Tuesday, May 30, 2017
Friday, May 26, 2017
Saat ini, Ternyata Mimpi dan Bunga nya Naff ganti2an memenuhi ruang dengarku (eastagaaaa ruang dengaaaar, duh istilah iniii, wkwkwk). Teringat jaman duluuu sekali, saat radio masih berjaya, aku selalu meminta Agus, sahabatku semasa SMA yang notabene penyiar di salah satu radio terkeren di Kendari, untuk memutarkan lagu ini kalau lagi siaran, hehehe. Kalo gak salah aku juga pernah minta direkamin lagu kompilasi lagu yang lagi hits banget saat itu (enaknya punya teman penyiar, :p).
"Bertanya mengapa harus terjadi...
Mengoyak ukiran janji hati..
Maafkan, ku terlena wangi dunia... "
Duh, ini lagunya enak banget. Ingatanku terbang pada saat mendengarkan lagu ini dari walkman sambil liatin anak2 basket main di sore hari. Kelasku di lantai 2 dan sambil menunggu pak guru dateng ngasih les, aku dan teman2 cewek lainnya cekikikan genit demi melihat idola kami tanding,hehehe. Ah masa2 putih abu2 itu sudah lama sekali. Belasan tahun audah berlalu. Hidup telah membawa kami tercerai berai meraih mimpi masing2. Sesekali dalam setahun kami biasanya mengusahakan kumpul untuk merawat ingatan dan kehangatan masa2 SMA. Lebaran akan selalu menjadi sangat seru dan haru. Kami akan selalu membahas kisah konyol kami yang tak pernah bosan diulang2 dan ditertawakan bersama. Pada saat2 itu, kami akan bersama2 mengunjungi rumah bapak ibu guru kami, yang dulu, di kelasnya, kami kadang jadi anak bandel. Dan betapa bapak/ibu guru kami dengan tulus telah memafkan dan selalu mendoakan kebaikan untuk kami. Duh, ini bikin berkaca-kaca, sih...
"Kau bunga.. Nan semerbak, tebarkan aroma cinta.. Membuai hatiku, menyentuh relung jiwaku... "
Dan aaah lagu ini... Mengantarkan aku memasuki ruang memory yang lain. Saat seseorang itu, sepulang sekolah menunggu di depan kelas, dengan malu2 mengajakku nonton di bioskop besok sore, yang kuiyakan juga dengan malu2.. heheehe.
Wednesday, May 24, 2017
Having Fun at Noah's Ark, Bristol
Bertiga kami menikmati cemilan
Sabtu, 20 Mei 2017 pukul 8 pagi, langit Bristol cerah ceria. Tapi ya dasar UK's whether itu sangat moody a.k.a unpredicatble pukul 9 si gerimis turun lagi. Tak apalah, semoga di sananya cerah. Kami kumpul di BISC sesuai waktu yang ditentukan dan berangkat tepat waktu. Oh iya, ternyata Salim juga daftar kemaren. Uhuyyy bakal tambah seru nih. Kami berempat lalu ditempatkan semobil. Yang jadi drivernya Bapak super ramah yang banyak bercerita tentang Bristol dan sejarahnya kepada kami. Perjalanan kami tempuh selama kurang dari 30 menit. Dekat banget ternyata. Kami rombongan pertama yang sampai. Seperti biasa, kami selfie-selfie berempat sambil menunggu yang lain datang. Setelah semua berkumpul, kami pun diberi pengarahan lagi beberapa menit daaaaaaan petualangaaaan pun dimulaaaiiii, sodara-sodara...
