Friday, November 05, 2010

Jujur


Aku ingin dapat menulis dengan jujur. Gamblang tentang apa yang kurasa dan kuingini. Tidak menuangkannya dalam puisi yang tak pernah sanggup ku posting di blog. Aku terlalu gengsi mengakui memiliki rasa itu dalam diriku. Aku terlalu takut dibilang cengek, rapuh, atau sanagat labil. Blak-blakan dan apa adanya. Seperti yang mereka lakukan.
Aku mendamba menjadi murni. Sejernih air dihulu sungai. Sejujur airmata yang jatuh dalam gulita. Aku bosan berbagi dengan keempat tembok kamarku. Aku capek harus menatap berbatang-batang lilin untuk menghilangkan jejak piluku.
Karena langit malam tak selamanya setia menagkap gelisahku. Karena mengendapkan hampa pada lelap mimpi tak selamanya manjur. Ingin kusibak amarahku,  sedih laraku, cemas takutku sehingga benderang jiwaku. Terobati sakitku.
Ah, api, rupanya memang tak semudah dikata..

Wednesday, November 03, 2010

Aku Benci SAma yang Namanya Asap Rokok


Ugh… !!! Ingin rasanya ku rampas rokok yang terselip di jemarinya yang kecokelat-cokelatan an itu. Tapi ku tak bisa (ya iyalah…). Ingin ku plester bibirnya yang kehitam-hitaman itu. Tapi ku tak bisa (of course!!). Atau kupotong saja tangannya yang tak lelah mensuplai nikotin pada paru-parunya? (Hellowwww..)

Aghrr…. Frustasi, kupalingkan saja wajah ku, ku lebarkan jendela yang semoga dapat mensuplai udara bersih ke saluran pernafasanku. Nihil. Asap beracun itu malah menari-nari tepat dilobang hidungku. Uhuk.. aku terbatuk. Dia tak juga peduli. Entahkah wajah ini tak mampu mewailkan isi hati, tapi mau dikerutkan bagaimana lagi ini kening? Mau dimonyongkan bagaimana lagi ini mulut??

Ugh… akhirnya altenative terakhir ya pindah. Dengan tak rela kutinggal “tahta” ku. Beranjak enggan menuju meja diseberang sana, dan itu artinya aku harus menyudahi tarian jemariku yang sedang dalam proses melahirkan tulisan-tulisan yang telah “membisul” dalam kepala, ingin keluar setelah “dipenjara” oleh hakim yang bernama kesibukan. Dan dibagian meja ini, tak tersedia colokan listrik. Karenanya laptop ini harus ku off kan. Arghhh…


*Theme song untuk postingan kali ini: Slank Dayaknya SLank…*

Monday, November 01, 2010

it's nothing

beberapa hari ini (sok) sibuk bgt. Alhamdulillah dapat job buat transelete tugasx orang. jadilah blog dianak tirikan dulu. Hari gini kalo gada duit susah juga,

well, just want to say it...

Thursday, October 21, 2010

KAngen padamu, Pak J.K

Pagi ini kulalui dengan bersantai. Tak ada jadwal ngajar pagi ini. Jum'at adalah hari bersenang2ku. Ditingkahi bunyi gerimis diatap rumah, semerbak bau hujan dipekarangan, kusesap teh panasku. Televisi di hadapanku menyajikan berita yang masih itu2 saja. Setiap chanel kompak mengangkat topik serupa "Mengevaluasi Setaun Kepemimpinan SBY Budiyono". Berselonjor kaki, kuikuti juga berita itu akhirnya.

Jujur saja, politik tidak pernah singgah kehatiku. Selama ini segala tentang politik kuperhatikan segelintir saja. Tak perna benar2 membacanya dikoran, tak pernah benar2 mendengarnya di radio, dan tak pernah benar2 menaruh minat ketika disiarkan di tv. Untuk apa? Toh mengetahui itu semua hanya akan membuatku dongkol saja. Wajah-wajah tamak sang wakil terus menerus menelanjang tanpa malu. Kalau ditonton pagi, hanya akan mengacaukan suasana hati. Bukankah kata orang tua dulu tak baik memulai hari dengan hati yang ricuh? Katanya itu bisa membuat rejeki lari, pantang mendekat. Mungkin ini juga yang membuat bangsa ini terpuruk. Setiap pagi, media menyajikan borok bangsa ini, membuat orang pada dongkol. Akhirnya jauhlah rejeki dari bangsa ini. Lari ke negara-negara tetangga.

Tapi pagi ini beda, entah apa yang merasukiku, aku tak tahu. Yang pasti ada debar didada ini. Aku tak tahu akan menamainya apa. Dan aku tak ingin menamainya. Biarlah kurasa saja ia menggeliat-geliat. Aku ingin menikmati sensasinya kali ini. Sesekali kusesap teh manisku, membiarkan rasanya membawaku hanyut pada sesuatu yang tak ingin kunamai ini. Jadi biarkan aku memuntahkan perasaanku, meneriakkan emosiku, mencoba menasinalis, walau hanya untuk sekali.

Setahun sudah presiden dan wakil presiden terpilih memimpin Indonesiaku. Ulang tahun pertamanya semarak diwarnai demo, jeritan kecewa, tatapan sinis, serapah, dan masih banyak lagi yang kesemuanya itu sudah sangat jelas merupakan akumulasi dari perih hati masyarakat akan kinerja dan tabiat penguasa jaman kali ini. Menjadi saksi akan itu semua sudah sangat cukup membuat darah bergolak, tangan terkepal menahan marah. aku dan sebagian besar warga bangsa ini sukses dibuat geregetan.



Sudah setahun janji yang terucap tak terealisasi. Taburan teori yang hanya elok diatas kertas belaka, diruang2 rapat saja. kasihan tak pernah terlahir dan tumbuh menjadi realitas yang mendamaikan hari. Mengalami aborsi di tangan2 pemilik piutang budi, HUffttt...
Bombardir media suarakan tangis pun serupa radio rusak bagi mereka. Padahal nyata tertampak aibnya telanjang, namun tak malu. Tak punya malu.

Aku pernah mengaguminya, dimasa 5 tahun pemerintahan pertamanya, aku menjadi salah satu pemujanya. Betapa periode pertama itu kinerjanya memuaskan. Banyak masalah yang teratasi dengan cepat dan tepat. Dukungan pun mengalir padanya. Asa jutaan warga dititip padanya. Akan adanya Indonesia yang biasa mengaum lebih keras dimasa yang akan datang. Bukankah kita pernah menjadi Macan Asia? Hatiku miris ketika mengetik kata "pernah". Pernah??? aku tak suka kata ini. "We were Asian tiger" Aku benci ketika harus menuliskannya dalam bentuk simple past. Sesuatu yang hanya terjadi dimasa lalu dan sekarang tidak lagi. Tidakkah kau merasa ngilu membacanya, kawan? Dia mntasbihkan kata "LANjutkan!!" sebagai jarkon dalam kampanyenya. Kata itu menjanjikan adanya kelanjutan dari keberhasilan yang telah dicapai di lima tahun pertama. Tetapi rupanya jarkon itu hanyalah lagu menjelang tidur saja. Didengungkan untuk membelai mimpi selamanya menjadi mimpi. Ketika terbangun, terbentang kecewa yang mengiris.

