Sunday, February 01, 2026

Seperti biasa, hari memenuhi janjinya dengan hadir tanpa berisik. Lantunan salawat dari masjid kecil dekat rumah mengetok ruang lelapku. Tentu saja, aku tak langsung bangun. Ada ritual bolak balik kiri kanan sampai nyawaku benar-benar kembali ke tubuh ini. Spontan, tanganku bergerak mencari hape. 4.50.

Akhirnya, dengan mata yang masih ngantuk, kuseret kakiku untuk menunaikan kewajiban sebagai hamba. Semoga kewajiban yang kulakukan dengan keadaan masih sangat mengantuk ini diterima oleh-Nya yang Maha Pengertian. Amin.

Per Jumat kemarin, seiring berakhirnya final kelas Basic Speaking yang aku ampu, liburku pun resmi dimulai. Tapi yaaah namnya jugadDosen. Definisi libur seringkali tak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kamus. Libur bagi dosen adalah serangkaian hal-hal yang perlu dikerjakan. Input nilai mahasiswa, laporan penelitian ini dan laporang pengabdian itu. Belum lagi undangan meeting dadakan yang ada tulisannya kalau itu WAJIB. Yah, hal-jal semacam itulah. 


Aku pun membuka SIMAK dan mulai menginput nilai mahasiswa. Angka demi angka masuk. Pekerjaan itu memang harus selesai. Semoga bsia rampung paling lama lusa. Amin lagi. 

Tapi, pagi ini pikiranku agak mudah melayang. Semalam aku ditelepon seorang teman dari Bristol. Kami mengobrol cukup lama. Membicarakan hal-hal yang dulu kami jalani begitu saja. Jadwal, rutinitas, kelelahan, dan rencana yang waktu itu terasa dekat. Selama sejam lebih, obrolan itu membawa aku bernostalgia pada waktu-waktu yang ingin kusimpan rapi dalam ingatanku. Pada aku yang masih lumayan ambi, bersemangat, dan rasanya bsia terbang setinggi langit, hehhehe.

Well, obrolan lewat telepon itu sudah berakhir sejak semalam. Tapi pagi ini, beberapa potongan obrolan itu masih caper pengen terus dingat-ingat, menolak untuk disimpan di box "obrolan menyenangkan". Agak-agak bangke emang. Ya, jujur kadang aku kangen sama diriku yang dulu itu. Tapi, setelah dibabak belur kehidupan, aku rasa ada yang berubah sedikit dari cara aku memaknai hidup, melihat yang mana harus aku taroh sebagai prioritas, yang mana yang bsia ditunda untuk nanti. So, Ririn versi ambi, sabar dulu ya... nanti. satu-satu. OK

Yowess ah, itu aja. aku mau lanjur kerja lagi.


RS