![]() |
| A mandatory groupfie, hehhe.. left to right: Salim, Daryl, irna, dan Bidadari |
![]() |
| Yang bikin kami jatuh cinta, hehhe |
![]() |
| Bayi jerapah ini baru berumur 9 hari, lhooo.. lucu yaa.. |
![]() |
| Buayaaaaa |
![]() |
| Babinya imut gini |
Yang menyenangkan jalan bareng rombongan kali ini adalah fakta bahwa Irna adalah dokter hewan dan Daryl yang adalah anak biologi dengan wawasan dan pengetahuan yang sangaaat luas. Sepanjang tour, Salim dan aku disuply dengan informasi ilmiah mengenai animals yang sedang kami dengan cara yang sangat ringan dan pake Bahasa Indonesia, hehehhe. Ih hewan-hewan ini lucuuu banget semuanya. Trus kami juga dibuat takjub oleh manajemen zoo ini. Animal enclosurenya gila banget. Hewan yang ada di sini hidupnya sangat layak. Space untuk penghuninya luas dan bersih serta sebisa mungkin mengadopsi habitat aslinya. Kesadaran akan animal welfare sangat tinggi. Bukan hanya oleh pihak manajemen tetapi juga karena pengunjungnya yang bisa dibilang sangat well-educated masalah beginian. Jika ada indikasi kesalahan treatment kepada para hewan, pengunjung bisa protes dan menuntut pihak pengelola. Jadi, quality controlnya benar-benar menyeluruh dilakukan oleh semua pihak. Duh, di Indo kapan bisa kayak gini ya? Mudah-mudahan secepatnya, aamiin (sambil menatap Irna dan membayangkan Yeyes, hehehe)
Bisa aku katakan kalo Noah's Ark ini benar-benar tepat yang sangat cocok dan asyik untuk escape sejenak dari segala rutinitas kuliah. Fasiliatsnya komplit (ada indor dan outdoor adventure, ada play grounds, ada picnic area, dll) dan semuanya sangat inclusive (semua orang bisa menikmatinya dengan nyaman termasuk anak-anak, orang dewasa, para senior dan mereka yang berkebutuhan khusus). Semuanya dirancang dengan sangat cermat dan detail. Kami berempat sepakat anti slippery roadnya juga dibuat dengan sangat cerdas.
![]() |
| yuhuyyyyyyyyy |
![]() |
| Tahan, Ryl.. ini lagi dipotoooo |
![]() |
| Irna is slidiiing |
| salah satu sudut Noah's Ark |
| Semacam teather untuk parade hewan kelas mamalia |
Naaaah, sampailah kita pada bagian terpecah dari jalan-jalan kemaren. Apakah itu??? Main di mazenya Noah's Ark (yang setelah aku googling baru tau kalo ini adalah UK's largest hedge maze, yeaaayyy). Ini maze memang gila!!! Gedee banget dan menantang. Jadi untuk bisa keluar
![]() |
| Fiuhh udah sampe ke pertanyaan ke 14 |
![]() |
| Yeaaayy... finally exit gate!!! |
Kami keluar dari labirin setelah menghabiskan waktu hampir sejam di dalamnya. Begitu melihat pintu keluar, kami berempat luar biasa senang dan legaaa, hahaha. Kami melihat jam dan emang tepat banget sama jadwal pulang. Eh tapi kami singgah dulu dong ke gift shop. Isinya sangat menarik dan kata Irna harganya lebih murah dari Bristol Zoo. Si Daryl membeli beberapa cendera mata yang unch banget Irna juga. Aku sama Salim tidak membeli apa-apa demi penghematan karena minggu depan mau ngetrip lagi ke Cornwall, hehehe.
Demikianlaaaaahhhh... Weekend super pecah kemarin benar-benar membuatku recharged. Benarlah, laughing is liberating. Terimakasih sudah mengajak ke sini ya, Daryl. Terimakasih juga untuk makan siang yang endess bgt. Irna dan Salim juga makasih yaaa, kalian membuat ini jadi jauuuh lebih menyenangkan. Luv Luv.
Wednesday, May 17, 2017
Tuesday, May 16, 2017
Sunday, May 14, 2017
Saturday, May 13, 2017
kulihat bahunya bergetar menahan dingin.
Pada sang anjing, sahabatnya, ia berbagi sunyi dan lapar.
Pada belaianya dia memberi janji,
Janji yang ia khawatirkan akan bermakna kosong,
Tentang harapan akan esok yang mungkin tidak melulu tentang lapar.
Lalu, ada aku dengan hangat yang mengepul di kedua tangan.
Gagal gembira meski dentum-dentum di headsetku bernada ceria.
Kepalaku sibuk buta pada segala nikmat yang ada.
Grasak-grusuk merajuk pada Langit akan apa yang sebenarnya sudah jauh melampaui cukup.
Dan, deg... mataku bertemu matanya.
Mata yang menuduh dan menelanjangi pada saat yang bersamaan.
Tentang aku yang mulai lupa bagaimana caranya bersuyukur.
Tentang waktu yang kusia-siakan berlari dari rahmat-Nya.
Dan,... benarlah kiranya sang kitab suci.
Fabiayyi Aalaa i rabbikuma tukadzibaan?
Thursday, May 11, 2017
And, now I am thinking of my own life. Choices I have taken and decisions I've made.
Monday, May 08, 2017
Walk the Talk, Can You?
Me: "takut apa Dit?"
DIta: "Takut tidak lulus SBMPTN, Kak. Takut tidak bisa membanggakan kakak-kakak semua, takut juga jadi mahasiswa kak.. Jadi mahasiswa artinya berhadapan dengan dunia nyata, ya kak?"