Menyaksikan kinerja sepasang penguasa ini, hadirkun rindu pada sosok mungil itu. Pada bapak jenaka itu. Pria yang selalu menyapa para wartawan dengan nama mereka sendiri. Pernah ku dengar ia berkata pada seorang wartawan yang tengah menginterview dirinya "Masalanya tidak hanya itu, FAuziah..." Dia menjelma menjadi seorang bapak yang sangat penyayang dimataku. Ada yang lain pada caranya menyebut nama wartawan itu. Bukan seperti seorang wakil presiden yang berbicara kepada kuli berita, tetapi lebih selayaknya bapak memanggil nama anaknya, seumpama guru yang menyebut nama muridnya yang haus ilmu. Aku kangen pada bapak yang tegas, tangkas, dan pekerja keras itu. Aku rindu padamu, Pak J.K...

Mau tak mau, aku membandingkan pemerintahan kali ini dengan pemerintahan 5 tahun pertama. Sungguh sangat jauh berbeda. Terbukti sudah, tanpamu dia buakan apa2. Pernah dulu, ada diskusi dengan sejawat, jelang pemilu 2009. Aku ingat, rekanku pernah berkata begini "Coba lihat saja, kinerja pak J.K, jika jadi wakil presiden saja ia mampu membuat keputusan yang cepat dan matang, bagaimana kalau menjadi presiden?" kepala dan hatiku mengangguk mengamini kata2 rekanku itu. Yah, pada saat menjabat wakil presiden saja ia mampu berbuat lebih untuk bangsa, bagaimana jika menjadi presiden??? harapanku melambung akan itu. Pak J.K yang tegas, cepat dan memihak rakyat.

Setahun perjalanan pemerintahan baru merupakan cermin yang sangat jernih, bahwa memang bangsa ini sangat membutuhkan sosok cekatan, tegas, dan berani seperti dia. Baapak Jusuf Kalla...

teh ku sudah habis, matahari menyembul malu-malu dibalik awan, Sinarnya mengkristalkan butiran hujan pada ranting-ranting pohon, burung-burung pun berkepak menari, ku matikan TV ku, sadar akan kondisi kamarku yang serupa kapal pecah. Sebelum beranjak berdiri, kuselipkan doa dalam hatiku, berharap permohonan ini sampai dibawa cahaya menuju langit, menggoyang arsy, dan dikabulakannya...
"Semoga Indonesiaku bisa kembali pulih, mengaum keras di penjuru bumi, menggentarkan mereka yang berencana memperdaya tanah air pusaka nan jaya, amiiinnn"


Ririn...

Friday, October 15, 2010

Pernah disuatu masa...


Pernah disuatu masa
Dia seolah berada disurga
Madu fatamorgana ia reguk
Burung burung bernyanyi hanya untuknya
Semesta adalah pelayan penyempurna bahagianya

Pernah disuatu masa
Kabut menggelayut dilangit senja
Ketakutan ia akan hitam
Gemetar ia akan kelam
Lalu berlarilah ia jauh

Dipilihnya dasar lautan sebagai tempatnya bersembuyi
Setidakya disini tak ada hujan, pikirnya
Dan nyamanlah dia dengan dunia barunya
DIdengarkannya saja teriakan awan yang telah kembali seputih kapas memanggilnya pulang
Di abaikannya saja rayuan angin yang menggodanya dengan kehangatan musim semi
Ia bergeming
Tak sudi kembali
Karena semua takkan pernah bisa sama lagi….





RIrin Syahriani, S.Pd 
(nambahin title karena nulisnya waktu lagi di sekolah, saat siswa-siswiku tengah mengerjakan tugas, hehehe....)
September, 25th 2010

Jalan yang kupilih

Akhirnya kuputuskan mengakhiri kesia-siaan ini. Berhenti meremehkan waktu, seakan dia akan ada terus untukku. beberapa hari belakangan ini jiwau ingin teriak. keras-keras. isi dalam kepala yang meronta untuk dikeluarkan. tapi selalunya kusabar-sabarkan saja mereka dengan berlindung dibalik tameng sibuk, lagi bad mood, koneksi gag bagus, blablabla... Tapi kali ini, mereka dah bisa diajak kompromi lagi. Katanya mereka bakal ikut program keluarga berencana kalo masih terus kupenjara dalam kepala. Mereka akan berhenti memproduksi ide. Wah sungguh mengerikan!!! Menyerah tanpa syarat akhirnya ku posting juga deh pahatan perasaan yang sebenarnya telah kuketik beberapa hari yang lalu... ini dia...

“Don’t under estimate your self!”
“There is a giant in your body”


Entah sudah seberapa sering aku mendengar dan melihat kalimat ini. Ada dalam ucapan guru-guruku, ada dalam nesehat sahabat-sahabatku, membahana di radio-radio, di buku-buku motivasi, di pamphlet-pamphlet, di kolom-kolom koran, dan sekarang marak didengung-dengungkang oleh para motivator. Efek kalimat ini pun tidaklah main-main. Banyak jiwa-jiwa yang tertidur mulai menggeliat lalu kemudian tebangun demi mendengar kalimat-kaimat ini. Rame-rame mereka merebut peluang dan melambungkan mimpi, semata karena didadanya telah terbangun sang macan. Memamerkan cakar-cakar siap menerkam ketakutan dan ketakpercayaan diri yang selama ini meninabobokan mereka telalulama.

Aku menyaksikan fenomena ini dengan takjub. Satu-satu kusaksikan semangat memprofokasi ketakberdayaan untuk beranjak. Tiap kali ada lowongan mereka tak ragu untuk menjemput. Siap berebut tempat. Walau seringkali tak linear dengan academic background, dan keahlian yang mereka miliki. Mereka telah jadi macan., hehehe


Lalu aku bertanya pada diri yang juga tak menunjukkan geliat seperti halnya mereka. “Am I underestimating my self?” Mungkin jawabannya iya. Tapi saya tidak malu untuk itu. BUkankah tidak perlu jadi macan untuk memberikan yang terbaik dari diri? Macan bisa berjaya jika dia di hutan rimba. Ditempat dimana semestinya ia berada. Tapi apakah dia bisa menunjukkan kedigjayaan yang sama jika dia berada di dalam rengkuhan samudra nan biru? Apakah dia bisa mengaum dengan penuh wibawa jika berada di rentangan angkasa raya? Aku kira tidak. Lalu mengapa semua seakan berlomba menjadi macan? Aku tak mau menjadi macan jika angkasa raya adalah rumaku. Bunuh diri namanya jika memilih menjadi macan, jika samudra yang membiru itu adalah nafas hidupku.


Tepatnya 28 September yang lalu, Kemenlu mengadakan sosialisasi menyangkut penerimaan cpns jalur khusus di lingkupnya. Dalam sosialisasi itu, dibahaslah mengenai jenjang karir dan tanggung jawab apabila berhasil masuk dan bergabung dalam kementrian bergengsi itu. Segala iming2 gengsi yang menggiurkan, jumlah uang dalam rekening yang bisa membuat orang lupa diri, pergaulan dari kalangan atas, fasilitas serba lux, bla..bla..bla.. aku mendengar dengan takjub, sembari berhayal, wa….hhh alangkah menyenangkannya bisa medapatkan segala kemewahan itu… Kemana-mana mengendarai mobil pribadi, mobile phone yang selalu keluaran terbaru, laptop tercanggih dan termahal, berbalutkan pakaian dengan standar fashion ala perancang2 paris, farfume mewah yang tak semua kalangan bisa memakainya, kolega dari kasta atas, dan sebagainya dan sebagainya… Yah itulah yang terbayang dalam ruang benakku ketika kepala biro kemenlu itu mengurai janji-janji yang melenakan yang ditawarkan kemenlu.

