa, I get worse in my listening and reading,,hiks..hiks..hiks.. And poor me as I don’t have any idea how to deal with it, listening I mean. In the listening class activity, I think I can perform good, but in the fuc**n’ progress test, I always fail. My score is never upper than 4, while in order to get LOA from Minnesota, at least I should gain 6. It’s so frustrated, you know… Sigh..:P

Tetapi, biarpun begitu bukan berarti aku akan berhenti bermimpi untuk study in abroad. No way!! Selalu ada waktu memang dimana kita berada dalam titik jenuh dan lelah. Tetapi itu bukan sinyal untuk berhenti dan berputus asa. Yeah, semacam waktu untuk beristirahat dan kembali mengatur strategi untuk mearaih mimpi itu. Merencanakan back uu planningslah istilahnya. Berpikir realistis dan membuka mata lebar-lebar terhadap semua peluang dan kesempatan yang terbuka juga cara ampuh untuk tidak terjebak hanya pada satu cara meraih mimpi. Many ways to go to Rome, right? Nah, sementara berjuang untuk Minnesota, sekarang ini aku juga sedang mecoba mengetuk pintu beasiswa yang lain, which is ADS (Australian Development Scholarsip). Application formnya sudah aku download dari kapan hari. Cuman beginilah jeleknya orang yang sangat moody. Apa-apa tergatung apada mood. Ditambah lagi aku sedikit bingung dengan formnya yang sangat berbeda dengan tahun lalu. Untungnya, Mr Fitri, instruktur untuk speaking, telah bersedia membantu. Jadi ceritanya, aku tinggal mencoba mengisi semampunya dan dia akan mengecek dan memberi masukan-masukan. See.. benar emang kata k Yudhi Karim Gumanawan, bahwa mimpi akan selalu mencari caranya sendiri untuk dapat diwujudkan sepanjang dia dibiarkan untuk tetap hidup didalam jiwa. (Dapat suplemen lagi, nih..:P)

Tadi aku sudah bilang kan kalau cerita dalam postingan kali ini sifanya acak? jadi jangan heran kalau alurnya loncat-loncat yah.. (ini salah satu strategi supaya tidak stuck dalam menulis,,hehehe).. Oh ya, hari-hari belakangan ini emosi dan pikiran serasa diayun-ayun oleh tangan-tangan tak terlihat yang begitu kuat terkait kepastian status beasiswa kami. As I told you before that we expect to continue our study through scholarship by DIKTI. Actually we've done what we should done to gain it: completing documents, registering through online on DIKTI's web, bla,,bla,,bla,,.. But, I don't know why it seems to difficult to get Kopertis 9 agreement. Yeah, sekarang ini saya dan teman-teman sedang sangat sangat sangat muak dengan kinerja dan tabiat orang-orang di Kopertis 9 yang terkesan sangat-sangat mempersulit kami. Sesuatu yang sebenarnya sangat trivial kok dibuat susah ya,,?? (heran campur gemes plus berasapp,,grrrr) Apa sih susahnya sekedar menstatuskan doang? Jadi kan kami sudah melengkapi semua yang mereka minta, pihak Universitas penyelenggara juga sudah menjamin kami akan diterima, Rektor dari Unversitasku juga sudah turun tangan. Tapi kok semuanya terkesan dipersulit dengan dalih yang sangat-sangat lemah. Hufttt, kayaknya kesabaran lagi di uji nih, semoga bisa menang pada akhirnya,,amiiinn

And here the other random story...
Kata orang, hidup tidak cukup hanya dengan satu planning. Saat plan A kelihatannya akan tidak berhasil, harus selalu ada plan B, plan C even until plan Z, sebagai back upannya. Seperti juga aku saat ini. Plan Anya: dapat BPPS dan terbang ke Minnesota dan meraih gelar Double Degree dengan penuh kebanggaan (heheheh). Tetapi sehubungan dengan adanya riak diarea Kopertis 9, it means that I should think my Plan B, yaitu tetap lanjut kuliah di UMS dengan biaya sendiri, tetapi tidak di Magister Manajemen Pendidikan, melainkan lanjut ke jurusan yang sesuai dengan majorku ketika S1, which was in English Department. Nah, sementara itu saya juga akan apply for ADS. Kali aja lulus dan akhirnya terbang ke Aussie meraih gelar M.ED dari salah satu University di sana, amiiinnn.


Yeah,, begitulah, study in abroad always be my biggest dream and I dont want to change it. I do believe that it's just the matter of time that I'll be there someday to hold my Master even my Doctoral Degree.  Amiiinn. And, oh, also going to the UK is my dream...hehehhe...(^_~)v



Tuesday, June 28, 2011

It's Wednesday, and It's holyday, finally I have time to post some stories about my days in Solo.Time runs fastly that I don't notice it's been 3 weeks since we arrived here.

As I had told in my previous posting, we're staying in students' house right now. We have class 5 days a week started from Monday to Fryday. When my friends and I met instructors for the first time, we're so happy as they were all young, friendly and smart. The first instructor is Mb Syahara, she is handling listening class. The second one is Mas Fitri, he is speaking instructor. Next is Mb Susi, she's handling Writing class, and the last but not least is Mr. Giri, he is master in reading.

We took our pretest of IELTS on Fryday, June 17th '11. It was horrible, hehhe..I mean I just got low score, but don't worry be happy coz that was the pretest. I still have 6 more weeks to improve my ability, don't I? In the weekend, we went together to Slamet riyadi. there was Solo Batik Carnival. It was owesome. we took some pictures and uploaded it on FB.

OMG,,, actually I want to finish this posting, but unfortunatelly suddenly there's sumthin' that I should fix..Hufffttt,,, C Y...

Thursday, June 16, 2011

Grrrrr... Dinginnya udara Solo menembus jaket yang telah beberapa hari ini tak pernah lepas dariku. Lumayan membuat kulit kering, bibir pecah-pecah dan mata perih. Apa lagi malam ini, di kantin Rusunawa KH. Mas Mansur yang terbuka seperti ini angin malam berhembus dingin sekali. Sebenarnya ingin sekali aku beranjak naik bergelung didalam selimut. Tetapi area hotspot tidak menjangkau kamar. MOdem sedang dipakai oleh Nasir, jadi disinilah aku, bersama beberapa orang yang juga online, facebookan, posting, and browsing...