Thursday, May 04, 2017
PS: Love the closing music. Dido_Thank you. Gonna be my this-week-theme-song I guess.
Tuesday, May 02, 2017
Sudah kuusir ribuan kali. Sudah kudiamkan milayaran kali.
tapi kau tetap diam di sana, enggan lenyap.
Lalu apa gunanya semua ritual melupakan yang kulalui dengan sangat tersiksa itu?
Aku jauh loh sekarang...Aku butuh visa dan beasiswa untuk bisa ke sini. Tapi kamu dengan tanpa rasa bersalahnya selalu mengikut kemanapun. Tanpa perlu apply beasiswa, tak usah degdegan tunggu hasil tes TB, juga tak perlu rempong cari akom. Dimana adilnya?
Hey, tak tahukah kamu kepalaku butuh ruang yang tidak ada kamunya. Aku butuh fokus belajar dan konsentrasi untuk urusan lain yang jauuuuh lebih penting.
Berhentilah jadi hantu, kau belum mati, kan? Toh kau juga tak pernah benar2 menawarkan kebersamaan dengan konsep yang ada di kepalaku tentang kita. Nah, sekarang dan selamanya, bisa untuk tidak hadir saat aku sedang mencoba bahagia tanpa ada harapan bodoh menari2 di otak?
Betapa aku tak mengerti selera humor semesta ini. Baru beberapa minggu yang lalu aku dengan leganya merasa badai ini telah usai. Kau penipu! Ku pikir kau benar2 pamit dengan damai. Aku terjerat ketenangan semu.
Lalu kau datang bersama gemuruh, angin dan hujan. Mengejek aku tanpa belas kasih.
Pada langit, pada awan dan pada sinar matahari. Dan seperti tak pernah belajar dari pengalaman, aku menyerah kalah tanpa perlawanan.
Monday, May 01, 2017
Feeling Guilty
Jadi, semua bermula dari janji yang dengan gampangnya aku buat dan dengan gampangnya aku batalkan. Ada tante Bibah yang sudah repot buatin makanan kesukaan, ada Salim dan Omi yang harus rela meninggalkan kegiatannya yang juga penting hanya untuk mengkover kesalahan kakaknya yang jahat ini. Hiks,,, bahkan pada saat menulis ini, hatiku sakit. Di telepon keduanya sudah berusaha menenangkan, tetapi tetap tidak bisa membungkam suara-suara dari kepalaku sendiri yang mengingatkan betapa berdosanya aku pada Tante Bibah yang sudah begitu baik pada kami bertiga selama ini. Ya Allah, maafkan aku.
Kemarin tangte Bibah pulang ke Indonesia. Katanya di sana tiga hari saja di sana trus balik Bristol lagi. Bisa dipastikan hatiku tak akan tenang sebelum meminta maaf secara langsung. Dan tiga hari itu menjadi terasa lama...
Thursday, April 27, 2017
Berbahagialah, Irna dan Hijir.
Lalu, tibalah kabar itu dari yang bersangkutan langsung.
Irna: "Sist, insyaallah saya nikah tanggal 22 April. Doakan lancar nah"
me: "Hwaaaa.. alhamdulillah... Sama siapa???"
Irna: "Datang makanya, biar dikenalin :P"
Me: "hwalaaaah.... aku kenal tak?"
Irna: "kenal. Tebak siapa!"
Me: "Hijir? Ucul? Daniel? Risal Tahang?"
Irna:" ahaahah.. ngabsen, buk. Hijir, sist"
me: "kyaaa... I knew itttt"
Kami terus berbincak dalam suasana suka cita. Dia meminta saya untuk tidak memberitahu siapapun dulu. Saya merasa terharu sekaligus senang. Saya termasuk dari beberapa orang pertama yang diberitahu. Duh, jadi merasa sedikit istimewa, hehehe.. Dan bagian yang agak seru adalah ketika beberapa teman yang sukses dibuat kepo sama Irna sampe bela-belain menghubungi saya, hahaha. Karena sudah diwanti-wanti untuk tutup mulut, saya pun tidak memberitahu kalau saya sudah tahu lama dan malah ikut mengompori dia buat cari tahu ke yang lain dengan berbagai cara. Maaf ya, Ceng, bukan bermaksud ikut ngerjain tapi ini amanah dari yang punya hajat, hehhe.