Tetapi ketika beliau menyebutkan tugas dan tanggung jawab yang akan diemban anggota kemenlu, balon-balon imajinasiku pecah satu-satu. "Blup..blup.." bunyinya mengaktifkan kembali saraf diotakku untuk kembali kedunia nyata, bumi tempatku berpijak saat ini. Menyerbuku dengan banyak sekali pertanyaan. Tentang apakah mejadi anggota kemenlu cocok dengan diriku? Tentang sanggupkah aku memikul beban yang diemban para duta Negara itu?

Lalu seakan sebuah cermin besar diletakkan dihadapanku oleh tangan tak kasat mata. Bukan cermin Tarsah seperti yag dilihat oleh Harry Potter. Bukannya menampakkan hasrat terdalam dari hatiku tetapi cermin yang dihadapanku ini kebalikanya. Aku menatap kedalam cermin dan yang tampak pertama kali adalah gambaran aku yang kalang kabut dengan berbagai kewajiban administratif yang diemban anggota kemenlu. aku pun bergidik ngeri. Lalu cermin besar itu kemudian menampakkan satu episode yang lain lagi. Aku melihat diriku dibentak-bentak oleh atasan karena laporan yang aku buat tak seperti yang mereka inginkan, lalu ada lagi aku yang sedang duduk lesu didepan komputer, mata merah, perih dan berat, jam di meja menunjukan pukul 2 pagi, dan aku mendamba hangatnya selimut di kamarku. Kemudian sang cermin menampakkan aku yang tengah telpon2an dengan family, setengah gila memikirkan mereka tengah kumpul2 keluarga-TANPAKU-!!! oh tidak!!! segera tinjuku menhancurkan cermin bangsat itu!!!

Rupanya menjadi anggota kemenlu sangat tidak cocok dengan diriku. Apa yang kupunya dan apa yang bersedia kuberikan tidaklah bersesuaian dengan apa yang dibutuhkan pihak kemenlu. Aku tidak menyalahkan pihak kemenlu yang mensyaratkan apa yang menurutku terlalu berat. Aku hanya membaca diri. Membaca keinginanku dan konsep yang kubuat dalam menapaki hidupku. Aku orang yang cukup nyante, senang bermalas2an dipagi hari, menikmati langit sore, bercengkrama dengan diam, melakukan hal2 tak penting, sama sekali bukan pribadi yang diinginkan kemelu. Lalu kenapa juga aku harus memaksakan diri??

                                                                           Ilustrasi

Selama ini yang kuyakini, mengajar adalah pilihan hidupku, jalan yang ditunjukkan Tuhan untukku. Aktivitas yang tidak menuntut waktu terlalu banyak. Jadi aku masih bisa menikmati hari bersama keluarga, bermalas2an (yang merupakan sifat bawaan orok), dan melakukan hal2 tak terduga, hehehe. Lagian menurutku, aku bagus kok jadi guru. Murid2ku juga bilang begitu, sih :D. jadi biarlah kujabani saja tugas mulia ini dengan sebaik2nya. Setidaknya aku merasa bisa mempertanggugjawabkannya di dunia akhirat. Toh ada banyak sekali orang2 yang memang layak untuk menjadi anggota big family of kemenlu. Mereka yang jiwanya benar2 terpanggil mengemban tugas2 anggota kemenlu. Tentu saja dengan segala kualifikasi standar kemenlu.

Lalu Aku berkaca pada artis2 di tanah air tercinta yang degan tak tahu malunya menjabani segala pekerjaan dimana they are not good in it at all. Contohnya saja, ya si …, eh, tidak perlu tulis nama. Nanti bisa tersangkut kasus lagi. ok. kita bisa lihat arktris-aktor yang menjajal kemampuan diluar bidang yang mereka expert, misalnya yang biasa akting jadi coba nyanyi, atau pun sebaliknya dengan modal ikutan2 doang aau malah lebih parah merasa diri terlalu multi talent. Fakta membuktikan bahwa hanya sedikit dari mereka yang benar2 ok dan bisa diterima masyarakat, seumpama BCL. Tapi yag lain?? malah membuat dunia musik yang kukenal jadi tak seasik dulu. Akhirnya bukannya menaikkan pamor mereka, tetapi malah membuat mereka jadi sasaran cemoohan pecinta musik. Sungguh sangat tidak cool. Bukankah akan lebih baik jika mereka fokus saja ke bidang yang mereka kuasai supaya bisa memberikan yang terbaik?? Bukankah masih banyak penyanyi handal yang bisa menghiasi jagad musik? Bukankah kanvas jika tidak dilukis oleh seorang pelukis yang expert tidak akan menghasilkan lukisan yang menawan? Bukankah mencintai musik tidak berarti harus menjadi pemusik?

Tetapi, mereka masih agak mending. Paling tidak mereka tidak merugikan orang lain. Toh kalau tidak suka lagunya, pendengar punya kuasa yang besar untuk mengganti track atau chanel. Masalah selesai. sama sekali tak memakan korban. Tapi apa jadinya jika saya memaksakan diri untuk menjadi apa yang sebenarnya saya tak sanggupi? Bukan karena bodoh, tetapi karena jiwa saya tersiksa jika dipaksa kesitu. Rumah saya bukan disitu. Aku tak sanggup membayangkan nasib bangsa yang kusayangi ini jika berada dipundak mereka yang tak berkompeten untuk itu, mereka yang memang bukanya bodoh, bukannya tak hebat, tapi memang tidak cocok ditempat itu?

Ketika modal yang dimiliki hanya sekedar rasa percaya diri yang tinggi, tanpa adanya background yang sesuai, mending tidak usah memaksakan diri untuk bekerja dibidang2 tertentu. Toh masih banyak bidang lain yang hanya akan sukses jika ditangani kita. Masih banyak senyum yang bisa kita ukir dibumi pertiwi ini diluar lingkup kemenlu.

Bkan kah tak perlu menjadi macan jika rumah kita adalah samura nan biru??

RIRIN...

Wednesday, October 13, 2010




secangkir teh menemaniku pagi ini
sensasi melenakan menyapa indra kecapku
tersenyum menatap pagi
menagih janji akan bahagia

pagi ini senyumku cerah
janji telah kau bayar lunas
ah,,, kau memang tak pernah ingkar atas keadilan yang kau ikrarkan
kau menunjukiku dengan gamblang

dan ketika kemegahanmu menghias langit pagiku
optimis yang manis menari-nari dalam hatiku
kau memang tak tetandingi
memanjaku dengan tiada taranya.

Sunday, September 26, 2010

kangen gilaaaa....

jemariu menari lagi

menekan tuts2 laptop dengan riang

rindu yang sedemikian membuncah untuk mengisi lagi lembaran2 blog ini

banyak sekali cerita yang meanti untuk di post

meronta2 ingin keluar pada saat dia nongol dalam benak

tapi apa daya...

kesibukan belakangan ini memaksa ku mengekang jemari untuk tak menari

bahkan ketika godaan untuk membuka blogger kian tak tertahankan.

bahkan kini pun begitu.

tak bisa berlama lama menari di halaman ini...hiks....