Ada beberapa cerita yag ingin aku bagi malam ini. Tentang hari ini, hari kemarin dan mungkin nanti. Satu sejarah lagi terukir dalam perjalanan hidupku hari ini. Yeah, hari ini adalah hari pertamaku mengikuti test IELTS. Meski ini hanyalah pre test dan pengujinya bukan native speaker, test ini lumayan memberiku gambaran tentang seperti apa IELTS itu. Hari ini juga hari pertamaku menempati asrama. Asramanya cukup bagus menurutku. Bersih dan nyaman. Fasilitas lengkap, dan yang jauh lebih penting adalah keamanannya terjaga.

Hatchi...!!! wuih dingin bgt disini,,, It seems that I couldnt stay here any longer. So,, ceritanya dipending saja ya...^^

Tuesday, June 14, 2011

I've miss them already...

Sawah nan hijau membentang di depan rumah kembali menyambut ku pagi ini. Sama seperti waktu pertama kali dulu, aku masih begitu terkesima dibuatnya. Piringan keemasan diufuk timur tetap menyapaku tak kalah ramanya seperti 3 minggu yang lalu. Akhirnya aku kembali lagi kesini. Huuuuffffttt... kembali aku meresapi indah ini. Meskipun kali ini aku tak bisa memandang Merapi karena sedang berselimut kabut. Seperti juga hatiku.

Mataku memandang jauh luas sawah yang terbentang, tetapi jiwaku terbang melampaui itu. Bagaimana tidak? Jika diatas hamparan hijau itu tergurat wajah ibu dan bapakku tersayang. Masih terasa pelukan ibuku saat mengantar ku di bandara kemarin. Pelukan itu terasa istimewa karena itu adalah hal yang sangaaaaaaaatt jarang dilakukan oleh ibuku. Perempuan paling istimewa yang dianugerahkan tuhan untukku. Bagaimana tidak, jika masih sangat terasa ciuman Bapak di pipiku? Aku tak kuasa menahan jatuhnya air mata ini, betapa aku menyayangi mereka...

Hari ini, aku dan teman-teman dirumah saja, beristirahat dulu. Besok baru jalan-jalan. Masing-masing teman sibuk dengan urusannya masing-masing. Untuk mengisi waktu,aku memutuskan nonton saja. Tetapi bagaimana bisa menikmati jika anganku langsung terbang tak terelakkan kepada adik2ku dikendari? Canda tawa mereka nyata kurasakan saat ini. Bagaimana kami selalu menemukan cela dari sebuah film untuk kemudian mengkritiknya habis-habisan. masih terasa bagaimana nikmatnya aku dan eda menjahili ache menonton film korea,, ah.. betapa melownya aku hari ini. Sesuatu yang sangat tidak ingin kutunjukkan didepan mereka semua sebenarnya. Tapi so what?? I've missed them already.

Memang benar pada saat jauh, apa yang tadinya menyebalkan akan terasa begitu manis. Ruang hatiku kini dipenuhi dengan sosok hitam yang jarang mandi itu. Yeah I miss U aco... really.

Friday, June 03, 2011

Trip to Solo, Trip to Reach my Dream part II

Hai... ternyata gag bisa berlama-lama menunda postingan selanjutnya, hehehe.. iya nih rupanya cerita ini gag bisa lama-lama cuman tersimpan dalam kepala, takutnya mengendap dan memfosil seperti cerita lainnya yang terpaksa "teraborsi" tak sempat lahir. Walau sebenarnya jujur saja, saya tergerak mempostingkan cerita ini karena adanya dorongan dari Suhartini Syukri. Dia tidak memintaku menulis secara langsung, tetapi pengakuannya bahwa dia sering mampir ke blog ini membuatku sedikit termotivasi untuk segera memperbaharui cerita, merekam jejak hidupku pada laman ini.... So, here the story goes..



Setelah Sholat Dzuhur di Mesjid Agug Surakarta yang sukses membuatku semakin mengagumi kota ini, kami memutuskan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Mb Endang kemudian mengajak kami menyelusuri warung jajanan disekitar situ. Wow.. harganya sangat murah, lho.. mpek-mpek palembangnya bahkan cuman seribu sebiji, dengan ukuran yag sama seperti di tempatnya "mpek-mpek ibu Fathun" di kendari yang seharga delapan ribu. ckckckck...Akhirnya kami pun berhenti di warung makan "Mba Endang" kami sempat bergurau, kok nama pemiliknya sama dengan nama mb Endang, guide kami? tapi kata Mb Endang, warung ini bukan miliknya. Hanya suka makan disini aja katanya. Menu yang tersaji lumayan menarik. Dan sekali lagi kami dibuat melongo dengan harganya. Sangat miring, boooo... Lidah kami yang sangat "Sulawesi" lumayan kesulitan dengan kuliner di sini. Sedikit-sedikit kami bergumam.."mmmm...enakan di kendari...." atau "kalau dikendari bumbunya terasa bgt.."..hehehe.. untungnya Mb' Endang tidak tersinggung ucapan kami yang berkali-kali kami lontarkan tersebut. Malah belum-belum salah seorang temanku sudah merindukan ikan. Aku sendiri sebenarnya sudah merindukan laut. Di Solo ini aku belum melihat laut. OOOo...we are so Sulawesi...jiakkakakak..