![]() |
| Taken from Fina's Facebook. |
Kalau ada hal yang saya sesali dari kabar ini adalah karena saya tak bisa turut hadir disana menjadi saksi momen bahagia sahabat saya ini. Apalagi, dia dan saya selalu sama-sama berangan-angan dipertemukan dengan seseorang yang bisa saling berbagi, menguatkan dan menyempurnakan dalam menjalani kehidupan ini. Rupanya Allah berketatapan bahwa diantara kami berdua, Irnalah yang lebih dulu bertemu dengan pasangan hidupnya, yang dengan setulus hati ko doakan semoga untuk selamanya, aamiin. Hijir, setauku, adalah pria yang baik. Pria yang pantas mendampinginya menjalani suka dan duka dan menggapai surga bersama-sama. Semoga bersamanya, hidup Irna menjadi semakin berwarna dan penuh berkah. Aamiin.
Well, Na.. selamat memasuki babak baru dalam hidupmu, ya... semoga bisa menajdi istri dan ibu yang baik nantinya, selalu bahagia, sejahtera, dan kaya-raya. Maaf tak bisa hadir di sana, memelukmu secara langsung. Tapi percayalah, doaku panjaaaaaaang banget untukmu. Aku sampe nangis loh doainnya, hehehe. Hijir, tolong sahabat aku dijaga sebaik-baiknya. Kamu sangaaaaaat beruntung mendapatkan hatinya. Berbahagialah kalian berdua...
From Bristol with love,,,
Ririn
Thursday, April 20, 2017
Wednesday, April 19, 2017
After All this Time
![]() |
13 April 2017,
Lausanne, Switzerland
Thursday, April 06, 2017
Setelah 6 Bulan di Bristol
Tadi adalah hari terakhir kuliah sebelum easter break. Nama unitnya Global Higher Education. Sejauh ini, unit ini yang paling menajdi favorit aku. Sejak awal, aku merasa bahwa readingnya sangat gampang dipahami. Mungkin karena latar belakangku yang bekerja di sebuah universitas, jadi sedikit banyak bisa relate sama pengalaman selama ini. Atau mungkin juga, lebih dari yang berani aku akui, I am getting better in terms of my academic abilities, alhamdulillah. Dulu sebulan sebelum unit di mulai, aku seringkali setress karena dalam usaha memahami maksud bacaan, aku kadang butuh membaca reading yang sama berulang-ulang. Bahkan harus mencari versi bahasa indonesianya agar dapat mengerti dan mengikuti online lecture untuk tema terkait. Ketika kelas berlangsung, aku akan lebih banyak diam. Selain karena tidak pede dengan kemampuan bahasa inggris yang kurasa masih kurang juga ragu apakah pendapatku benar atau malah salah.
Untungnya, model pembelajaran yang umum terjadi di dalam kelas memungkinkan semua siswa mendapatkan kesempatan untuk mengeluarkan pendapat. Sikap dosen dan teman-teman sekelas sangat membantu aku untuk berani bersuara. Dari pengalamanku selama ini, semua pendapat diapresiasi. No right and wrong answer kata dosenku. Yang beda adalah cara dan sudut pandang kita dalam memahami suatu konsep dan itu sangat wajar terjadi dalam kehidupan akademik. Justru, dengan menyuarakan apa yang kita pahami, bisa membuka wawasan orang lain untuk melihat dari perspektif yang berbeda, yang pada akhirnya memperluas wawasan dan membuat kita semua menjadi lebih bijak dalam memaknai sesuatu karena itu tadi kebenaran tergantung dari sudut mana dan dengan lensa apa kita memahami sesuatu.
Aku merasa sangat positif terlebih setelah mengikuti mata kuliah hari ini. Aku senang ketika aku akhirnya berani keluar dari kecemasanku sendiri. Aku senang ketika teman dan dosen antusias mendengarkan opiniku. Aku senang karena ternyata aku juga bisa. Sama sekali tidak masalah jika kita punya pendapat yang berbeda, selama kita bisa menjelaskan alasannya dari sudut pandang kita. Tak perlu baper kalau ternyata teman kita memiliki penafsiran sendiri yang sangat bertolak belakang dengan pemahaman kita, karena dari situ kita belajar melihat dari sudut kacamata baru. Pengalaman ini membuatku berfikir dengan sistem pendidikan di Indonesia. Menurutku, beginilah seharusnya atmosfir yang ada di ruang-ruang kelas kita. Sekoalh bukan hanya menjadi tempat pertukaran pengetahuan semata antara guru dan siswa atau antara siswa dan siswa, tetapi juga harus bisa mentransformasi pola pikir dan prilaku, memperluas cakrawala, menumbuhkan empati, membangun kepercayaan diri siswa dan memungkinkan siswa bisa menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Well, akhirnya aku menemukan diriku kembali, membuatku melihat dengan jelas alasan mengapa dulu aku ingin kuliah di sini. Alhamdulillah ya Allah atas apa yang terjadi dalam hidupku. Terimakasih telah membuatku menyadari bagaimana mewujudkan mimpiku to become a good lecturer who can bring out the best of their students. Pengalaman yang kudapat di sini sangat berharga. Teruslah terangi langkahku, ya Allah...
