Friday, September 02, 2011

Holidays...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya saya mau mengucapkan selamat Idul Fitri untuk seluruh umat muslim di dunia, baik bagi mereka yang merayakan pada tanggal 30 maupun mereka yang merayakan pada tanggal 30. Kenapa juga mesti terganggu dengan adanya perbedaan?? Bukankah perbedaan memberi banyak warna??

Alhamdulillah hari ini kondisi badan mulai agak baikan, setelah kemarin dulu sempat terserang flu. Yeah, I am still ini Bogor right now, enjoying my greatest holidays ever,,:P. As I've told you that Lebaran this day, I am not with my family in Kendari, hmm..prety sad, but it's OK. Many great things I do during this holidays. Wanna know more?? Here we go...^^

So, hal menyenangkan yg saya lakukan pertama kali pas nyampe di Bogor adalah, "masak-masak" mengapa hal ini begitu menyenangkan? karena aktivitas yang satu ini bisa dikatakan adalah hal yang sudah sangat jarang saya lakukan semenjak menginjak pulau jawa, bahkan hampir tidak pernah. Biasanya kalau mau makan, tinggal keluar asrama, cari makan di warung-warung terdekat. Dan, aku serta teman-teman mau tidak mau menyantap makanan yang tak sesuai dengan selera, Halusnya, lidah kami belum terbiasa dengan makanan Jawa (Solo) yang serba manis. Mau masak, tidak biasa karena asrama tempat kami tinggal tidak membolehkan aktivitas masak memasak. Kosanku juga sama saja, aktivitas masak memasak termasuk dalam "hal yang tidak boleh dilakukan". Itulah mengapa, ketika K Tika (sang pemilik rumah yang juga kakak dari Indah) mendaulat kami untuk masak menu berbuka puasa, dengan perasaan girang tak terkira kami pun menaklukkan dapur,,(duh, lagaknyeeee...hehehe) dengan menu Kolak Labu Special Ala Ririn..:P

Hal menyenangkan kedua adalah ketika ke Bara. Bara adalah nama sebuah daerah di Bogor (tepatnya pas disamping kampus IPB) yang menyediakan banyak hal untuk keperluan masak memasak, aneka jajanan khas untuk berbuka puasa, cemilan, laundry, rental komik dan kaset, toko sepatu dan baju dan keperluan rumahtangga lainnya. Tempatnya kecil namum komplit,,plit..plit... sekali kesana, bisa dibilang kebutuhan standar terpenuhi (hal yang sampai saat ini belum kutemukan di Solo). Pertama kali kesana, saya dan Indah naik angkutan umum, K tika menyarankan supaya kami naik motor saja, tapi si Indah tidak berani karena pada jam-jam segitu Bara luarrr biassssa macet. Yang membuatku juga menyukai kota ini adalah sarana transportasi yang sangat mudah didapatkan. Tinggal keluar lorong, angkot pun tersedia. (Meskipun sejauh ini belum ada yang mengalahkan angutan umum di Kendari, yang mobilnya relatif masih baru, full music pula..),hehehe..

Selanjutnya, belum ke Bogor dong kalo belum ke Kebun Rayanya. Maka dalam agenda holiday kali ini nama Kebun Raya Bogor so pasti ada didalam list..^^. Here are the pictures...

                                            
                                                                    Pose dulu, ah..^^

                                                                     Di Pintu Masuk

                                                                         with Indah



                                                                       ada danaunya..





                                                                 pohonnya besar-besar


















Berikutnya, yang ada dalam objek jalan-jalan kali ini adalah IPB. Wow, kampusnya kereeeenn bgt, ful fasilitas dan lumayan bersih. Area hotspot dimana-mana, kerennya lagi, kampus ini menyediakan fasilitas peminjaman sepeda bagi mahasiswanya. Secara y kampusnya luas bgt, jadi kalau tidak punya kendaraan, akan sangat capek kalau mau sekedar kelling-keliling kampus. Jadi teringat dengan kampusku tersayang waktu S1, Haluoleo University, Kapaaan y bisa seperti ini... (I do wish someday it would be, ameeen  =.= ). Hmm.. terkadang gambar mampu menceritakan banyak ketimbang kata-kata, so..enjoy the pictures..^^













