Showing posts with label keluh kesah. Show all posts
Showing posts with label keluh kesah. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Missing Solo Part II

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Postingan ini adalah lanjutan dari Postingan yang lalu, Disitu, saya sempat membuka perasaan saya yang merindukan Solo. Kalau yang lalu, kadarnya mungkin hanya 50% sekarang derajat kekangenan saya bahkan naik sampai 99%. Sedikit banyaknya bisul rindu ini dipicu oleh updatean teman-teman di Facebook, dan situasi di Kendari sendiri, dimana banyak hal-hal yang dengan mudah saya dapatkan di Solo, menjadi sesuatu yang langka disini. Mari kita ulas satu demi satu.

4. Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Mahasiswa UMS di Muhammadiyah Medical Center (MMC)

Monday, December 03, 2012

Jangan Pakai Celana Panjang Ketika Mengajar!!!

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Sudah Desember ternyata, dan baru di hari ketiga saya sempat untuk posting sesuatu. Saya memang sedikit agak sok sibuk sekarang ini. Melakukan penelitian sekaligus juga menghandle 2 kelas in my home university, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Jadilah saya tidak terlalu memikirkan hal lain selain dua hal itu. Saya sadari, kepekaan indra saya untuk memindai fenomena dan menyejarahkannya lewat tulisan sedang melemah. Padahal, ada bayak hal yang menarik untuk diulas, misalnya saja tentang kekalahan Indonesia di AFF yang sukses membuat orang rumahku diam dalam kesedihan.Tetapi hari ini, saya mengalami sesuatu yang telah menggugah saya untuk curhat disini. Sesuatu itu terus menerus memproduksi lapisan-lapisan perasaan tak nyaman, yang meski sudah saya coba jinakkan, tetap menohok-nohok ulu hati. Apakah gerangan itu?

Sunday, November 25, 2012

Missing Solo Part I

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Kendari kaya benar euyyy,, punya matahari tidak tanggung-tanggung, langsung lima!!! ni enelan lho, ciyuss!! (kesambit hantu alay adikku, nih,,hehhehe). Hanya saja yang punya percaya diri full untuk menampakkan wujudnya hanya satu, empatnya malu-malu sembunyi di balik awan. Yup, Kendari panas sekali pokoknya. Kekuatan yang sanggup mendidihkan cairan dalam batok kepala sampai ujung jari kaki. Sudah begitu, angin sangat malas berseliweran menunaikan tugasnya membawa sejuk pada otak dan juga jiwa. Hmm, I am not being so lebay today, yet it's the fact. Kedari has no longer become my dream place to have a nap.

Suasana begini, membuatku kangen Solo lagi. Banyak hal yang membuatku kangen Solo sebenarnya. Apa sjakah itu???

1. Kesejukannya

Tuesday, November 06, 2012

Lemme Say "I need you here"...

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Aiih, memang semangatku mengerjakan thesis sedang berada dititik nadir saat ini. Bagaimanapun kupupuk tetap saja layu. Maka setiap kali berhadap-hadapan dengan chapter II ku, aku akan hanya melihat sekilas, memainkan scroll naik dan turun, just to add nothing. Just to see exactly the same last sentence that I saw couple weeks ago.

Voices inside My Head

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Look what you've done, girl!!
Another day left unproductive.

The hand of time never stops circling its axis.
Not given a compassion to move backward, even just for one millisecond.

Sunday, September 23, 2012

If Only Thesis Didn't Exist,,hehehe

Assalamualaikum. Wr. Wb.

It should be pleasant sitting down here, in Pasca's Library of UMS. With thousands of book collections that must fulfill all I need, pretty fast network connection, cool and nice smell spread by air conditioner, quite calm atmosphere, and very handful librarians,

Friday, August 05, 2011

First Fasting Without Families

Assalamualaikum. Wr. Wb


 Hi, pals? how's your morning? It's half past ten now. I just wake up and straightly feel pain around my throat. It seems that I'll get cold. O I do wish it wouldn't happen, amen. Being sick in the place where you are much far from your families is a disaster, hiks,,hiks,,hiks..