Monday, August 23, 2010

Sejumput kisah ketika masih SMP

Hatiku sedikit berdesir ketika membaca salah satu postingan temanku si Diah tentang masa2 SMPnya. tanpa ketok pintu pun kenangan2 itu berebut memenuhi fikiranku, sedikit mengaburkan layar monitor komputer di depanku, dan menyayupkan suara2 disekitarku. Begitu kuatnya desakan itu mengggodaku, hingga hatiku pun menyerah dalam cumbuan indahnya masa SMP. Tanpa buang banyak waktu, kutarik mesin waktuku. ku nyalakan meisnnya, ku ketik password, dan ku masukkan tahun 1996. Yes, kisah ini bermula pada tahun itu... siapkah kalian kawan??? inilah kisahku, here we goooooooooooo.....(semoga kau mendengar deru angin yang melesat cepat...)

1996
"hup!!" kita mendarat dengan selamat, kawan. tepat didepan rumahku yang sederhana itu. Waktu itu masih ada pohon jambu putih disamping rumah yang terus menerus berbuah, terus menerus memanjakan kami, terus menerus mengundang burung2 kecil untuk bernyanyi. Dia tidak keberatan didahannya bergelantung ayunan buatan bapakku yang sering ku kendarai dengan ugal2an. Dia begitu baik hati, kawan. Ah, indahnya...

"Sssstt.. jangan sampe ketahuan, yah.. ntar bisa merubah sejarah.. (wkwkwkwk...)

Tampak si Ririn kecil dengan tas ransel usang warna merah yang bergambar batman berseragam putih merah baru saja pulang dari sekolah. DIa tak bersepatu (bukannya tak punya sepatu, tapi sepatunya dia lepas saat pulang sekolah. Ini kebiasaan yang selalu dilakukan bareng teman2nya ketika musim hujan tiba. Yah, berbecek2 ria adalah hobi mereka saat itu. Boreng2 dikakinya pun menjadi saksi semua itu.

"assalamualaikuuuuuuummm" teriaknya dengan suara cempreng
"walaikum salamm" jawab si mama
"ma, saya mau masuk SMP 1, boleh ya?" si Ririn kecil bertanya tanpa pernah tahu SMP 1 itu yang mana dan kayak bagaimana. Yang dia tahu kakak kelasnya pada ingin masuk kesana. (ikut2an mode: ON)
"boleh aja sih, tapi bisa gak kamu masuk kesitu? gag sembarang lho yang bisa masuk kesitu. Lagian kamu kan masih kelas lima, nak. sekolah kamu juga kalo tidak salah bukan rayonnya SMP 1" (waktu itu sistem rayon masih berlaku)
"biar aja, Ma. Yang penting saya mau sekolah disitu. Kalo gag disitu gag mau sekolah"
"MM.. terserah kamu saja deh"

Seminggu setelah itu, sang mama pun membawa kabar yang sempat membuat dunianya yang damai, mengalami gempa. Kata sang mama dia mau dipindahkan ke sekolah baru. Yaitu di SDN 25 Kemaraya Kendari. Dengan panik dia mengingat2 kesalahan apa yah yang sudah dilakukannya Di SDN 2 MAndonga (sekarang namanya jadi SDN 8 MAndonga) sampai harus dikeluarkan dari sekolah. Seingatnya terakhir kali di marahi guru waktu berantem sama teman sekelas, tapi kan itu dah beberapa bulan yang lalu. Lalu dia teringat pr2 yang tak dikerjakan, tapi masa sih karena itu. Kan biasanya kalo gag kerja pr, paling kena jewer guru atau dijemur di tiang bendera. Atau karena kedapatan coret2 tembok? bukan cuma dia kok yang begitu, lalu apa ya?

"kok bisa, ma?"
"lha, kan kamu yang mau"
"saya?" (menunjuk hidungnya yang gag mancung)
"iya, kan katanya kamu mau masuk SMP 1? gimana sih?"
"emang harus pindah sekolah, ya?"
"iya. SD kamu yang sekarang bukan rayonnya SMP 1"
"Kapan pindahnya, Ma?"
"Senin Depan"

WAduh, ini kan hari kamis, berarti.... Tinggal 2 hari lagi waktunya disekolahnya yang sekarang. Si Ririn kecil lalu masuk kekamar, menangis diam2. Tiba2 kok semua teman2nya langsung terlihat baik semua, musuh2 kecilnya berubah jadi gag jahat lagi dimatanya, oh betapa ternyata dia menyayangi segalanya di sdnya yang sekarang. Kok rasanya, masa berantem dengan si Serly begitu tak ingin dia tinggalkan, berbecek2 ria dengan temannya dikala hujan, menangkap berudu2, semuanya begitu indah, semuanya begitu berkesan...

Tapi, si Ririn kecil sudah bertekad untuk sesuatu yang bahkan dia gag kenal. Dia akah hadapi perpisahan itu. Dua hari yang tersisa dia pakai untuk pamit ke temannya dan berusaha menciptakan akhir yang indah... (semua memang terasa indah, karena teman2nya pada gag rela dengan kepindahannya. Itu bukti bahwa mereka telah melalui hari2 bahagia bersama)

Si ririn kecil pun melewati setahun di sekolahnya yang baru, bersama teman2 baru yang sangat jauh berbeda. Kalo di SDnya yang lama teman2nya bersikap layaknya anak2 sd, di sekolahnya yang baru sama sekali lain. Teman2nya pada imut tapi boros di fashion. ANak kelas 6 Sd sama saja dengan anak SMP kelas 3. Mereka pun dah mulai kenal Pacaran, OWEMJEYYY... kalo di SDnya yang dulu mereka megoleksi wayang, baju2, maka disini teman2 barunya mengoleksi kertas surat, stiker2 tweety, winni the pooh yang cantik, dan juga PARFUM! Mereka juga sudah pakai BEHA lho! benar2 potret mini dari SMPN 1 Kendari. Si Ririn kecil yang "anak kampung" itu pun terhenyak, rupanya dia memang belum mengenal apa yang dia mimpikan...

Setahun berlalu, dan berkat usahanya, dia berhasil masuk di sekolah favorit itu. Ospek pertama pun menyambutnya. Dia terbelalak menyaksikan keganasan senior2nya. sekaligus terpesona pada kepintaran dan kecantikan serta kegantengan mereka. Mereka tampak berwibawa, dan memiliki aura pembunuh (hehehe). Satu persatu disaksikannya teman2 sdnya dibantai habis2an karena kesekolah memakai rok mini, dan di rambutnya bergelayut aneka aksesoris yang bikin iri panitia ospek, di kakinya terpasang sepatu yang harganya cukup buat jajan setahun. Semuanya disita oleh mereka. katanya Kalau kesekolah gag boleh bergaya! Si RIrin kecil terdiam iba melihat derita sekawanannya.
Dia prihatin melihat satu persatu jepitan mickey mouse, winnie the pooh, dan tweety itu terenggut. PAdahal, ketika melakukan hal itu, rambut si kakak kelas pun peuh dengan aksesoris serupa.