Target kami selanjutnya adalah Keraton Surakarta yang juga jaraknya dekat dengan Masjid Agung Surakarta ini. Bisa ditempuh dengan jalan kaki. Matahari yang telah tepat berada di atas kepala kami tak menyurutkan langkah kami menuju Keraton. Sayang sekali ketika kami tiba, Museum Keraton telah tutup. Tetapi bukan kami namanya jika patah semangat. Dengan antusias kami mengamati apa yang bisa kami amati disekitar keraton. Tentu saja tak lupa acara foto-foto. (foto-foto diriku yang narsis di area keraton belum dapat ku upload karena masih tersimpan di kamera teman...:(...). Tak lama sebelum memutuskan pulang, tiba-tiba seorang pak tua menghampiri kami. Mungkin terharu melihat kami yang begitu antusias dengan Keraton, beliau menawarkan andongnya untuk mengantar kami berkeliling Keraton. Wow... betapa menyenangkannya. Tanpa ragu kami mengangguk setuju. Beliau kemudian pamit sebentar mengambil andongnya. Dan tak lama kemudian,,,kletak kletok bunyi kaki kuda mendekati kami.  Bapak tua dan Andongnya. Dengan noraknya kami berebut naik keatas andong. Nikmatnya jadi turis....hehehe. Pak tua ini tidak hanya baik hati, tetapi juga seorang guide yang sangat handal. Beliau menerangkan kepada kami setiap area yang kami lalui dengan detil. Ada kebo bule, ada rumah tumenggung dan lain-lain, kami juga diantarkannya ke Kampung Batik, tempatnya batik dengan beragam corak. Rasanya belum ingin pulang, tetapi apa boleh buat, waktu yang sudah masuk Ashar mengharuskan kami untuk pulang. Istirahat yang belum tercukupi dari kemarin membuat kami harus segera beristirahat. Yah,, besok kan kami masih harus ke gedung pasca UMS untuk menghadiri acara penerimaan, jadi harus terlihat segar. Malam itu Mb Endang sempat ngajakin jalan ke Mal, tetapi karena terlampau capek, aku memutuskan tidak ikut. Apalagi kecapekan ini membuatku terserang flu. Beberapa temanku memutuskan pergi malam itu, tetapi aku tidak.


Akhirnya hari ini tiba juga. Hari dimana kami diumumkan diterima oleh pihak UMS untuk bergabung dalam program double degree kerjasama dengan Minnesota University USA. Aku dan teman-temanku sangat mengagumi kampus ini dan langsung jatuh cinta pada kampus ini saat itu juga. Kampus ini besar dan sangat asri serta bersih. Suasana yang sangat kondusif untuk belajar. Dan akhirnya aku bertemu juga dengan  Bapak Dr. Supriono, Kepala Biro Pengembangan SDM, International Program, orang yag selama ini aku hubungi via telepon untuk menanyakan banyak hal mengenai program ini. Orangnya tinggi putih dan sangat berwibawa. Keramahan terpancar jelas dari dirinya. Acara belum dimulai ketika kami tiba. Aku dan teman-teman mempergunakan kesempatan ini untuk saling berkenalan dengan teman-teman undangan dari daerah lain. Ada yang dari Ponorogo dan Surabaya. Setelah Direktur Pasca Sarjana tiba di ruangan, acara pun dimulai.



Penjelasan dari beberapa bapak-bapak disana mmbuat kami semakin tertarik mengikuti program ini. Selain karena kami akan dibiayai oleh BPPS, kami juga dibuat tertarik dengan proses perkuliahan kami nantinya. Jadi ceritanya kami akan mengikuti pendidikan sebanyak 9 SKS di Surakarta, 9 lagi di Singapur, dan sisanya di USA. Tetapi untuk dapat keluar negeri syaratnya adalah kami harus mencapai score IELTS minimal 6, tetapi jika tidak, kami akan tetap mendapat pembiayaan BPPS sampai akhir tetapi tidak ke luar negri. dalam rangka ikhtiar mencapai score IELTS tersebut, pihak UMS mengadakan kursus selama satu setengah bulan di UMS. Biayanya relatif murah, karena sudah mencakup penginapan, makan, dan laundry. TIdak ada alasan untuk tidak mengikutinya. Bukankah setiap mimpi wajib untuk dibela? Kelar acara ini, kami langsung pulang dan berpamitan pada Mb Endang. Suasana haru kental terasa pada saat adegan cipika-cipiki itu. Mb Endang berjanji mengajak kami ke Astana GiriBangun, makam Ibu Tien Soeharto kelak ketika kami kembali 2 minggu lagi. Mobil didepan telah menunggu kami. Akhirnya, Surabaya,,kami dataaaaaannnggg...

Perjalanan menuju Surabaya lumayan menguras tenaga juga. Kami sampai lewat tengah malam, menginap di rumah kerabat salah satu teman kami. Esoknya aku dan 3 orang teman terbang menuju kendari. Banyak hal yang mesti aku bereskan sebelum benar-benar meninggalkan Kendari.  Tumpukan pekerjaan telah menanti di ruang kerja. Lelah jelas terasa, tetapi semangat itu kian berkobar. Rasa syukur tak terperi menjalari hatiku. Betapa Dia telah mendengar doaku....Yeahhhh... bukankah mimpi memang wajib diyakini dan diperjuangkan????


Trip to Solo, Trip to Reach my Dream part I

Islam tak berlebihan saat memerintahkan manusia untuk senantiasa berprasangka baik pada ketetapan Tuhan. Karena ketetapannya adalah selalu yag terbaik. Mungkin saja manusia tidak "ngeh" pada awalnya, tetapi Dia selalu mampu membuat para "peragu" itu tersenyum pada akhirnya. Setidaknya itulah yang sedang aku rasakan saat ini. Dulu, sebelum sampai pada titik ini, sempat aku bersedih dan kecewa atas beberapa kali kegagalan dalam mendapatkan peluang beasiswa. Sebut saja program pelatihan bahasa yang hampir saja aku ikuti tetapi kemudian batal karena tidak mendapat ijin dari Bos. Ada juga program kerjasama Unhas dan UMK tentang study gender yang tidak jadi aku apply karena sesuatu dan lain hal. Kurang lebih beberapa minggu aku sempat terpancing mempertanyakan keadilan Tuhan, tetapi sekeras mungkin aku halau perasaan itu. Syukur Alhamdulillah, aku dikelilingi dengan motivator yang luar biasa hebat, terutama ibuku dan keluargaku. Dan akhirnya, setiap janjiNya adalah Haq. Tidak akan ada kekecewaan yang tak diganjar dengan kabar baik, asalkan terus berqanaah kepadaNya dan tentu saja terus menerus berusaha. Sebuah fax dari Surakarta membuncahkan hatiku. 7 Orang dosen tetap UMK diterima di UMS untuk bergabung dalam program double degree kerjasama UMS dan COllege of Education and Human Development University of Minnesota USA dengan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan. Namaku salah satu diantaranya...^^

Fax tersebut adalah undangan penerimaan bagi kami bertujuh untuk melanjutkan studi di UMS. Maka, kami pu berangkat ke Surakarta pada Senin, 23 Mei 2011 yang lalu. Kami memesan tiket menuju Surabaya. Dari Surabaya kami ke Surakarta dengan jasa travel. Perjalanannya lumayan panjang. Sekitaran enam sampai tujuh jaman. Aku membayangkan perjalanan Kendari-Kolaka pulang pergi. Tetapi ternyata, meskipun dua kali lebih jauh, perjalanan ini tidak begitu melelahkan karena jalan yang lurus mulus meski sedikit macet. Banyak cerita seru sepanjang perjalanan kami. Ada banyak canda tawa. Sebelumnya kami tidak begitu saling mengenal, selain aku dan k Titin tentunya. Tetapi berada jauh dari kampung halaman, membuat ikatan kekeluargaan terjalin dengan cukup kuat disana.