Finally, akhirnya sudah bisa puasa juga hari ini. My first fasting without my families. It's pretty sad but it's OK. Our menu were fried rice with a glass of milk. I couldn't help my self not to remember my families in Kendari. Yeah, I knew what were they eating, how was the atmosphere (my mom and my sistas were busy to prepare our food, my fatha' was watching TV). It was frustrated. I mean it.

Hmm, aktifitas hari ini apa y? kemarin kami ke PGS dan Beteng seharian, belanja-belinji buat oleh-oleh untuk keluarga (memanfaatkan momen terakhir g puasa, hhehehehe), Hari ini entah mau apa. Kok rasanya bete bgt ya, gapunya sesuatu untuk dilakukan. Suram aku membayangkan aktifitas hari ini hanya, online and then sleep, online and sleep again,,hufftt...

Kemaren, pengumuman penerimaan Maba Pasca UMS sudah keluar, Thx God I was accepted. Orientasi Mahasiswa Baru akan dilaksanakan nanti pada tgl 17 september. Huaaaa...masih lamaaaa. Dalam rentang waktu itu aku ngapain yah? Keinginan untuk pulang ke kendari besar sekali sih, tetapi dalam hal ini aku harus realistis. Banyak dana yang harus dikeluarkan dalam masa-masa ini, (SPP cs, IELTS test, and so on and so on). So, Mudiknya di pending aja. Lumayan susah lho, membujuk diri untuk tegar karena teman-teman seperjuangan pada pulang semua,, Bisa dibilang ini adalah lebaran kali pertama tanpa keluarga. But, akan selalu ada kali pertama kan untuk semua yang kita alami? Anggap saja ini bagian dari perjalanan hidup yang akan memberi warna pada lukisan hidupku. Kelak akan kukisahkan dan kubanggakan,,amiiinn

Well, pals, sudah dulu y,,,? Sakit ini telah merampas moodku untuk bercerita tentang banyak hal. Akan ada waktu dimana kita akan berbagi cerita lagi,,, CIAO..^_^

Tuesday, April 05, 2011

Bosan.

Bosan bisa membunuh. Begitulah kira-kira kalimat yang tepat untuk menggambarkan moodku 2 hari terahkir ini. Bosan. Pekerjaan tiada yang terselesaikan. satu demi satu tertunda dan meumpuk. Hatiku dliputi gelisah, marah, dan gundah. Bahkan untuk hal-hal yang sepelepun, emosiku bisa seketika meledak. Mereka mengira ini salah satu gejala PMS. Bukan. Sama sekali bukan. Satu-satu aku membuat list pekerjaan apa yang harus segera diselesaikan sambil mendengus. Kesal sekali rasanya mengetahui bahwa dirimu tak bisa berbuat apa-apa dikarenakan sempurna terbunkus rasa malas dan tak bisa keluar. Sesak dengan kebencian akan ini itu yang sebenarnya sangat tak masuk akal.

Aku lalu beralibi pada kurangnya libur yang kudapatkan. Keterlaluan jenuh akan rutinitas yag itu-itu saja menyita kesempatanku untuk berpetualang mencumbu alam lagi. Percuma saja. Akal sehatku terlalu sadar bahwa itu bukan alasannya. Toh untuk saat ini tak ada teman yang bisa diciduk menikmati air terjun seperti waktu itu. Semuanya sibuk. Huh, dan hatiku mencibir mengingat kata "profesionalisme" yang dulu sering kuumbar. Malu pada harapan dan doa yang senantiasa kupilin menuju langit. Apalah arti doa dan harap itu jika aku tak cukup tanggu menghalau malas dan berpasrah pada mood?

Tergugu aku bangkit dari ini semua. Gemetar menyibak selimut kegundahan ini. Perkara ini sungguh tak mudah bagiku. Bahkan ketika mengetikkan kalimat ini pun, terbersit lagi untuk menunda salah satu kewajibanku. Huffftttt... padahal apa gunanya menunda?? Oh, betapa aku mengutuk kehidupanku 2 hari terakhir ini. Sungguh.