Seminggu di ospek ternyata tidak hanya berisi cerita miris, Si RIrin kecil juga mendapati dirinya bahagia dalam masa itu. Matanya dimanjakan oleh wajah2 kakak kelasnya yang kinclong abis. Perpaduan kepintaran, ketajiran, dan kegantengan. Mmm.. si Ririn Kecil naksir salah satu dari mereka, hwhww

Ospek berakhir, kekerasan panitia berakhir, dan saatnya penentuan masuk kelas yang mana. Untuk itu diadakan tes kemampuan. Dari pengumuman di tiap kelasnya si Ririn kecil mengetahui bahwa dia di kelas 1.2, dimana yang jadi kelas unggulan adalah kelas 1.5. DAn itu artinya, dia akan bersama dengan teman2 dari kasta yang termsuk rendah di bidang otak, hehehe tapi tak mengapa, yang penting mimpinya telah terwujud, jadi bagian dari SMP 1 Kendari.

Atmosfir di kelas itu lumayan menyenangkan. Dengan cepat si Ririn kecil mendapatkan teman. Tapi tak semua bisa menjadi teman. Sudah jadi rahasia umum kalau di SMP 1 ini tempatnya anak2 yang ortunya tajir abis. Salah satu teman kelasnya adalah Werika alias OKI yang notabene anak walikota pada waktu itu. Oki orangnya supel, baik, cuek dan cengengesan. Dia juga tak pilih2 teman. lalu apa masalahnya? masalahnya adalah, orang2 yang ingin berteman dengannya itu. Mereka, sesama anak pejabat tak senang jika bergaul dengan orang dari kasta yang tak sepadan. Jadilah terdapat tiga tingkat kasta pada kelas itu, dan juga kelas2 lainnya, high, midle, and lower class. Si Ririn kecil belongs to midle class.

hari2 yang dilalui penuh dengan kisah2 seru. Layaknya sebuah cerita, selalu ada tokoh antagonis dan protagonisnya. Dan karena yang menulis blok ini adalah RIrin yang dah besar, maka semau2nya lah dia menjadikan Si RIrin kecil sebagai tokoh protagonis, dan Si A** sebagai tokoh antagonis (sebenarnya kecil banget kemungkinannya si A** baca postingan ini, tapi biarlah namanya kusamarkan, biar kesannya lebih gimanaaa gitwuu,, hehehe).

jadi dikelas itu memang si A** paling nyebelin sedunia. Suka menghina, suka pamer, padahal ortunya gag tajir2 amat. semua agak takut cari masalah sama dia. Tapi temen2 sering sekali menggosipkan dia dibelakang. Si A** dulu ketahuan suka sama seseorang yang si Ririn kecil juga suka namanya i***. Hanya saja Si Ririn pintar menutupi perasaannya dia. Jadi ceritanya, suatu hari, si A** rupanya nekat mengirim surat sama si I***, dia menaruh suratnya di laci meja sebelum orang2 pada apel, nah si Ririn yang doyang banget telat ini, kebetulan datang belakangan. Dia berlari masuk kelas untuk menyimpan tasnya. Tapi pas nyimpen, ada amplop yang jatuh dilantai. refleks aja dia ngambil, dikiranya surat sakit dari temannya, tapi gambar mickey mouse di amplop itu bbercerita bahwa itu pasti bukan surat sakit. Tidak satupun surat sakit dikirim dengan amplop bergambar mickey and minny mouse sedang berciuman. Karena curiga, Si rirn menyelipkan amplop itu ke dalam saku roknya.

Sepulang sekolah, si Ririn kecil dan sahabatnya yang bernama Veby membaca surat tersebut dan menemukan bahwa itu surat cinta dari si nenek sihir A** kepada si Prince Charming I***. Seketika, terciptalah skenario balas dendam. Besoknya si ririn kecil yang jarang sekali bangun pagi, dah nongol di kelas pada jam 6 teng. Masih belum ada satu siswapun dikelas 1.2. dengan sigap si Ririn kecil lalu menempelkan surat cinta monyet tersebut di papan tulis. Ya, di papan tulis, lalu dia meninggalkan kelas tanpa menyimpan tas sekolahnya. Dia tidak mau meninggalkan jejak. Tetapi ketakutan menghantuinya dengan kuat. Tanpa babibu, dia kembali ke kelas dan mencopot kembali surat itu. Diletakkannya surat itu di tempat seharuanya ia berada. Di laci meja I***. Hufff

Apa yang terjadi kemudian adalah si I*** marah sambil membentak2 si A**. Dia marah karena merasa malu, hihihi... seisi kelas menertawakan A**. Tindakan si I*** mengobati luka banyak orang, Si Ririn kecil diantaranya, hehehe... Vebi dan Ririn bertukar pandang bahagia.

Naik dikelas dua. Kelas 2.4. dimana yang jadi kelas unggulan adalah 2.3, disusul 2.6, lalu 2.2, lalu 2.4, lalu 2.5 lalu terakhir 2.1. Ririn rupanya tetap berjodoh dengan A** dan veby, tapi tak lagi berjodoh dengan I***. Dan rupanya cinta monyet ririn untuk I*** memudar seiring waktu. Bersamaan dengan munculnya sosok baru yang diam2 dikaguminya bareng veby. namanya J***

Naik kelas tiga, pun ternyata masih berjodoh lagi sama A** dan masih berjodoh dengan veby. masuk dikelas 3.2 dimana kelas unggulannya 3.6. Tidak banyak cerita yang terlalu menarik perhatian sampai dia datang.kalau sebagian orang merasa prihatin dengan kasus kerusuhan Ambon, tidak bagi Ririn Remaja. Baginya Peristiwa itu membawa berkah untuknya. Yah, karena insiden berdarah itulah yang membawa dia ke kota ini. Dia mengungsi di Kendari bersama keluarganya. Namanya H****. Tinggi menjulang, baik hati, cool, jago main bola, pokoknya dia memenuhi semua kriteria cowok2 dalam komik. Dan, si Ririn Remaja jatuh cinta. Cinta yang sangat dalam dan lama. Bahkan sampai aku masuk universitas pun, belum ada yang mengalahkan kilaunya.

--------------------------------------------------------------

Aku tahu postingan ini panjang kawan, tapi biarlah aku bernostalgia dengan kenangan masa SMP yang mengesankan ini. Yang bisa aku ceritakan adalah hari2 di SMP begitu menyenangkan, penuh warna, dan meskipun ceritanya complicated, endingnya selalu bahagia. Takkan terlupakan hari2 yang selalu di setrap satpam lantaran terlambat, (aku dikenal satpam lantaran seriiiiiiing banget terlambat, hehehe) hari2 menjadi pengagum rahasia, hari2 berebutan jajan di kantin, semuanya bahagia....

thx for diah, atas undangannya mereguk lagi madu kenangan ini, dan maafkan aku yang tak tahu bagaimana caranya mentag dirimu, hehehehe.. you get your new task, teach me tagging people, hehehehe...

Thursday, August 19, 2010

Anak Itu...


Kurus, hitam, lumayan dekil, monyong, giginya banyak yang bersusun, jarang mandi, hobi main bola, keluyuran gag jelas di siang bolong, cerdas, Terkadang baik hati, Seringnya NYEBELIN, punya tabiat manja yang sedikit tersamar, ahli waris dari sikap tempramen yang jadi ciri khas keluarganya, punya hobi bikin naik tensi gw.