Kami sampai di Solo (Surakarta) pada pukul 2 dini hari. Rumah yang kami tuju adalah rumah milik kerabat K Titin. Alhamdulillah orangnya sangat baik. Namanya Mb' Endang. Semoga Tuhan membalas kebaikan hatinya dalam menjamu kami selama beberapa hari, amiiinn. Tanpa ba bi bu, kami segera beristirahat. Keesokan harinya, setelah sholat subuh, seperti biasa saya kembali bergelung didalam selimut, hehhehehe..sampai ketika K Titin membangunkan aku. Ditaiknya aku keluar rumah. Sedikit menggerutu aku ikut juga. Dalam hati aku berkata apaan sih K Titin, dingin ini... tetapi.. Subhanallah..pemandangan diluar sunnguh indah. Hamparan sawah yang menghijau, Piringan keemasan di ufuk timur sempurna membangkitkan kekaguman akan kebesaranNya. Hmmmm.... aku memuaskan diri menghirup udara pagi pertamaku di Solo sembari memejamkan mata. Aku ingin menyimpan keajaiban ini dihati dan kenanganku untuk kunikmati nanti. Untuk kuceritakan nanti. Bau tanah, bau sawah, sapaan ramah penduduknya... Ku pikir ini tak bisa lebih indah lagi. Tetapi aku keliru. Ketika aku menengok ke kiri, aku sudah tak dapat berkata-kata lagi. Disana, menjulang Merapi, Gagah perkasa berselimut awan. Biru menjulang dalam rengkuhan langit. Sungguh pagi yang akan selalu ku kenang. Pagi pertamaku di Solo.

Suara gaduh mb Endang memanggil kami untuk sarapan, mau tak mau membuatku beranjak dari pematang sawah. Tak apalah, semuanya sudah ada disini, dihatiku, sepotong keajaiban lagi telah terukir disana. Sarapan terasa nikmat dengan riuhrendahnya candaan dan gelak tawa. Hari itu kami memutuskan untuk berkeliling Solo. Mba Endang bersedia menjadi guide kami. Tujuan kami adalah Pasar Klewer, dan Keraton Solo. Solo terkenal akan batiknya, maka tak heran di Klewer, mata kami dibuat "puyeng" dengan banyaknya ragam batik yang khas dan harganya pun relatif terjangkau.  Wuiiiihhh... maka dimulailah sesi mengobok-obok pasar itu demi oleh-oleh bagi orang tersayang di kampung halaman. Rombongan yang terdiri dari 5 orang perempuan dan hanya satu pria ini pun kalap belanja belanji. Tau sendiri kan gimana para ladies kalau belanja. Muter-muter sampai capek. Aku sendiri sebenarnya bukan termasuk golongan yang doyan belanja. Belum berapa lama aku sudah merasa lelah. Tempat perbelanjaan memang tidak pernah begitu menarik perhatianku dan tidak pernah membuatku betah berlama-lama disitu. Lain ceritanya kalo ke tempat wisata yang memuat unsur sejarah dan budaya, wah kalau itu seharian aku kuat,,hheheehehe...

Setelah menaklukkan Klewer, kami bergegas menuju Mesjid Agung Surakarta yang jaraknya sangat dekat dari Klewer. Jam menunjukkan waktu Solat Dzuhur telah tiba. Sebagai orang Sulawesi, aku takjub juga dengan model Mesjid ini. Unik dan Khas. Tempat sembahyang bagi pria dan wanitanya terpisah ruang. Masjid yang selama ini aku lihat tidak seperti ini. Di Sulawesi jeamaah pria dan wanita memang dipisah, tetapi hanya oleh sekat dimana pria menempati bagian depan. Tetapi mesjid ini tidak. Jemaat Pria malah berada di ruangan bagian belakang. Hal lain yang ku kagumi adalah mesjid ini sangat ramai. SIlih berganti jemaat melakukan ibadah. Hal yang berbeda yang biasa kutemukan di kampung halamanku. Di Mesjid Agung Kendari, jemaat hanya segelintir saja. Mesjid Agung Alkautsar kendari hanya ramai jika lebaran atau tarawih saja. Hmmm... Masjid ini menguatkan keinginanku melanjutkan studi disini. Bukankah tinggal dengan orang yang taat beribadah dapat membawa pengaruh positif??

Wah, jam menunjukkan waktu solat dzuhur untuk wilayah kendari telah tiba. Artinya aku harus segera menghentikan postingan kali ini. Lagian juga sudah lumayan panjang menurutku. Hei... I dont want to make you bore with my story, so... see you in the next posting. Still with the same topic because this is not the end... C U....

To be continue....^^

Monday, May 02, 2011

Terbang Terhempas


Pernahkah kalian merasakan sensasi diterterbangkan/diangkat tinggi sekali lalu kemudian dihempaskan begitu saja kebumi dengan kecepatan tak terkira? Mungkin bagi yang pernah naik wahana Histeria di Dufan pernah merasakannya. Isi perut seakan jeblok dan jantung serasa mau copot, bahkan yang kudengar dari teman ada yang sempat ngompol saat mengalaminya. Aku sendiri sama sekali belum pernah bermain di wahana histeria tersebut tetapi sensasinya sedang aku rasakan saat ini. Bukan ragaku yang diterbangkan tinggi sekali lalu dihempas ke bumi begitu saja melainkan hatiku yang mengalaminya. Sungguh sensasi yang tak menyenangkan. Jantungku bukan hanya mau copot, tapi juga berdegup-degup tak karuan karena bercampur dengan kecewa, sedih, dan perasaan tak rela. Bagaimana bisa aku merasakannya? Begini ceritanya… Auuuuuu….