Sunday, April 02, 2017
Essay Break, hehehe
Aku nongol lagi nih. Pening semakin menjadi-jadi saja saat aku memaksa untuk tetap membaca bacaan buat kuliah Selasa nanti sekaligus nyambi ngerjain essay untuk modul yang kemaren. Lucu memang cara otakku bekerja. Saat ngerjain essay bisa sekaligus sambil mikirin si reading juga dan begitupun sebaliknya. Jadinya kapanpun aku lagi mood nulis, maka aku akan berhenti sejenak dari reading dan mulai mengetik beberapa kalimat bahkan paragrap. Tetapi, di sela-sela itu, aku akan teringat reading dan berpalinglah fokusku pada artikel jurnalku. Atau, kalau sudah sangat jenuh dengan keduanya, aku melarikan diri pada hal lain. Yang paling sering sih nge-game, hehehehe
Nah, saat ini aku sedang tidak mood main game. Mataku terasa kering karena terlalu lama terpapar radiasi lappy dan kepala juga semakin pening aja rasanya. Memaksa mata menatap bola-bola warna warni secara intens bisa memperburuk keadaan. Maka, aku memilih memejamkan mata sejenak dan lanjut ngeblog (ini juga kan kena radiasiii, gimana sih, heheh). Hape sengaja aku matiin untuk menghindari distraksi dari segala rupa media sosial. Meskipun bisa sih sebenarnya diakses dari lappy juga, hehehe... Tapi, setidaknya, distratksi hape masih jauh lebih besar dibanding lappy.
Oh ya, tadi juga aku sempat ngecek website calon akomodasi untuk ditinggali di tahun kedua. Sejenis students' shared-flat buat bertiga (aku, Teh Diah dan Daryl). Lumayan bagus (berdasarkan foto-foto yang ada) dan murah sih menurut kami. Sebulan cuman kena kurang lebih £400 all include. Jauuh banget sama harga akom sekarang yang £675 per bulannya. Lumayan kan beda £275, bok. Kami memang berencana nyari yang lebih murah sih pas tahun kedua. Selain pengen bisa nabung, kami juga kebeneran sangat doyan main dan jajan hehehe.. jadi dengan selisih segitu tiap bulannya, bisa banget lah ya bikin goal "Menuju Ririn Kaya dan Bahagia 2020" wkwkwk. Tentulah hunting akom tak afdol kalo belum viewing. Sebenarnya, kemaren Daryl sempat bilang kalo urusan viewing2 biar dia aja. Tapi, dia belum sempat karena keburu pulang Indo hari ini,, hiks. Jadilah urusan ini diambil alih olehku dan Teh Diah. Aku sudah buat appointment untuk viewing TKP hari Kamis jam 5 Sore, pas kuliah kami selesai. Semoga cocok deh. Malas banget sebenarnya sama urusan beginian. Tapi HARUS.
![]() |
![]() |
| Semua foto ini diambil dari http://www.bristolsulettings.co.uk/properties/property/5864618-west-street-bedminster-bristol |
Sebenarnya ya, aku lebih prefer untuk tinggal sendiri sih ketimbang shared-flat begini. Why? Karena aku tuh orangnya sangat moody dan kadang agak
Hokelah, cukup sudah escapinnya. Saatnya kembali ke dunia nyata. Essay, reading, come to mamahhhh...
Simply Be Thankful
Wednesday, March 29, 2017
Distractions while (trying) finishing my essay...
Jam digital di lappy menunjukkan pukul 18:43 waktu Bristol. Artinya, sudah kurang lebih hampir empat jam saya di Senate House ini dengan niat yang suci mulia hendak menyelesaikan essay karena oh karena hilal deadline sudah sangaaaaat dekat. Well, sebenarnya saya tipe orang yang agak susah mengerjakan sesuatu jika deadlinenya belum mepet-mepet amat. By saying "mepet" I mean 24 hours before submitting, yaaaa... Dan deadline essayku kali ini adalah 11 April. Masih lamaaaa untuk ukuranku yang biasanya. Tapi kali ini mau tidak mau harus diselesaikan secepatnya karena ada kuliah lagi tanggal 3,4,5 April, dan tanggal 7nya Sukma, teman dari Kendari yang kuliah di Exeter, akan berkunjung ke Bristol. Kemudian pada tanggal 10 April aku dan beberapa Deans Squad akan ada Euro trip ke empat negara: Prancis, Swiss, Italia dan Belanda. Soooo, mau tak mau tugas ini harus sudah selesai besok kalo menurutku. Soalnya kan untuk kuliah yang tanggal 3, 4, 5 itu aku harus banget baca reading list dong. Kelasnya sih audit only, tapi ya tetep gak mungkin juga gak baca.