June 1st 1995
gw dikabarin sama orang rumah kalo anak itu dah nongol di bumi, bergabung di tengah keluarga gw. gw gag langsung nanya gimana keadaan si ibu yang ngelahirin, coz cuman dari mimik mukanya si pembawa kabar, gw tahu ibu itu baik2 saja. yang gw ingat pertanyaan yang gw lontarkan. "cowok atawa cewek?" si pembawa berita berkata dengan mgirang, "cowok". hati gw pun bersorak riang, yess!!!! akhirnya ada spesies beda dari jenis kelamin sodara2 gw sebelumny. tapi "riang" itu gag datang sendiri, dia bawa temen jg. Namanya "jelaous". walopun gag pernah gw undang tuk bercokol dibenak gw. MMm... semacam ada alrm yang berbunyi di otak gw "jangan2 nih anak bakal nyedot semua kasih sayang pace mace, lagi"...


Several months later...
Dia lucu, ngegemesin, bisa jadi bahan tontonan berjam2...
dia bau bayi banget...

seven years later...
Dia mulai masuk sekolah, bajunya putih banget, celananya n topinya merah banget, kulitnya hangus banget...


Pembagian raport, mmm maybe june 1998
Pace mace pulang kerumah dengan sumringah, anak itu katanya dapat juara dua, nilainya cuman beda sesilet dua silet sama yang juara satu.
Gw bangga...


Days with him...
Anak itu makin matang aja bakat "Nyebelinnya". dia gag perlu usaha banyak untuk bikin gw sebel. Cukup hadir di depan gw aja, dan gw pun jadi sebel. Just so simple. gag tau dia ato gw yg salah. Yang jelas, masa2 dimana dia pernah jadi begitu lucu, tergerus sudah oleh jaman. Masa2 gw gemes ama dia sudah punah tanpa meninggalkan fosil. Dia tumbuh, gede, cerewet, nyebelin makanya sering bgt gw tindas, dan cerdas.


several days before today...
Anak itu datang ke gw. ada lebam di hidungnya yang gag mancung (ciri khas keluarganya). Gag cuman disitu, tapi di matanya -yang kalo menurut gw sih, punya sinar yang gimana gituuu- juga ada. Bagian yang lebam itu berwarna merah, menjanjikan akan berubah jadi ungu kalo gag segera di handle.
"knp bisa gini?" kata gw
"berantem"
"kok bisa?"
"dia duluan"
"kok, banyak bgt yg gag suka sama kamu y?"
"....."
"mestinya ini bisa bikin kamu berpikir, apa yg salah sama kamu, kok kayaknya semua orang pada naik tensi kalo kamu muncul"
"....."
"mudah2n bis ini kamu coba deh, untuk jadi gag nyebelin lagi"
"....."
"paling tidak, jangan lakuin yang orang gag suka"
"........"
"kamu kenanya bagian mana aja?"
"... (telunjuknya mengarah ke hidung, mata, kepa, n perutnya)..."
perbincangan yang makin lama makin jadi perbicangan satu arah itu pun berakhir seiring selesainya dia di kompres dengan air hangat.


two days ago...

dia dah jarang keluar rumah. Tingkah nyebelinnya sudah berkurang 80%. Ngaji jadi kegiatannya hampir sepanjang hari. Emosi gw: STABIL


Tadi Pagi...
Dia mo minjem notebook buat nonton pilem kartun. gag gw kasih. Alasannya gw gag tau. Dia manyun. Gw melamun. Entah mengapa, selalu ada yang kurang pas aja kalo sama nak itu. selalu ada yang salah, walo gw sendiri gag tau apa. Kayaknya kalo menindas dia itu selalu "benar" menurut gw. Hufffft...

a hour ago...
gw flashback lagi, ingatan gw berlari kencang pada hari dimana dia lahir, sampe sekarang. Dan akhirnya kesadaran itu datang juga. gw teringat sebuah buku dongeng. judulnya "Winnie the Witch". Kisah dimulai dengan Winnie yang tinggal di rumah serba hitam. Dari mulai dinding sampai seprai... semuanya hitam. Winnie hanya ditemani seekor kucing bernama Wilbur—yang juga hitam. Satu-satunya yang bisa membedakan Wilbur dari ruangan dan seluruh isinya adalah matanya yang hijau. Begitu Wilbur tidur dan kelopak matanya menutup, maka ia hilang menyatu dengan rumah. Berkali-kali Winnie menduduki Wilbur secara tak sengaja. Dan itulah awal dari segala permasalahan antara Winnie dan Wilbur.


Setelah terjungkal dari tangga karena menyandung Wilbur yang sedang terlelap, Winnie lalu memutuskan untuk menggunakan sihirnya, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi kucing hijau. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, ia selalu terlihat. Termasuk saat Wilbur mencuri-curi tidur di tempat peraduan Sang Penyihir. Karena tidak mengizinkan Wilbur tidur di kasur, akhirnya Winnie meletakkan Wilbur di pekarangan rumput.


Masalah baru timbul. Wilbur, yang sekarang berwarna hijau, kembali tak terlihat di tengah-tengah rumput. Bahkan saat ia membuka mata sekalipun, berhubung matanya juga hijau. Winnie, bangun dari tidurnya, lantas mencari Wilbur di pekarangan. Lagi-lagi, penyihir itu tersandung kucingnya sendiri, jumpalitan tiga kali di angkasa, dan tersuruk di tanah.

Kali ini, Winnie benar-benar kesal. Disambarnyalah tongkat sihir, dan… ABRAKADABRA! Wilbur berubah menjadi… warna-warni! Kepalanya merah, kupingnya kuning, kumisnya biru, badannya hijau, empat kakinya berwarna ungu, dan ekornya... pink! Winnie sangat puas. Sekarang, di mana pun Wilbur berada, baik di rumah maupun di pekarangan, ia pasti akan terlihat.


Namun, Wilbur tidak mau kembali ke rumah. Ia sangat malu dengan warna tubuhnya yang tidak karuan. Ia bahkan ditertawakan oleh binatang-binatang lain. Wilbur kabur ke puncak pohon tertinggi dan tidak mau turun-turun. Pagi sampai malam, Wilbur bertahan tidak pulang.


Melihat Wilbur yang menderita, Winnie pun merasa sedih. Wilbur adalah segalanya bagi Winnie. Tapi ia malah membuat Wilbur sengsara karena kehendaknya sendiri. Winnie akhirnya beringsut ke pohon tempat Wilbur bergantung, dan dengan tongkat sihirnya ia mengubah Wilbur kembali hitam. Perlahan, kucing itu kembali turun ke tanah. Bersama Wilbur yang kembali di sisinya, Winnie menghadap rumahnya yang serba hitam, mengayun tongkat sihirnya di udara, dan… ABRAKADABRA! Rumah hitamnya berubah kuning dengan atap merah menyala, sofanya berubah putih, karpetnya menjadi hijau, tempat tidurnya biru, selimutnya pink, dan kamar mandinya putih berkilau. Dengan perubahan baru ini, Wilbur dapat terlihat dengan mudah… tanpa perlu berubah.