Masih ingat dengan postinganku yang lalu mengenai Program Pelatihan Bahasa Inggris? Pelatihan itu bertujuan untuk membekali para dosen tetap terpilih dengan penguasaan Bahasa Inggris sebelum pada akhirnya dikirim ke LN untuk melanjutkan studi. Aku dan beberapa rekan dosen di UMK telah mendaftar secara online tetapi dari 19 yang mendaftar hanya dua orang yang berhasil lolos. Banyak rekan dan  termasuk juga aku merasa sedikit kecewa, karena kami tak tahu apa penyebab kami tidak lulus. Dalam aplikasi online itu tidak ada bagian yang mempertanyakan mengenai nilai, pangkat akademik, dan apapun yang dapat membedakan “derajat/nilai” kami dengan peserta yang lain. Semisal ada bagian yang mempertanyakan tentang pangkat akademik atau sebagainya, mungkin kami akan memahami, ”ooo mungkin si A lolos karena pangkat akademiknya lebih tinggi dari kami”, tetapi ini tidak ada sama sekali. Sebenarnya ada bagian yang mungkin dapat menggolong2kan “kasta” kami yaitu bagian kualifikasi pendidikan. Tetapi, banyak diantara kami yang bergelas master tetapi juga tidak lulus. Jadi apa dasar DIKTI menentukan Si Ini yang lolos dan Si Itu yang tidak?

Alhamdulillah, meskipun sedikit kecewa, kami tidak larut dalam perasaan yang tidak menyenangkan ini apalagi terjebak dalam perangkap iri. Kami secara tulus mengucapkan selamat pada kedua rekan kami tersebut. Mungkin belum rejeki, atau Tuhan sedang mempersiapkan yang jauh lebih bagus untuk kami. Kesibukan mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru membuat kami melupakan hal itu dan semuanya kembali normal seperti sebelumnya.

Tetapi, sesuatu terjadi hari ini. Ketika aku berada di ruang Biro Keuangan, K Rahma, salah satu rekan dosen memberitahu aku bahwa jumlah peserta Pelatihan Bahasa di Makssar kurang 6 orang, dan dia bertanya apakah aku berminat ikut. Apa katanya? Berminat? Waduh, kak..tentu saja sangat aku sangat berminat. Dengan senang hati aku berkata padanya bahwa aku sangat sangat mau. Disebelahnya, P Ary menjelaskan segala sesuatunya. Katanya dia dapat info dari P Suharta (rekan yang lulus) bahwa panitia meminta satu peserta lagi dari UMK yang telah melakukan pendaftaran tetapi tidak lulus untuk segera ke Makassar guna mencukupi kuota. P Suharta mengajukan P Ary, tetapi karena sesuatu dan lain hal P Ary tidak bisa pergi. Maka dia pun bertanya pada K Rahma siapa kira-kira yang bisa berangkat. Nah, K Rahma kemudian teringat padaku. Aku sempat ragu juga, apakah sudah ada jaminan bahwa aku akan diterima disana, atau jangan sampai ada syarat-syarat yang harus aku penuhi dulu sebelum berangkat. P Ary pun menjelaskan bahwa aku hanya perlu Surat Tugas yang ditandatangani Rektor atau Dekan. Ah, itu mah masalah mudah, P Dekan masih ada diruangannya, dan beliau dengan senang hati pasti akan meberikan Surat Tugas tersebut. Aku kemudian meminta nomor ponsel P Suharta untuk informasi lebih lanjut. P Ary memberitahu bahwa P Suharta hanya bisa dihubungi pada malam hari, karena selama pelatihan, HP harus disilentkan.

Dengan hati yang hanya dipenuhi perasaan girang tak terkira, aku kembali keruangan. Penuh semangat aku memberi tahu Si Bos tentang berita tersebut, dan betapa inginnya aku mengikuti Pelatihan itu. Tetapi, ada yang ganjil dengan raut muka Si Bos, dan ini mebuatku sedikit waspada. Jangan-jangan…. Lalu, dengan pelan dan hati-hati Si Bos berkata bahwa bukannya dia mau menghalangi aku untuk pergi, tetapi sekarang ini masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terkait penerimaan mahasiswa baru dimana aku menjadi wakil sekertaris. Huuhuuuuhuuuu…. Begitulah, hatiku seperti baru saja diterbangkan setinggi langit namun kemudian dihempaskan begitu saja kebumi tanpa ampun. Aku tertunduk, berusaha keras menyamarkan perasaan kecewa yang langsung menyiram hatiku. Beberapa argumen protes berkelebat dibenakku. Tentang bukankah dulu Si Bos sendiri yang mendukung kami untuk ikut? Bukankah ini demi pengembangan dosen UMK juga? Bukankah Si Bos bisa saja mencari orang lain untuk menggantikan posisiku? Dan masih banyak bukankah-bukankah lain yang berlomba menghasut pikiranku. Tetapi aku tak berani mengungkapkannya pada Si Bos. Oh, lagi-lagi aku melihat pintu peluang untuk melanjutkan studi ditutup didepan mataku. Sedih dan tak rela menusuk-nusuk hatiku. Tetapi diatas segalanya, aku juga sangat memahami penjelasan Si Bos. Disini ada tanggung jawab yang harus aku laksanakan. Aku harus bersikap professional, bukan? Pelan-pelan aku membujuk hatiku untuk berdamai dan iklas, semoga ada yang lebih baik menunggu di depan sana.