Baiklah, ku putuskan ini harus diakhiri...

Tuesday, January 25, 2011

Bad Mood

Hari ini tidak terlalu bagus untukku. Entah kemana moodku terbang melanglang buana. Adakah dia tersesat pada satu titik diantah berantah? Jiwaku kerontang. Inspirasi juga ikut-ikutan ngumpet. Bertarung dengan layar kosong di word.  Adalah aku membujuk winamp memanggil moodku kembali. The cure_friday I'm in love, smashing pimpkins_1979, we are golden & love to daynya mika untuk pertamakalinya gagal menjalankan misi. What's wrong with me today????




*Umk_siang menjelang sore, Dalam ruangan sendiri saja_karena yang lain dah pada pulang._merengek kelangit kelabu yang menjanjikan hujan, meminta menjemput moodku kembali.

Monday, January 03, 2011


Waktu menjadi semakin terasa pajang saja.
Detik bak merangkak, tidak lagi berjalan apalagi berdesing bagai peluru.
Rutinitas ini membuatku bosan.
Tak nyaman dikungkung keempat tembok ini
Hanya berteman laptop, tanpa koneksi internet, tanpa ditemani winamp.
Games mulai terasa usang
Pesing memekat diudara.
Dari luar jendela, orang-orang itu bergegas tanpa menoleh. Tanpa Senyum.
Kaku dan sibuk.

Kendari, UMK 22 Desember 2010

Saturday, November 13, 2010

Uh, Sakit itu gak pernah enak!!!

keringat dingin mengucur menganak sungai, memberi rasa yang sama sekali tak nyaman disekujur tubuh. perih mengiris lambung tapi makan gak napsu,air mata siap meleleh sewaktu-waktu. Perut mual, kepala oleng, waduuuh.. ga enak bgt. SAngat!!!

Inilah konsekuensi dari terlalu memaksakan diri untuk kerja, kerja, dan kerja. Badan sebenarnya sudah menjerit membunyikan alarm, tapi aku masih tetap keras kepala dengan beragam dalih. Tetapi memang kondisisnya sangat tidak memungkinkan diriku untuk berhenti. Deadlinenya sudah tak lama lagi. Jadi, aku menyugesti diri bahwa aku akan baik-baik saja, ketika peluh tak sehat itu membajiri jidat.

Aku selalu berusaha menjadi profesional pada setiap hal yang ku kerjakan. Setidaknya menurut standar yang aku punya, hehehe... Jadi ceritanya, sepupuku yang sedang S2 itu sedang punya banyak buku dalam Bahasa Inggris yang harus ditranslate ke dalam bahasa Indonesia. Tak punya banyak waktu, dan memang backgroundya dia bukan dari bahsa Ingris, maka dia menyodorkan tugas-tugasnya itu padaku. Aku, yang kebetulan pada saat itu tidak terlalu sibuk, mengiyakan saja. Toh aku suka mentranslate. Selain bisa menambah vocab baru, juga bisa sekalian belajar. Sudah gitu bisa buat nambah-nambah isi dompet, hehehe. Lumayanlah buat nambah-nambah baju baru.

Transletan sepupuku itu banyaknya 24 lembar. Dia kebetulan ambil jurusan pertanian, jadilah aku seakan bernostalgia lagi dengan pelajaran SMA. Kembali bercengkrama dengan sistem akar, pola perkembangan daun, dll. Bahasanya pun tidak sulit. Bahkan sangat bisa dikatakan gampang. Apalagi sudah ada google translation. Meskipun hasil google translation tidak begitu bagus, tetapi cukuplah sebagai bahan perbandingan. Transletan itu ku selesaikan dalam waktu empat hari. Sebenarnya bisa kurang dari itu kalau saja saya tidak ngajar disekolah dan juga tidak ngajar privat. Pas menerima hasilnya, sepupuku puas bgt. Entah apa yang diceritakannya pada teman-temannya dikampus, setelah itu job dari dia mengalir. Bukan saja tugasnya, tetapi juga tugas eman-temannya. Wah, saya senang sekali. Apalagi kerjaan juga tidak terlalu banyak pada saat saya menerimanya.