                                                                    shelter sepeda


Jarak Bogor-Jakarta yang lumayan dekat memungkinkan kami bolak-balik di dua kota ini sesuka hati. K Tika, yang mengetahui bahwa kami ingin sekali ke Jakarta buat melihat Monas (Ndeso bgt yah,,,wkwkwk), pun mengajak kami kesana. Dari Bogor kami turun di Stasiun Gambir,, (waaahh sebelumnya saya hanya bisa melihat dan mendengar tentang stasiun ini lewat TV,,,akhirnya bisa menginjakkan kaki juga disini). Stasiunnya sangat besar dan mewah,, ~berdoa semoga Bandara Nasional Haluoleo juga bisa seperti ini,,amiiin~ Pada kesempatan ini kami juga menyempatkan sholat di Istiqlal yang memang berlokasi tidak jauh dari Monas. 


                                                                     Stasiun Gambir


                                              Tarik-tarikan dengan patung di area Monas..^^


                                                Salah satu lukisan di dalam Museum Monas

                                                     View Istiqlal dari puncak Monas

                                                             Kubahnya keren, kan..??





The other awesome experience is when I went to Pulau Kotok Kecil in Kepulauan Seribu with my best friend since Junior High School, Veby. It's nice to meet her again...^^. Si Veby ini sudah bekerja dan menetap di Jakarta, ketika saya mengabarinya tentang liburan saya di Bogor, kami pun langsung menyusun rencana. Pulau Kotok, Dufan, Kota Tua, dan beberapa tempat belanja, berada dalam jajaran teratas daftar tempat yang kami ingin kunjungi. Sayangnya, waktu yang terbatas hanya memungkinkan kami berwisata ke Pulau Kotok ini, tak apalah.. masih ada waktu setelah lebaran nanti... Dan perjalanan kali ini terangkum dalam foto2 berikut:...0_0






Hal lain yang juga tidak kalah seru adalah pada saat Idul Fitri. Kami merayakannya pada tanggal 30 Agustus, bersama masyarakat lain anggota Muhammadiyah, kami melakukan sembahyang Ied di Lapangan Semprul (dekat dengan Istana Bogor). Waaah ternyata banyak juga yang merayakan Idul Fitri pada tanggal ini,,,Sehabis sholat, kami pun mampir di depan Istana Bogor untuk bercanda-canda dengan rusa yang banyak terdapat di pelataran istana. Rusanya sangat jinak dan akan segera mendekat ketika di ulurkan wortel ataupun kangkung. Bahkan mereka tak takut untuk dibelai-belai..




                                                            Rusanya sangat jinak..:)

Well. that's my story. But it is not the end. Kami masih punya banyak agenda dan banyak tempat untuk dikunjugi. Salah satu yang membuatku tak sabar menanti adalah jalan-jalan ke Puncak,, wuiih pasti keren bgt y... kondisi badan yang sempat flu kemaren mengharuskan saya untuk banyak-banyak take a rest for a while,, Okelah kalau begitu,,C U in my next adventure, pals,,^^

Wednesday, August 17, 2011

Trip to Bogor...^^

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, pagi ini cerah sekali. Bogor, seperti kemarin, masih bersahaja dan ramah pada aku yang baru kemarin sampai di tempat ini. Hmm.. rumah sepi, pemiliknya lagi ke IPB urus ini itu. Si Indah masih asyik dalam buaian mimpi, dan ada aku yang lantas clingak clinguk ke dunia maya, klik ini klik itu yang menarik perhatianku dan akhirnya mampir ke blogq tersayang ini..:P

Well, ini adalah kali pertamaku ke Bogor. Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam benakku kalau bakal menginjakkan kaki di daerah ini. Kita tidak pernah tahu jalan hidup yang digariskan Tuhan sampai kita benar-benar mengalaminya, bukan? Jadi setelah melakukan perjalanan sekitar 13 jam dari Solo sampai kesini, akhirnya aku bisa menghirup udara Bogor. Berada dibawah langit yang menaugi tempat ini. Kesan pertama yang kurasakan adalah, "kok Bogor ga sesejuk yang kubayangkan, yah?" Iya, jadi kan yang saya ketahui kata orang, Bogor itu sejuuk dan dingiiin bgt, tapi yang saya rasakan tidak seperti itu. Bahkan menurutku Solo jauuuh lebih dingin. Bener, lho!! Setelah menanyakan hal ini ke tuan rumah, (k Tika) dia menjelaskan memang kalau untuk daerah sini tidak dingin, yang dingin itu di kotanya... _oohh ternyata gitu..:8