Dan, oh berdamai dengan keadaan dan mencoba iklas itu sama sekali bukan perkara mudah, kawan. Sungguh. Apalagi ketika Si Bos memintaku agar bersabar dan memberitahu teman-teman lain siapa tahu ada yang bersedia ikut. Duhhh,,!!! ini bagian terberatnya. Mengapa harus aku yang memberi tahu mereka, Bos? Kenapa bukan Bos saja?..hiks..hiks..hiks…T_T… Tetapi bukan “gw bgt” kalau aku  tidak memberitahu teman-teman yang lain mengenai hal ini.  Aku bukan manusia picik yang suka menyembunyikan atau menghalangi orang mendapat informasi atas sesuatu yang baik. Aku tidak ingin menjadi orang yang berkepribadian kerdil. Maka dengan memantapkan hati aku pun mengabarkan ke teman-teman tentang informasi ini. Yang pertama kuberitahu adalah K Tika lalu K Titin, saying keduanya tidak bisa pergi karena sesuatu dan lain hal. Y sudahlah, yang penting aku telah menghindarkan diriku dari perbuatan kerdil tersebut. Lega rasanya…

Setibanya dirumah, aku curhat ke mace tentang sensasi “Terbang Terhempas” yang aku alami hari ini. Dan lagi-lagi aku wajib bersyukur karena telah diberi ibu seperti beliau. Dengan bijaknya beliau menghibur hatiku dan membuat aku kembali berprasangka baik pada skenario yang dibuat olehNya. Membuatku kembali meyakini bahwa Dia hanya akan memberi yang terbaik untukku pada waktu yang tepat. Aku mengirup udara  banyak-banyak. Hatiku pun kembali sejuk dan damai. “O terimaksih, ma… You’re d Best dah…” bisikku sembari menatap lembayung dari balik jendela....

Friday, April 29, 2011

My Dream...^^


Melanjutkan studi untuk program magister dengan sokongan beasiswa selalu menduduki tahta teratas dijajaran mimpi-mimpiku sejak dulu. Sampai saat ini posisi itu belum tergantikan oleh mimpi-mimpiku yang lain. Oh, betapa keinginan ini begitu setia bercokol dalam benakku. Tak putus-putus aku mencari nafkah lahir dan batin peluang beasiswa, mengetuk pintu-pintu universitas yang sesuai dengan majorku agar mau menerimaku, sembari tak lelah mengirim doa dengan paket termanis menuju langit, berharap Sang Penguasa Arsy “terbujuk” oleh doaku.

Beberapa kali telah aku coba mengaply sana sini, tapi mungkin belum rejeki atau memang mugkin aku yang masih belum pantas untuk itu. Kalau mau jujur kacang ijo mungkin alasan kedua lebih tepat untukku. Aku sangat menyadari selama ini usaha yang aku kerahkan dalam mewujudkan mimpiku belum maksimal. Kadang aku jadi malu hati sendiri. Berani bermimpi tinggi tetapi tak meretas jalan untuk mewujudkannya. Selama ini aku hanya merajuk pada Allah agar mendengar doaku tetapi apa tindakan nyata yang ku lakukan?? Sangat jauh dari maksimal. Beberapa tawaran beasiswa sedang terbuka saat ini. Ada Aminef, Pelatihan Bahasa Inggris yang akan berujung pada pemberangkatan melanjutkan study di LN, Bea Unggulan Dikti untuk dalam dan luar negeri, ada program double degree, dan ada juga bea tentang studi gender yang diadakan UNHAS kerjasama dengan UMK.  Tetapi dengan sangat menyesal Aminef kubiarkan melenggang dan berlalu, karena toh skor ITP toeflku tidak mencukupi standar yang dipersyaratkan. Aku mengutuk diri karena tak pernah lagi menyempatkan diri mempelajari soal-soal toefl, padahal bukunya sudah aku beli. Sigh…

Well, untuk program double degree kerjasama Universitas Muhammadiyah Surakarta dan salah satu University di US telah aku apply. Lagian juga syaratnya sangat sangat sangat tidak ribet, alias tidak ada syarat. Hanya harus jadi dosen tetap di Universitas Muhammadiyah, n merupakan dosen dari Sabang sampai Merauke FKIP. Info tentang bea ini datangnya dari K Titin, rekan sesama dosen di UMK, katanya P Natsir (Wakil Dekan FKIP UMK yang sekarang telah naik jabatan jadi Dekan, _ _congrats y, Pak…^^) memanggil kita berdua untuk diusulkan sebagai peserta dalam program ini. Maka dengan senang hati kami pun menemui beliau. P Natsir tengah menulis nama-nama dosen yang akan diusulkan untuk mengikuti program ini pada secarik kertas. Sekilas kulihat telah ada 2 nama yang tertera disana. Beliau lalu menjelaskan secara ringkas mengenai beasiswa ini kepada kami, dan setelah mendengar kalimat yang mengatakan “no requirements” kami pun memekik senang. Kami hanya perlu menuliskan nama kami pada kertas tersebut, and that’s it.

Beberapa hari berselang, Si Bos (kepala Biro Akademik UMK) menyuruhku untuk gantung diri membuat Surat Pengatar Rektor untuk nama-nama dosen yang diusulkan mengikuti program Double Degree tersebut. Ooo.. rupanya dari P Natsir, nama-nama dosen itu diteruskan ke Si Bos sebagai Kepala BAA untuk kemudian ditandatangani Bapak Rektor. Aku melihat lampiran nama dosen-dosen tersebut, dan mendapati namaku terpampang dengan manisnya pada kolom ke-empat. Surat tersebut kuketik dengan semangat membara (LEBAYYYY,,hehehehe..). Tepat ketika aku selesai memprint surat tersebut dan hendak menuju ruang Rektor untuk meminta tanda tangan, Si Bos dengan mengecilkan suaranya meminta agar aku tidak banyak bacot meminta tanda tangan P Rektor dengan sembunyi-sembunyi. Katanya itu pesan dari Bapak Rektor sendiri untuk membatasi jumlah dosen yang diusulkan, dan sebisanya dosen yang diusulkan tidak perlu gembar gembor karena hanya akan menimbulkan rasa tidak enak pada rekan-rekan yag lain. OKlah kalau begitu, Boss!! Siap Laksanakenn!!

Kelar meminta tanda tangan dari Bapak Rektor, Surat itu pun ku fax ke UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) tak lupa mengkonfirmasikan hal ini pada CPnya. Yang perlu kulakukan sekarang adalah menunggu adalah hal yang membosankan pengumuman dari UMS.  Ditengah masa iddah menunggu tersebut, datang kabar mengecewakan dari Program Pelatihan Bahasa Inggris yang telah ku apply secara online beberapa waktu lalu. Dari UMK ternyata yang lolos cuman 2 orang. Ada rasa kecewa yang sempat hinggap di ujung ranting cemara benakku saat itu, karena salah seorang yang lulus itu adalah teman yang banyak sekali meminta bantuan padaku pada saat melakukan pendaftaran online. Namun cepat-cepat aku halau perasaan itu sebelum meracuni prasangkaku padaNya. Bukankah rejeki Dia yang menentukan?? Tenang…tenang… masih ada yang lebih baik, kataku menghibur hati dan perlahan kekecewaan itu pun terlupakan.