Kendala muncul ketika setelah "teken kontrak" pekerjaan baru muncul. Tiba-tiba disuruh ini itu sama Kepala Sekolah lah, Ada acara yasinan dirumah lah, ada juga tetek bengek lain, yang sebenarnya kecil tapi tidak bisa ditinggalkan dan lumayan menyita waktu. ketika "rintangan-rintangan" itu selesai, deadlinenya tiggal 2 hari lagi. Waduuhhh... Akhirnya seakan kembali ke jaman kuliah dimana kebiasaan SKS (sistem kebut semalam) selalu menjadi learning style ku dan teman-teman. Tidur berlarut-larut malam, lupa makan, tak ada waktu untuk tidur siang. Tetapi pengaruh sugesti diri memang luar biasa. Entah bagaimana caranya, translete yang bejibun itu akhirnya kelar juga dengan tepat waktu. Dengan hasil yang memuaskan pula.

Tetapi, badan yang sempat ku "paksa" bungkam merengek itu akhirnya teriak juga. Ngambek habis-habisan. Sesaat setelah transaksi timbang terima usai, mulailah badan ini terasa pegelnya. Tengkuk sudah tidak perlu ditanya, asli tegang sekali. Sempat aku curiga jangan-jangan dia sudah lupa caranya balik kiri balik kanan. Kurasakan sensasi tak nyaman itu menjalar dengan cepat, ke kepala yang mendadak oleng, mata yang berkunang-kunang, perut mual, dan tubuh gemetar. Merasa limbung, aku tergesa duduk di kursi. Aduh, sama sekali menderita rasanya... Sudah jam setengah tujuh pagi. Artinya harus segela ke Sekolah, tapi dengan kondisiku yang sekarang, mau tak mau aku ijin ke kepsek kalo hari ini tidak bisa masuk. Thx God, beliou orangnya bijaksana sekali.

Yang ku syukuri adalah karena hari ini hari sabtu, mace ada dirumah. Lega rasanya sakit tidak mesti sendirian. Masih ada tangan tua itu yang selalu menyantuh jidat sekedar untuk mengecek panas, sentuhannya seakan menenangkan ku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Kemudian aku dipaksa makan. Beliou menawari ini itu, tapi aku maunya yang ada saja. Nasi panas plus ikan masak cukup. ini merupakan menu wajib kalo aku sakit. Tidak tahu kenapa, tapi yang kurindukan ya cuma itu. tidak perlu repot beli ini itu. Namanya juga orang sakit, tidak enak makan sudah hal yang lumrah. Tapi kali ini kayaknya lumayan parah, karena dibarengi dengan muntah2 (aku jarang muntah, lho).

Sehabis muntah aku langsung tiduran. Membungkus diri dengan selimut di kamar mace. (kebiasaan, kalau sakit atau sedang gundah, enaknya tiduan di kamar mace. Rsanya tenang gimanaaaa gitu). Tak tau dah berapa lama aku tiduran disana. Perih yang melilit di ulu hati lah yang mebangunkanku. AKu pun keluar untuk isi perut, tapi aku terkesiap saat tahu, ternyata pace tidur di bawah, beralas tikar. Masya Allah, aku terenyuh. Betapa baiknya beliou, tak marah tempat tidurnya ku bajak. Beliou tau betul ketika sakit dan tidur, aku paling tak bisa diganggu. Jadi beliou memilih tidur di lantai ketimbang harus mengusik tidurku.

Aku harus banyak bersyukur pada kehidupan yang ku punya sekarang. Aku masih memiliki orang tua yang sangaaaaaaaaaaat baik dan menyayangiku. Ada juga sodara2 ku yang perhatian bgt, meski kadang bisa sangat menyebalkan... Lembut ku tepuk pundak pace, menyuruhnya tidur diatas saja...

Bertekad tuk segera sembuh, aku memaksa diri makan... Semoga lekas sembuh, amiinn..