Nah, dengan kondisi waktu yang sudah sangat-sangat darurat ini, harusnya panic moodku sudah bangkit dong sekarang, harusnya dia saat ini sudah mengusir monyet procrastinator yang dengan bawelnya masih berkuasa dalam sistem kerja otakku. Tapi..tapi..tapi.. bukannya fokus ngerjain essay ato baca artikel terkait eh akunya malah baca yang lain. Aku blogwalking dong dari sejam yang lalu. Dari intip-intip blog teman yang ada di list blogku, sampailah aku pada blognya Mbak Flo yang menceritakan hasil reviewnya tentang sebuah wedding organizer pas dia nikah. Aku akhir-akhir ini jarang banget mampir di blog jadi gak tau kalo Mbak Flo ternyata udah nikah aja. Maka, kepolah aku pada beberapa postingannya yang terdahulu. Apalagi kalo bukan kepoin proses dia akhirnya memutuskan menikah, hehehe... But, ternyata si Mbake gak nyeritain proses itu di blognya. Disimpan sendiri kali yee biar lebih privat. Setelah dari lamannya Mbak Flo aku mampir ke "rumah"nya Pak Made Andi, yang dalam postingan terakhirnya, bercerita tentang hari raya Nyepi yang dijalaninya. Trus ke blognya Maknyak, Nope, ke Jeng Irna, dll. Blogwalking ini jadinya mengundangku untuk menulis juga (meskipun ga penting dan seharusnya yang aku tulis itu adalah essayku, sodara-sodara!!).
Kupikir ya.. biarlah nulis aja dulu agar "racun-racun" dalam kepala bisa hilang dan yang tersisa tinggal
"Well, teh, mungkin pada akhirnya teteh akan berubah perlahan-lahan... tapi mungkin juga enggak dan akhirnya malah bisa berdamai dengan diri teteh sendiri dan mulai menerima bahwa itulah diri teteh. Sistem kerja otak orang beda-beda teh, ada yang harus ngerjain awal waktu banget ada juga yang kayak kita, yang baru bisa kerja pas diakhir waktu. Udah terima ajah. Kita memang begitu. Toh selama ini juga kan ga ada cerita kita ga bisa selesein tepat waktu, ya kan?" (Purawijaya, 2017).Pulang-pulang aku lamat-lamat memikirkan perkataan si Daryl ini. Iya ada benarnya juga kali ya. Inilah saku dan beginilah cara otakku bekerja. Jadi, mungkin sebaiknya aku mulai harus lebih mengasah skill "cuek"ku terhadap orang-orang yang selalu menuntutku untuk bisa bekerja seperti ritme mereka, yang kayaknya sampai sekarang sangat menyiksa buatku. Karena, setiap orang itu beda-beda. Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri. kalau dipaksakan kasihan dan gak guna juga. Yakan? yakan? Aku sudah coba berkali-kali tapi selalunya tak berhasil. Jadi dari pada setress aku gunakan waktu "tak bisa fokus"ku itu untuk main game atau nonton atau mager to the max sambil memikirkan outline essay yang akan kukerjakan nanti. Hasilnya sih biasanya oke kalau gitu.
Kyaaaaa... leganya habis menuliskan iniii... kayaknya aku bisa fokus deh habis ini negrjain essaynya. Aku berencana nginep di sini malam ini. Karena kalau di kamar, bawaannya pengen tiduran ato main game. Setidaknya, Senate House full malam ini. Para students lagi ngejar deadline juga kayaknya. Soalnya sudah mau easter break, jadi mereka memutuskan menyelesaikan essay mereka agar bisa menikmati liburan dengan maksimal. Well well, kuharap energi dan semangat mereka bisa menular padaku juga, hehehe... okelah,, aku lanjut ngessay lagi yaaa... Doakan bisa kelar dan submit besoknya... byeee
Referensi:
Purawijaya, D. (2017). Percakapan waktu jenguk Daryl yang lagi sakit. Bristol: Flatnya Daryl.
PS: ini tulisan wordcount-nya 813 kata lho. andai bisa ngessay selancar ini yaaa, hehehehe
Tuesday, March 28, 2017
Stories from Yesterday...