Pengumuman yang ditunggu dari UMS belum juga tiba saat tawaran untuk melanjutkan studi Program Magister terbuka lagi. Kali ini kerjasama UNHAS dan UMK tentang Study Gender. Mengetahui kuliahnya akan dilaksanakan di Kendari membuatku tak begitu tertarik pada awalnya, tetapi setelah mendengar penjelasan dari Pak Prof. Jufri (direktur pasca sarjana), aku sedikit banyak tergiur juga. Tapiiiii…. Apakah ini yang benar-benar aku inginkan?  Maksudku, Study Gender itukan bukan bidang ilmuku. Apakah aku bersedia menghabiskan waktu dua tahun untuk menghitung angkot yang lewat didepan rumah fokus menyelesaikan studi ini tanpa boleh berhenti ditengah jalan? Bagaimana dengan mimpiku untuk lanjut ke LN? Bukankah sudah ada kesepakatan antara aku dan orangtuaku, bahwa kalaupun tidak lulus untuk bea di LN, tahun depan aku akan melanjutkas studi di Malang dengan jurusan yang linear dengan S1ku?
Tidak ingin bimbang berlama-lama, aku bergegas menemui Ibu Ida (Senior Lecturer di UMK yang juga istri dari Si Bos) untuk meminta sesuap nasi “wejangan”. Beliau menyarankan agar aku focus saja mimpi yang aku punya yakni lanjut S2 di LN dengan jurusan yang sesuai dengan bidang ilmuku tentu saja. Caranya meyakinkan dan menguatkan aku sangat bagus. Dengan mantap aku memutuskan untuk tidak mengapply Program Study Gender itu.

Getir, aku melihat pintu-pintu beasiswa itu tertutup dan terlewati didepan mataku. Sekarang ini, pengumuman dari Surakartalah yang terus memantik semangat dalam hatiku dan juga adanya penawaran ADS yang menanti didepan mata. Untuk ADS pendaftaran dimulai kurang 2 lebih bulan lagi, yakni pada bulan Juni. Satu kesyukuran bahwa sore ITP Toeflku mencukupi untuk itu. Aku hanya harus lebih mempersiapkan diri dengan banyak-banyak belajar, bertanya kiri kanan dalam mengisi formulir, dll. Tuhan juga menyayangiku dengan memberikan senior-senior di UMK yang selalu siap membantu. Ada ibu Ida, Ibu Santi, Ibu Isna, dan K Halim. See..?? sebenarnya tidak ada alasan untuk pesimis, kan? hehehe…

O my dear God,
Yang maha mengetahui segalanya…
Yang selalu mempunyai rencana terindah dan terbaik untukku..
Disini aku menulis mimpi-mipiku dengan pensil, penghapusnya kuserahkan padaMu..
SIlahkan hapus yang tak baik untukku..
Dan ikhlaskan aku menerima segalanya…

Saturday, April 16, 2011

Thx, God....^^

Hal apa sajakah yang membuatmu bahagia hari ini?  Ah, kalau iya, congratulation, deh..^^ Aku juga punya cerita bahagia hari ini. Bukan oleh sesuatu yang spektakuler dan fantastis. Ini sangat jauh dari luar biasa dan bukan sesuatu yang mengguncang dunia. Ini hanya hal yang sangat sederhana. Bukankah kebahagiaan tidak mesti selalu berasal dari hal-hal yang menakjubkan? Aku bersyukur padamu ya Rab, yang telah menghadirkan kedamaian ini dalam bingkisan yang sangat cantik mewarnai hatiku. Aku berterimakasih akan pagi yang kau berikan hari ini. Kau menyapaku dengan cara yang selalu kusukai. Melaui mereka, kau menjawab doaku, menghilangkan gelisahku.

Aku mendengarMu berbicara melalui mereka, orangtuaku. Begitu sederhana sehingga mudah kupahami. Aku mengagumi kebesaranMu diantara tarian ikan koi di kolam belakang rumahku, menjadi saksi kasih sayangmu diantara gemulai dedaunan tertiup angin.

Baru semalam yang lalu, aku mengadu kepadaMu, tanpa malu meminta padaMu tentag janji kebahagiaan. Menengadahkan tangan mencoba membujukmu untuk sesuatu yang dapat menerangkanku. Semua pertahananku luruh dihadapanMu. Karena kepada siapa lagi aku kan datang meminta dan mengiba? kepada siapa lagi aku kan ku tanggalkan semua ego dan kesombonganku kalau bukan kepadaMu? Hanya kepadaMu ku percayakan jeritan hatiku, keinginan terdalam dari diriku. Hanya berbalut kepasrahan total, ku bersimpuh kepadaMu, dikeheningan malam yang sempurna.

Hari ini kau menjawab semua itu y Allah. Dalam paket cantik disebuah canda tawa, di suatu waktu di hari ini. Alhamdulillahi Rabbil Alamiin....^^

Sunday, April 10, 2011

Pangkat Akademik...^^

Nampaknya ini saat yang tepat untuk melunasi segala yang dengan sengaja kuabaikan beberapa minggu lalu. Sret..sret..sret... lugas penaku menggurat list "Things to be done" ku. Wow..@_@ lumayan banyak... (kali ini kulakukan tanpa mendengus instead of tersenyum). Yeah, salah satu yang ada dalam daftar itu adalah finishing my journal yang deadlinennya jatuh pada akhir minggu ini. Journal o journal, mengapa dia harus jadi yang utama untuk target minggu ini? Tak lain dan tak bukan adalah demi pengurusan pangkat akademikku. NIDN ku sudah ada, tapi itu belumlah cukup. Seorang dosen wajib memiliki NIDN plus pangkat akademik. Karena dalam berbagai macam pengurusan dua "tokoh" itulah yang berperan penting.