Now...
Gw lalu mikir kalo sebenarnya gw terlalu bersikukuh untuk ngubah dia. memermak dia biar sempurna buat dimata gw. Tanpa gw peduli dia tersikasa atau tidak. Celakanya gw juga gag tau pasti apa yang mesti dia rubah. Pokoknya yang gw tau dalam logika gw, gw ngerasa sedang berbuat kebaikan dengan make "topeng cinta dan care" sebagai pembenaran.

Buku 32 halaman itu selesai didongengkan dalam sepuluh menit. Namun kesan yang tertinggal tak terukur oleh waktu. Winnie mengingatkan saya pada kita semua. Kita, yang seringkali bersikukuh untuk mengubah seseorang, memermaknya agar sempurna di mata kita, memaksanya agar muat dan tepat dalam ruang hidup kita, memangkas atau menambalnya agar bisa pas dengan kebutuhan kita, tanpa peduli bahwa apa yang kita perbuat sesungguhnya adalah siksaan bagi yang bersangkutan. Dalam penjara logika dan mental kita masing-masing, kita berpikir bahwa mengubah seseorang adalah solusi yang realistis dan humanis. Atas nama cinta dan apa pun, kita bahkan merasa bahwa kita sedang berbuat kebaikan.

Namun Winnie Sang Penyihir mengingatkan gw bahwa ada satu hal penting yang sering terlupa: diri gw sendiri. Perubahan tak pernah terjadi oleh hal lain di luar gw, Seperti halnya Winnie yang luput membenahi rumahnya dan malah sibuk mengutak-atik Wilbur tanpa sadar kalau aneka sihirnya malah membuat Wilbur terdera karena menjadi sesuatu yang bukan dirinya, gw pun acap kali terlena dalam ekspektasi serta upaya untuk mengubah orang lain, dan malah lupa dengan pembenahan yang paling penting dan realistis yakni, sekali lagi, diri gw sendiri. Dan ini adalah masalah yang amat sering kita alami. Dari waktu ke waktu.


Detik ini....Sekarang
Gw klik poting entri tentang dia.Di akte kelahiran namanya Imam KUrniawan, tapi sekeluarga kompak manggil dia ACO.

Saturday, August 14, 2010




aiiihh...

goresan penamu tajam menyayat, kawan

mengapa tak berhenti sejenak menikmati secankir teh hangat?

makin tambah saja kerutan diwajah elokmu

mengapa tak berpaling sejenak demi menghirup lagi angin sore ini?

katamu waktu trus berjalan, tak salah kawan, tak salah

katamu keringat bercerita banyak, aku mahfum, kawan

tapi yang tersaji ini terlampau mempesona

kemarilah, kawan, hentikan sejenak langkahmu karena terlalu banyak yang kita lupa syukuri

semisal bercumbu lagi dengan warna langit sore ini, seperti dahulu, di masa itu...

*Ririn Syahriani*

Monday, August 09, 2010

lukisan dibawah lukisan



meliuk-liuk serupa janur kuning

ujung jemari menyentuh telaga

tak singkat waktu ku sulap untuk mencari

memoles lukisan dengan lukisan baru

dengan tak sombong tangan takdir menarik diriku untuk berhenti kepakkan sayap

bagai karang ku berdiri

kusangka ku takkan tersentil

kusangka ku takkan tertohok

lukisan diatas lukisan perlahan memudar

ku torehkan lagi kuasku padanya

ku tambah lagi nyawa padanya

semoga pencarianku tak lama lagi usai.


*Ririn Syahriani

Saturday, August 07, 2010

membacanya,,,,,,,, membacamu,,,

menari bersamanya

melebur dalam nadimu

tak berdaya pikirku menyerah tak bersyarat

hanya bisa hanyut dalam tuntunan rasa

mengalirku memahami denyut nafasmu

terhanyutku pada arus mu

seribu takjubku pada kekayaan pribadimu yang maha

rindu padamu mendera, mengimpit segala ego

pekik harmoni menyentak harapku

warna warni mu menari didalamku

selalu tentangmu, selalu dirimu

dan membacanya, membacamu

sayangku...

Sunday, June 20, 2010

jiahhhh... jadi gini yah? padahal slama ini cuma bisa bingung dengar ceritanya para big gank tntang "you know what" alias "ujung2nya apa" selama ini gw pikir cuman buat seru2an ajah, pikirnya gw, itu sebatas apa yah... (mmm namanya sesuatu yg gw anggap bahan yang harus ada ajah pas lagi ngumpul) ternyataaaaaaaa.....

eng... ing... eng...

sekarang ngalamin sendiri...

entah mo bersyukur ato malah mengutuk

hwaaaaaaa........

Thursday, June 17, 2010

thx karna dah buat akhir yang indah...

akhirnya...kemaren kata2 itu keluar juga dari gw... yg gw suka karena waktunya kurang dari semenit.

bs itu, sms pamitan gw sebar ke teman2 mo minta maap juga mo bilang thx buat semuanya. Gw senang, karena semuanya indah sampe akhir. seruan, masak2, jalan2, dll. Yg gw tau itu rasanya indah. Reaspon yg dikasih mereka pun bikin sejuk jiwa, alhmdulillah...

kini saatnya menatap lurus kedepan, tapi kenangan itu gag bakal terkikis. Hari2 bersama mereka itu indah, bahkan dalam keadaan paling menjenuhkan pun semuanya indah.

jadi teringat semua saat bersama, segala candaan, hinaan, hahahaha... mereka memang keren...mereka memang hebat, mereka memang number one...gag terganti dah pokoknya.

gw bisa bilang gw bangga bgt pernah bersama mereka, org penuh semangat, dedikasi, dan pekerja keras. Hari2 bersama kalian, mengajariku banyak hal. Semangat dan ketangguhan kalian membekaliku begitu banyak. ketulusan, semuanya.....semuanya....

sayonara, my brothers and sisters in JILC...it's nice to know you...

Wednesday, June 16, 2010

Thursday, June 03, 2010

weitz....apakah itu artinya lampu kuning???

kepala masih dipenuhi dengan impian2 dan bayangan2 tentang hidup mandiri di ibukota,, gw dah coba nyante tapi terlalu mengoda untuk di singkirkan gitu aja. tapi y itu dia, jadinya gw tersiksa sendiri, gtu loh. Pengen tp gag bisa ngapa2in, masih blank tentg cara apa ya yg tepat biar mace gw cepat kasih anggukan setuju... huaa (bahkan sekarang pn, bayangan itu masih menari2 dalam kepala...)

tok...tok...tok....

bunyi pintu gw di ketuk tamu... tapi biar ajalah sepupet gw yang buka,,lagi malas bgt keluar kamar... gag rela ninggalin selimut gw, hehehe...kira2 setengah jam, gw dengar mace manggil nama gw dengan syahdunya...(wekkk!!!!) eh ternyata yang datang sahabat kental pace gw, saking dekatnya beliou dah gw anggap om sendiri,,(jadi gag heran dah kalo gw kerumahnya dah gag jaim2 minta makan dan nyolong cemilan, hehehe). dan acara salam2an sambil gw cium tangannya pun dimulai trus senyum basa basi gw tabur ke dia,

tenyata oh ternyataaaaaa... doa gw untuk bisa mendobrak pertahanan mace mulai terkabull...bullll...bul... pasalnya nih, ternyata yg dari tadi mereka omongin tuh tentang gw dan niat gw yang mo melebarkan sayap ke jkt, ortu gwminta pendapat beliou dan si om baik hati yang gag sombong serta sangat berjiwa muda ini, ngedukung bgt tanpa ba bi bu...(dan ribuan kupu kupu beraneka warna keluar dari hariku...yihaaaaaa..) dengan dalil yang sangat sahih, beliau menjelaskan ke ortu gw tentang pentingnya anak muda sepertiku menjajal dunia luar, bla...bla..bla..(gw dah gag dengar kata2 beliou lagi, karna jiwa gw dah berlari kncang menuju alam khayal...hags...hags...hags...)