Matahari di Bristol hari ini tidak seenak matahari di London kemaren. Aaah akhirnya bisa menikmati London tanpa menggunakan mantel. London sore kemaren begitu cantik dan hangat. Paginya, eh siangnya sempat agak-agak gondok sama om petugas VFS yang keliatannya baik tapi ternyata nyewbhelin. Padahal kantornya juga biasa ajah (kayak klinik bersalin di pustu adek aku di daerah terpenciiiiiiilll di suatu pulau di Sulawesi Tenggara). Padahal padahal padahal,,, ah banyak lah padahalnya, intinya si om ituh bikin syebelll, hehehe. Oh iya, aku sama teman-teman kemaren ke London dalam rangka mengurus visa buat Euro trip April nanti. (Sebenarnya intinya mo riya' masalah ini sih, tapi harus pencitraan jadinya dibuatlah prolog yang panjang, xixixi).
Oh iya, balik ke si Om yang nyebelin itu... sebenarnya dia mungkin biasa aja ya,,, tapi naluri soudzoniah yang telah kurawat baik-baik ini akhirnya membuat aku sempat memikirkan untuk melepas kabel-kabel di komputernya, Belom tau dia sedang berhadapan sama tukang rusuh dari Sulawesi ini, AHAHAHAHHAHA... tapi gajadi deng, karena ada malaikat khuznuzoniawati yang bernama Mury yang selalu mengingatkan untuk jadi anak baik-baik. Maacih Mury..
Kelar urusan dunia di VFS, kami lalu ke Nusa Dua karena Mbak Khay udah lama banget pengen makan di sana. Nyari Nusa Dua ini membutuhkan beberapa kali tawaf karena dikerjain City Mapper yang agak kurang akurat plus skill baca peta kami yang yaaaaah gitulah. Tapi begitu sampai, lelah kami buyar demi melihat makanan indo tersaji secara nyatah di hadapan kami. Akhirnya, proper lunch pemirsah. Kemaren aku juga janjian ketemu Ricky yang mau ambil buku titipan Teh Diah dan jadinya ketemu lah kami di sana. Makan-makan dan ketawa-ketawa rebes, pasukan kami kemudian lanjut ke Museum Sherlock karena Mury fans berat si Sherlock ini dan kemudian ke area center demi membawa Mury ketemu Big Ben untuk pertama kali.
![]() |
| Bahagia setelah temu kangen makanan Indo, hehehe |
![]() |
| Dedicated for Tante Agatha Cristie... Somewhere near Nusa Dua Indonesian Resto |
![]() |
| Who run the world?? GIIIRLSSS.. |
![]() |
| Mury di sarang |
![]() |
| Poto di sini wajib katanya, heheh |
![]() |
| Seorang fans Sherlock, heheh |
Daaaaaan... yang bikin shock sekaligus miris apa cobaaaa? masa dia bilang Jam Gadang lebih kece di banding BIG Ben. Mury, are you okay??? I mean, ini Big Ben yang di LONDON lohhh Muuur... berikut reka ulangnya:
(ini percakapan waktu masih pagi di bus dari Victoria Coach Station ke kantor VFS)
Mbak Khay: Ini lho, Muur.. tadaaa.. (perlahan-lahan Big Ben nampak dipelupuk mata)
Aku: (Menunggu respon excited Mury...)
Mury: "..... kok lebih keren Jam Gadang ya..?"
Mbak Khay & Aku: "HWAAAAATTTT??? Muryyyyy?
Yah begitulah si Mury ini, gadis super cool dari Melayu. Aku ingat padahal pertama kali liat Big Ben ini noraknya minta ampun. hahaha.. apalagi pas ke sini sama Abdan, heboh to the max. Eh ini anak malah biasa ajah.. *&^%$£@! O. Itu percakapan pas pagi sih diliat dari bus. Mungkin itu kali yaa, penyebabnya. Tapi, heyyyy... masa siiih??
Akhirnya sesampenya di kaki BigBen, aku tetap penasaran dan nanya Mury lagi dong, "eh Mur, serius lebih bagus Jam Gadang dari ini?" trus katanya "...oooh iya sekarang Big Ben bagus deh, Mbak." Tapi kok aku ragu ya,,, mungkin dalam hati kecilnya Jam Gadang tetep lebih bagus, ahahaha (Ratu soudzon). Sore yang cantik sekali kemaren kami habiskan dengan menikmati Sungai Thames sambil nongki-nongki cantik di Pret A Manger dekat situ. Si Arip pesen jus apaaa bgtu yang rasanya lumayan enak. Aku pengen habisin sih sebenarnya kemaren itu jusnya si Arip itu tapi takut dibunuh, wkwkwk.