Bermula dari kegalauan hati yang terusik ketika satu persatu rekan sesama dosen sibuk mengurus pengusulan BPPS untuk UNiversitas Haluoleo, akupun akhirnya mengambil tindakan serius (lagaknya, penting bgt y...:P). Mereka begitu bersemangat melengkapi berkas demi berkas. Meskipun ribet, mereka tampak enjoy karena dikerjakan rame-rame. Aku menyaksikan mereka hilir mudik keluar masuk ruangan rektor. Bukan hanya sekali dua kai mereka mengadakan revisi disana-sini. Toh mereka tetap semangat. Sesekali juga "menggangu" diriku dengan numpang nge print, hehehehe...Lantas apa yang ku perbuat saat itu? NOPE!!! I just watched them with gerry chocolatos in my mouth, played game, and visited some unimportan webs... What a pity me..:(

Lalu mereka mulai bertanya-tanya kenapa aku tak ikut berpartisipasi dalam kesibukan yang mereka namakan "perjuangan meraih mimpi" ini. Aku pun mencari pembenaran dengan menjadikan masa kerjaku yang baru seumur jagung sebagai alibi. Sebenarnya dibilang alibi juga tidak, Karena memang, jauh dilubuk hatiku, aku merasa kurang sreg kalau harus mengurus BPPS sekarang. Kenapa? yah karena aku merasa belum berbuat banyak untuk kampus ini untuk lantas mengambil hakku mendapat rekomendasi dalam pengusulan BPPS. Sesuatu yang telah menjadi semacam prinsip memang. Lagi pula dalam pengurusan itu dipersyaratkan untuk telah memiliki NIDN dan pangkat akademik. Aku belum memiliki pangkat akademik. Beberapa temanku yang mengurus pun belum. Tapi mereka nekat coba aja. Siapa tau rejeki, katanya. Yawiss lah aku hanya bisa mendoakan semoga usaha mereka berhasil.

Sehari dua hari setelah mereka mengirim bekas mereka ke KOPERTIS wilayah IX makassar, sebuah telepon mengabarkan kalau berkas mereka ditolak karena belum memenuhi persyaratan. Apalagi kalo bukan si pangkat akademik itu. Dari situlah, pentingnya pangkat akademik mulai mengusik pikiranku. Ternyata ribet juga kalo tidak memiliki pangkat akademik. Maka akupun memutuskan bahawa sudah saatnya aku menyediakan waktu mengususi hal itu. Dengan mempertimbangkan agenda kegiatan untuk beberapa bulan kedepan yang akan sangat sibuk, jelaslah bahwa tak ada waktu yang lebih tepat selain sekarang. Yeah, dalam beberapa hari kedepan, akan ada seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus kami. Dimana aku didaulat sebagai wakil sekertaris. Tentu saja aku akan sangat sibuk. Ditambah saat itu bertepatan dengan waktu ujian mid semester. Aku Harus membuat soal, lalu memerikasanya kalau tidak mau kelabakan pada akhir semester nanti.

Maka mulai tadi malam, aku kembali mengakrabi file skripsi S1 ku dulu, edit disana sini biar lebih ringkas, padat, dan jelas. Maklumlah, waktu masih kuliah dulu ada kecenderungan untuk membumbui ide disana sini biar skripsinya tebalan dikit, hhehhe...:). Sebenarnya hal ini bukan hal yang terlalu sulit seandainya saja keinginan dan aplikasinya bisa kompak satu sama lain. Kendala yang terberat yang harus kuhadapi adalah melawan diri sendiri untuk tidak terjebak dalam dunia FB dan game. Cape deeeeehhh...

Dalam rangka menumbuhkan semangat lai, aku memebaca ulang novel "5 cm"ku entah untuk yang keberapa kalinya. Kali ini aku langsung lompat ke bab lima "Dont Stop Me Now". Part ini menceritakan perjuangan si Ian menyelesaikan skrispinya. Duh jadi teringan kisahku sendiri waktu itu. Wah, novel ini memang keren dan selalu sukses memantik semangatku. Jadilah tanpa ba bi bu, aku membuka file skripsiku dan mulai mengedit tanpa bertoleransi pada godaan game n fb. Alhasil bagian introductionnya bisa selesai ku edit hanya setengah jam. Senangnyaaaa....

Satu hal yang aku pahami, sekali punya keinginan, kita memang harus ngotot. Keras terhadap diri sendiri itu sangat perlu. Wow..it's eight pass eight now. It means I have to take a bath and then go to campus. The sun shine brightly outside. It indicates happyness and spirit. GO girl!!!! let's seize the day...^^




Tuesday, April 05, 2011

Bosan.

Bosan bisa membunuh. Begitulah kira-kira kalimat yang tepat untuk menggambarkan moodku 2 hari terahkir ini. Bosan. Pekerjaan tiada yang terselesaikan. satu demi satu tertunda dan meumpuk. Hatiku dliputi gelisah, marah, dan gundah. Bahkan untuk hal-hal yang sepelepun, emosiku bisa seketika meledak. Mereka mengira ini salah satu gejala PMS. Bukan. Sama sekali bukan. Satu-satu aku membuat list pekerjaan apa yang harus segera diselesaikan sambil mendengus. Kesal sekali rasanya mengetahui bahwa dirimu tak bisa berbuat apa-apa dikarenakan sempurna terbunkus rasa malas dan tak bisa keluar. Sesak dengan kebencian akan ini itu yang sebenarnya sangat tak masuk akal.

Aku lalu beralibi pada kurangnya libur yang kudapatkan. Keterlaluan jenuh akan rutinitas yag itu-itu saja menyita kesempatanku untuk berpetualang mencumbu alam lagi. Percuma saja. Akal sehatku terlalu sadar bahwa itu bukan alasannya. Toh untuk saat ini tak ada teman yang bisa diciduk menikmati air terjun seperti waktu itu. Semuanya sibuk. Huh, dan hatiku mencibir mengingat kata "profesionalisme" yang dulu sering kuumbar. Malu pada harapan dan doa yang senantiasa kupilin menuju langit. Apalah arti doa dan harap itu jika aku tak cukup tanggu menghalau malas dan berpasrah pada mood?

Tergugu aku bangkit dari ini semua. Gemetar menyibak selimut kegundahan ini. Perkara ini sungguh tak mudah bagiku. Bahkan ketika mengetikkan kalimat ini pun, terbersit lagi untuk menunda salah satu kewajibanku. Huffftttt... padahal apa gunanya menunda?? Oh, betapa aku mengutuk kehidupanku 2 hari terakhir ini. Sungguh.

Baiklah, ku putuskan ini harus diakhiri...