Perjalanan ke sini, kemarin naik kereta ke Jakarta seorang diri. Sebenarnya sempat khawatir juga karena kata orang banyak kejahatan yang bisa terjadi di kereta. Tapi, syukur alhamdulillah kemarin itu bisa selamat sampai tujuan, dan perjalanannya pun lumayan nyaman. Penumpang kereta cukup sepi, mungkin karena saya melawan arus mudik, dimana orang pada rame-rame keluar jakarta, nah saya malah masuk jakarta. Berangkat dari Solo jam 5 sore, dan sampai di Stasiun Manggarai jam 4 dini hari. Melelahkan sih, tapi seru. Untuk pertama kalinya saya berbuka puasa di kereta, menunya pun seadanya hanya sebotol Aqua dan sebiji roti. Hmm.. saya dapat pelajaran lagi, bahwa kesederhanaan itu bisa terasa sangat manis jika kita ikhlas dan mensyukuri nikmat yang ada. Lama aku memperhatikan kesibukan yang terjadi di dalam kereta. Beberapa saat sebelum waktu berbuka tiba, para pedagang asongan tidak henti menjajakan barang dagangannya. Barang dagangannya pun rupa-rupa. Dari makanan untuk berbuka, makanan untuk oleh-oleh, TTS, buku tuntunan sholat, cendra mata, bantal sampai alat pijat. Mereka berlalu lalang di lorong-lorong gerbong menawarkan dagangan kepada penumpang dengan tak kenal lelah. Dengan irama suara yang stabil, mereka gesit dan sabar berjuang untuk mencari rejeki. Pengamen dan pengemis, yang sempat kukira akan berdatangan tanpa henti, ternyata malah sangat sedikit. Hanya jika berhenti di stasiun-stasiun ku dengar mereka menjual suara. Dari teman yang duduk disampingku, aku tahu kalau rupanya pihak kereta api telah melarang para pengamen dan pengemis itu untuk "berkeliaran" di dalam kereta. Mungkin ini salah satu upaya PT Kereta Api untuk membuat penumpang lebih nyaman.

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dalam perjalananku kali ini. Banyak yang mengagap mereka "sang penjajah barang" di dalam kereta dengan pandangan yang sedikit negatif. Khususnya bagi penjajah makanan. Ada prasangka bahwa makanan yang mereka jual itu telah di"bumbui" dengan hypnosis sehingga para penumpang umumnya khawatir untuk membeli makanan mereka, termasuk juga aku. Tetapi, jika kita melihat bagaimana mereka berjuang semalaman tak tidur demi mencari rejeki, sedikitnya hati kita akan terenyuh. Saya tak henti mengucap syukur, betapa tak pantasnya aku mengeluhkan ini itu selama ini, sementara masih banyak yang lebih kurang beruntung dariku. Mereka juga mengajarkanku untuk tak gampang menyerah. Malu hati ini menyaksikan mereka tak lelah menyodorkan dagangan kepada penumpang yang kebanyakan akan menggelengkan kepala atau melambaikan tangan. Apakah mereka putus asa begitu saja? Tidak! bahkan tak kudengarkan perubahan dalam suaranya ketika menawarkan dagangannya ke penumpang lain. Begitu terus berulang-ulang sampai subuh menjelang dan aku tiba di Stasiun Manggarai..

Tiba di manggarai, sekilas ku menoleh pada kereta yang aku tumpangi tadi. Melambaikan tangan pada teman yang baru ku kenal di kereta. Dia anak UMS juga. Mahasiswa S1 jurusan psikologi. Anaknya lumayan asik buat diajak ngobrol. Darinya aku juga tahu serba-serbi kehidupan didalam kereta. Dia akan turun di stasiun terakhir, yakni di Stasiun Tanah Abang. Aku lupa siapa namanya. Tetapi, aku akan mencarinya ketika balik ke Solo nanti. Kuedarkan pandanganku menyapu stasiun Manggarai. Tampak beberapa orang tertidur di bangku-bangku stasiun. Beberapa ibu mengendong bayinya, ada bapak-bapak yang menahan kantuk dengan menonton TV yang hanya menanyangkan iklan yang cuma itu-itu saja. Beberapa pedagang asongan tetap semangat berjualan dibawah langit Manggarai yang masih hitam. Mereka telah terbiasa dengan dingin yang kurasakan sangat menggigit. Seorang awak kereta api sedang membersihkan bagian atap KA. Benar-benar subuh yang sibuk. Adzan belum lagi berkumandang ketika loket tiket terbuka, bergegas aku kesana sebelum antrian memanjang. Setelah tiket telah berada ditangan, aku menunggu di jalur 6 untuk kereta menuju Bogor. Keretanya datang sejam lagi. Aku clingak clinguk mencari mushollah ketika adzan subuh berkumandang. Sayangnya aku tak menemukannya. Akhirnya sholatnya sambil duduk saja di kursi stasiun.