yang gw tau, gag lama habis itu si om pun pulang, menyisakan gw, mace, n pace di ruang tamu rumah gw. Perlahan kepala ini menoleh ke mace mengirimkan pandangan yang bermakna "so???" si mace nampaknya paham dan berkata.."yahhhh mungkin gapapa kalo kamu pergi ke sana, tapi mama mau istikharah dulu. (setengah mati ni badan gw tahan biar gag melompat tinggi2...YYYYuhuuuuuuu)..dan pace??? ah gag perlu balik kedia gw dah tau jawabannya kok, yuppp!!! beliou setuju!!!

hufff...sesak didada gw sedikit berkurang,, sekarang tinggal cari info sebanyak2nya tentg kehidupan disana. N gag lupa telp si kunyuk pastinya... dia pasti bakalan girang bgt neh...

oks dehhhh..gw tlp sekarang ajah,,, so my lovely blog, Dada bubye...wish me luck yah...^^

Wednesday, June 02, 2010

is time to say gudbay

tinggal seminggu lebih gw disini...dada bubye,,sayonara...aufwiderseyen...

banyak hal yang bisa dikenang, yang indah, yang ngebetein, yang konyol yang ngejenuhin, pokoknya banyaaaaaaaaaaakkkk... bgt (heheheh ga pake lebay kaleee...) berat juga sih tapi ya mo diapa, dah saatnya juga kale gw cari pelajaran laen, mengintip ada apa sih di luar sana, biar kaya juga pengalaman gw, biar tambah berwarna hidup gw. karna setau gw yah makin banyak yang kita coba, makin matang pemahaman kita (duh sota bgt gw...tapi gpp, blog gw ini,,wkwkwkw)

okeh dokeh..ga boleh berlarut2 mengenang yang bakalan lewat, ntar yang ada gag maju2, berdiri terus di titik rasa itu... mmmm...rencana sore ini mo nelpon si kunyuk buat ngobrolin kerjaan yang ditawarkan dia... (alhamdulillah dapat tawarn kerja di ibukota), pengen bgt sih gw... sumpah, ga bohong gw pengeeeeennnn bgt, tapiiiiiiiii ngeyakinin si emak gag bakal pernah mudah...huffffff... baru gw bilang gw mo merantau (cieeee.....kesannya...) muka beliou dah bengkok 8, (y Allah ampuni aku...hehehe).

gw tanya ma sahabat yang dah stay disana, masukannya pun beragam, dari yang ngedukug bgt sampe yang ngelarang bgt, gw kan jadi binguung...ngung...ngung..ngung...

yawdahlah...gag perlu dipikirin sekarang deh. selagi nyokap blom ngangguk setuju percuma juga di pusingin... mending jalani ajah hari2 ini, kalo pun gag di jkt, gw berharap bisa lolos di depkeu, amiiiiiinnn....

is time to say gudbay????

tinggal seminggu lebih gw disini...dada bubye,,sayonara...aufwiderseyen...

banyak hal yang bisa dikenang, yang indah, yang ngebetein, yang konyol yang ngejenuhin, pokoknya banyaaaaaaaaaaakkkk... bgt (heheheh ga pake lebay kaleee...) berat juga sih tapi ya mo diapa, dah saatnya juga kale gw cari pelajaran laen, mengintip ada apa sih di luar sana, biar kaya juga pengalaman gw, biar tambah berwarna hidup gw. karna setau gw yah makin banyak yang kita coba, makin matang pemahaman kita (duh sota bgt gw...tapi gpp, blog gw ini,,wkwkwkw)

okeh dokeh..ga boleh berlarut2 mengenang yang bakalan lewat, ntar yang ada gag maju2, berdiri terus di titik rasa itu... mmmm...rencana sore ini mo nelpon si kunyuk buat ngobrolin kerjaan yang ditawarkan dia... (alhamdulillah dapat tawarn kerja di ibukota), pengen bgt sih gw... sumpah, ga bohong gw pengeeeeennnn bgt, tapiiiiiiiii ngeyakinin si emak gag bakal pernah mudah...huffffff... baru gw bilang gw mo merantau (cieeee.....kesannya...) muka beliou dah bengkok 8, (y Allah ampuni aku...hehehe).

gw tanya ma sahabat yang dah stay disana, masukannya pun beragam, dari yang ngedukug bgt sampe yang ngelarang bgt, gw kan jadi binguung...ngung...ngung..ngung...

yawdahlah...gag perlu dipikirin sekarang deh. selagi nyokap blom ngangguk setuju percuma juga di pusingin... mending jalani ajah hari2 ini, kalo pun gag di jkt, gw berharap bisa lolos di depkeu, amiiiiiinnn....

Sunday, May 16, 2010

mmmm... duh gmana ngawalinya yah??? todepoin aja deh, blog gw tersayang, gw minta maap dunks abis make kamu buat marah2 kemaren2 ntuw, maap bgt...hehehehehe

eh tapi skg dah gag mo mrh lgi deh, beneran, sekarg gw mo cerita tentg kaki gw yg masih pegel, tentg hati gw yg lagi seneng, tentg mt gw yg masih takjub, tentg lidah gw yg msh memuja, tentg kemaren maen air ma temen2....satu kata ...keren...

berdelapan gw n temen2 ke air jatuh yg gag banyak org tau keberadaannya, serasa air tejun itu punya kita ajah^^ dimulai dengan salah jalan, trus nerobos belukar dan kebun warga setempat, ada yang hampir tergelincir, beriringan kita mendaki, sembari bernarsis ria, mata kami disuguhi pemandangan yang keren abis, bersama org2 yang gokil sangat bercanda2 gag jelas, huuuuffff plong, serasa berada didunia lain,

tak terasa berjalan, gemuruh air terjun pun terdengar, waduh kaki gw dah gag sabar pengen nyemplung... didepan semak2 dan rumpun bambu serasa seperti pintu masuk... ada rasa yg lain pas berada dalam terowongan bambu itu, gelap nya gelap2 gimanaaaaaa gituuuuu...(sumpah gw jadi penen bgt ke mahameru,, dari td sih sebenarnya menghayalkan diri sedang mendaki kemegahannya... tp gw maunya pengen bareng temen2 ini, yang pada gokil ini...) daaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnn

gw kagak sanggup untuk gag nyemplung, kereeeeeeennnn.... bedinding batu2 besar di kiri kanannya, air terjun itu menjanjikan kesejukan, melindungi dari perasaan benci, marah dan dendam yag berkecamuk, yg ada damai, tentram, hmmmmmmmhhhhhhh....

(duh sampe sini, gw stop dulu y...ada kerjaan yg mesti diselesaikan, ...) nti lanjut lagi dah....