![]() |
| Very nice afternoon |
![]() |
| selpie selpie |
![]() |
| cuaca okey senyum okeeyyy |
![]() |
| antrian untuk poto di telepon box ini tak pernah sepi |
![]() |
| Mb Khay n Mury |
![]() |
| gak lagi endorse inih |
Jam sudah menunjukkan hampir jam 7pm, langit masih terang sebenarnya (sekarang sudah resmi masuk Spring, jadi siang lebih panjang) tapi tiket kami buat balik Bristol jadwalnya jam 7. Kami pun berjalan menuju bus stop menuju Victoria lewat Westminster Abey. Sepanjang jalan banyak buket bunga yang cantik sebagai tanda berbela sungkawa bagi korban baik yang meninggal dan luka-luka pada teror penabrakan yang dilakukan oleh orang jahat beberapa hari lalu. Hatiku tersentuh pada budaya orang sini dalam berempati. Semoga kekerasan dan teror tidak terjadi lagi deh di muka bumi. Kami menunggu bus datang sambil foto-foto. Dan seperti biasa, poto-poto Arip selalu ketjeh. Mata potograper emang beda si yaa,,
Beberapa menit kemudian bus kami datang dan mengantar kami menuju Vicoria Coach Station untuk balik lagi ke Bristol. Sebenarnya, nyampe Bristol masih ada satu lagi event istimewa yaitu surprise party untuk adik bungsunya Deans Squad. Tapi ceritanya nanti aja, di postingan yang spesyal untuk si Andri.
Demikianlah.. akhirnya bisa nulis lagi, hehehe
Eh ini poto2nya yaaa....
Monday, March 06, 2017
Thursday, March 02, 2017
Wednesday, February 01, 2017
&*%$£@
Monday, October 03, 2016
Homesick
Assalamualaikum wr. wb.
Harusnya aku tau dari awal kalau salah ngomong itu bisa bahaya. Apalagi kalau ucapan itu ada unsur sombongnya.
Jadi, malam kemaren, geng Dean's plus geng Langford lagi kumpul buat dinner bareng di dapurku. Seperti biasa, kami ngobrol apa aja, lompat dari topik satu ke topik yang lain tanpa jelas transisional signalnya, sampai akhirnya tetiba kami sudah membahas tentang homesick.
Risna, Teh Diah, Mb Khaya, sampe Rifki dan Arief ternyata sudah ngalamin homesick sejak kurang dari sebulan tinggal di sini. Hanya aku dan Yeyes aja yang dengan sombongnya ngaku kalau belum kena homesick sama sekali. Kami bahkan berhigh-five dengan tanpa dosanya di depan teman-teman kami.
Lalu, hari ini pun berjalan seperti biasa. Langit biru cerah membuatku semangat keluar flat untuk menikmati hari sekaligus jadi guide buat Mb Mury yang mau ke kampus buat ngurus ini itu terkait registrasi ulangnya di kampus. Sebelum keluar, aku pun sudah sarapan sehat, mandi, dan dandan cantik jadi sepertinya tidak ada alasan untuk tetiba baper rindu rumah.
Pulang dari kampus, setelah maksi dan solat, kok tiba-tiba ngantuk. Jadilah, aku ijin Mb Mury mo bobo cantik sejenak. Gak ada mimpi aneh-aneh juga tapi kok pas bangun-bangun kok langsung sedih aja. Ingat orang rumah, ingat kamar, ingin manja-manja sama mama, ingin gigit ponakan, ingin ngasih makan ikannya bapak, ingin ngeteh di teras sambil makan gorengan.. Hwaaaaaa... I am feeling blueeee.. Air mataku kok jadi sangat down to earth gini yak..? Hiks hiks hiks
Oh ya, ada satu hal lagi yang menyiksa, aku gak bisa melampiaskannya dengan meraung-raung atau sesenggukan seperti biasanya. Ada Mb Mury lagi ngetik. Mana kalau nangis kan pasti idung banjir kan? Tapi demi gengsi ku tahan juga dan itu sangat tidaaaak menyenangkan. O God, aku rindu rumah.
Okelah, pelajarannya adalah, nanti ga boleh takabur lagi bahkan untuk hal yang keliatannya sepele. Bersyukur karena Allah masih mau mengingatkan sehingga tidak keterusan.. Well, Mama, Papa, Amam, dan semuanya sehat2 dan habagia terus di sana ya... Nanti kalo video callan kita bahas yang senang2 dan yang lucu 2 aja. Melihat senyum dan tawa kalian itu bisa mengisi energiku selama seminggu, lho..
From Bristol with love..














