Kereta yang ditunggu akhirnya tiba juga. Aku segera naik dan duduk di kursi. Mata terasa begitu berat sehingga aku sempat tertidur berulang kali. Penumpang turun dan naik di setiap stasiun. Anak sekolahan yang akan mengikuti upacara bendera 17 Agustus, orang yang pulang mudik, dan lagi pedagang asongan.. Sejam pun akhirnya berlalu, dan Kereta telah tiba di stasiun terakhir. Suami K' Tika telah ada disana untuk menjempt. Sempat lama saling menelpon karena ada sedikit miss komunikasi.. (aku yang sangat susah dalam hal-hal navigasi sukses membuat K Dani kelimpungan mencari,,hehehehe).. tetapi akhirnya ketemu juga daaaann sampailah saya dirumah ini, di rumah K Tika,,,,^^

Hmmm.. sudah lumayan panjang y, postingan kali ini,, sudah dulu y, pals.. Cerita lainnnya ntar mentusul. Aku dan Indah telah merencanakan petualangan-petualangan yang akan kami lakukan selama di Bogor. Semoga seru dan dapat pengalaman n pelajaran berharga,,amiiinn^^

Friday, August 05, 2011

First Fasting Without Families

Assalamualaikum. Wr. Wb


 Hi, pals? how's your morning? It's half past ten now. I just wake up and straightly feel pain around my throat. It seems that I'll get cold. O I do wish it wouldn't happen, amen. Being sick in the place where you are much far from your families is a disaster, hiks,,hiks,,hiks..

Finally, akhirnya sudah bisa puasa juga hari ini. My first fasting without my families. It's pretty sad but it's OK. Our menu were fried rice with a glass of milk. I couldn't help my self not to remember my families in Kendari. Yeah, I knew what were they eating, how was the atmosphere (my mom and my sistas were busy to prepare our food, my fatha' was watching TV). It was frustrated. I mean it.

Hmm, aktifitas hari ini apa y? kemarin kami ke PGS dan Beteng seharian, belanja-belinji buat oleh-oleh untuk keluarga (memanfaatkan momen terakhir g puasa, hhehehehe), Hari ini entah mau apa. Kok rasanya bete bgt ya, gapunya sesuatu untuk dilakukan. Suram aku membayangkan aktifitas hari ini hanya, online and then sleep, online and sleep again,,hufftt...

Kemaren, pengumuman penerimaan Maba Pasca UMS sudah keluar, Thx God I was accepted. Orientasi Mahasiswa Baru akan dilaksanakan nanti pada tgl 17 september. Huaaaa...masih lamaaaa. Dalam rentang waktu itu aku ngapain yah? Keinginan untuk pulang ke kendari besar sekali sih, tetapi dalam hal ini aku harus realistis. Banyak dana yang harus dikeluarkan dalam masa-masa ini, (SPP cs, IELTS test, and so on and so on). So, Mudiknya di pending aja. Lumayan susah lho, membujuk diri untuk tegar karena teman-teman seperjuangan pada pulang semua,, Bisa dibilang ini adalah lebaran kali pertama tanpa keluarga. But, akan selalu ada kali pertama kan untuk semua yang kita alami? Anggap saja ini bagian dari perjalanan hidup yang akan memberi warna pada lukisan hidupku. Kelak akan kukisahkan dan kubanggakan,,amiiinn

Well, pals, sudah dulu y,,,? Sakit ini telah merampas moodku untuk bercerita tentang banyak hal. Akan ada waktu dimana kita akan berbagi cerita lagi,,, CIAO..^_^