Thursday, January 15, 2026

Pagi, Laptop, dan Hal Hal yang Perlu Dibereskan

Perkiraanku tidak salah.
Pagi hari di hari libur, tempat ini cukup kondusif untuk duduk dan mulai membuka laptop.

Hari ini aku ingin mengejar semua tugas yang keteteran selama ini. Keteteran yang, kalau jujur, bukan karena tidak sengaja. Ada banyak waktu ketika aku sebenarnya bisa menyelesaikannya dalam satu sesi duduk di depan laptop. Namun, aku justru memilih membuka Netflix, lalu marathon menonton film film yang bahkan bukan genre favoritku.

Sampai akhirnya deadline datang.
Dan tugas tugas yang sempat aku anggap receh itu ternyata sudah membukit, pelan pelan menuntut untuk dibereskan satu per satu.

Aku duduk di sana, memesan minum, dan mengambil jeda sebentar sebelum mulai.

Sambil menunggu mbak mbak berseragam abu abu itu datang mengantarkan pesananku, aku berhenti dan berefleksi. Hal yang hampir selalu terjadi setiap ada jeda seperti ini.

Apakah aku sedang mengulang pola yang sama?
Menunda nunda?
Atau sedang kembali menyiapkan kegagalan dengan cara yang tidak terlalu kusadari?

Atau mungkin ini hanya cara tubuh dan pikiranku merespons tekanan waktu. Cara yang sudah terlalu akrab.

Jika memang begitu, pertanyaannya bukan lagi soal malas atau tidak, melainkan bagaimana aku bisa pelan pelan keluar dari pola itu.

Aku tidak ingin larut di sana lagi.

Ini tidak seperti masa Bristol dulu.
Konteksnya berbeda. Bebannya pun tidak sama.

Aku mencoba memberi ruang pada diri sendiri untuk percaya bahwa situasi ini bisa dijalani. Tidak dengan tergesa, tidak dengan panik.

Kalimat itu aku ulang pelan pelan, seperti menenangkan diri sendiri, sebelum benar benar mulai.
Tenang. Jangan aktifkan mode itu. Kita tidak sedang dalam bahaya.

Oke.
Refleksi pagi cukup sampai di sini.
Sekarang waktunya duduk, membuka laptop, dan mengerjakan apa yang memang perlu dikerjakan.


RS

No comments: